Sampai Disini Cinta

Sampai Disini Cinta
Nina mau Om


__ADS_3

Deg


Deg


Deg


Deg


Suara itu...


Om Hans....


Wajahku pasti sudah memetah saat ini.


Tubuh mungilku seakan tak mau lepas dari hangat peluknya.


Ku akui itu.


Ku juga merindunya.


Tak berselang berapa lama Om Hans pun melepaskan peluknya dan memindahkan tangan nya sisi tanganku...agak menunduk pandangannya agar bertemu dengan pandanganku..


Dia menatapku lekat...


Lekat sekali...


Seakan menjadi jawab atas pernyataannya barusan


"Aku merindukan ku Karenina"


"A...Ku....A...Ku....A..Ku..."


"Ya ya ya...aku mengerti"


Seraya melepaskan tangannya, hendak melangkah pergi..


Entah kenapa, tangan ini reflek menangkap tangan yang baru saja melepasku.


"Om..."


Ku beranikan diri menatapnya, dan dia pun mengerti, Om Hans lalu merangkul pundak ku dan membawa duduk bersama di sofa yang ada di sudut ruangan...


"Maaf tadi Om terlalu lancang"


"Ga papa Om"

__ADS_1


"Jadi,kamu merindukan Om?"


Berusaha mengalihkan


"Om sudah makan"


Sadar akan maksud Karenina yang tidak ingin membahas kerinduan nya itu, hanya menjawab acuh "Sudah"


Bingung


Canggung


Akhirnya


"Boleh,sewaktu-waktu Om menghubungi mu?"


Berharap kali ini di jawab...


"HP Om mana? Sini Nina simpanin nomor telpon nya Nina"


Dengan cepat Om Hans mengeluarkan HP dari kantong celananya dan menyerahkan nya pada Karenina


"Ga di kunci langsung aja"


Dial number


save


"Udah, ini om"


"Terima kasih Nina"


Masih menatap ponsel


"Sama-sama Om"


"Gimana sekolah mu?"


"Baik Om...semua lancar...hanya saja mulai sibuk persiapan ujian kelulusan tahun depan"


"Bagus lah...setelah itu kuliah atau kerja"


"Nampaknya ambil keduanya"


"Emang Nina bisa?"

__ADS_1


Tersenyum


"Om sendiri kerjaan nya gimana?"


Bingung


Ini anak, yang di tanya dia, malah balik nanya


"Lancar-lancar aja. Nina mau hadiah apa dari Om?"


"Nina mau Om"


Kaget


Tersadar akan apa yang dia ucap salah, segera Karenina perbaiki kalimatnya dengan terbata bata.


"Maaf Om, maksud Nina....Nina mau Om untuk ajak Nina jalan-jalan... bukan-bukan...maksud Nina...Nina mau Om beliin Nina boneka bugs bunny....Ya...bugs bunny"


*Tau bugs bunny man teman readers? tokoh kartun kelinci milik loonly toons.


Hans yang awalnya kaget dengan perkataan Karenina itu langsung tertawa akan perkataan Nina yang terbata bata menutupi maksud hati nya sesungguhnya.


Dengan santainya nya Hans pun menjawab "apa yang kau sebutkan tadi...akan ku berikan semua untuk mu" dengan senyum yang terlihat puas karena merasa rindu yang ia tanyakan tadi terjawab.


Nina pun gelagapan, bingung kehabisan kata...Tak seharusnya dia berkata begitu dan tak sepantasnya dia meminta pada pria beristri itu.


Sadar akan tingkah Nina yang merasa bersalah, Hans pun berusaha menenangkannya, "Sudahlah Nina, Om ga papa ko, sana samperin mama mu, seperti nya mama mu mencari mu, Om juga mau sekalian pamit pulang. Sekali lagi selamat ya Nina, semoga yang kau impikan terwujud"


Seketika om Hans merangkul Nina lagi dan membenamkan wajah Nina di dada bidangnya. Mengecup pucuk kepala Nina dengan lembut.


Debaran jantung mereka pun seakan menertawakan mereka, saling besautan dengan rasa yang memporak porandakan sepi di hati.


Tak ingin berlama-lama, terhanyut akan rasa yang ada, mereka pun beranjak, berjalan beriringan menuju mama Nina.


Sedikit mengobrol ringan, Om Hans dan Tente Ida pun pamit. Diikuti tamu yang lainnya. Semakin lama, semakin sunyi, hanya tinggal sisa-sisa pesta yang menunggu untuk di bereskan.


Orang tua Nina sudah membenamkan diri pada peraduannya. Tapi tidak Nina, pikirannya masih melayang pada perlakuan om Hans tadi.


Om Hans...


Kenapa harus Nina????


dan


Kenapa juga harus Om Hans???

__ADS_1


__ADS_2