
Dini menjalankan mobilnya, sementara Yoga yang terdiam di dalam mobil tersebut batinnya bertanya-tanya ada apa sebenarnya dengan Dini sehingga arwah pria itu selalu mengikuti dirinya.
‘Sebenarnya apa yang di lakukan bu Dini ya, sampai-sampai arwah pria ini mengikuti bu Dini ke mana-mana dan aku dapat rasakan energi negatif yang sangat besar di arwah pria ini,' batin Yoga.
Dini pun menghilangkan lamunan Yoga di saat dirinya mulai memanggil Yoga dan mengajaknya untuk mengobrol.
“Yoga! Yoga!” Panggil Dini.
“Eh Iya Bu,” seketika panggilan Dini menghilangkan lamunan Yoga.
“Kamu bukan orang sini ya?”
“Iya bu saya dari kampung ingin mengadu nasib?” kata Yoga.
“Semoga saja ke depannya kamu dapat sukses Yoga, di ibu kota sendiri tidak hanya modal nekat saja untuk dapat sukses, melainkan harus berpotensi dalam bekerja,” Dini yang memberikan arahan kepada Yoga.
“Iya Bu terima kasih atas saran dari ibu,” ujar Yoga.
“Oh iya Bu? Ibu sering bermimpi seran?” tanya Yoga.
“Eh memangnya kenapa Yoga?” tanya Dini yang bingung.
“Tidak apa-apa Bu, Yoga hanya bertanya,” ujar Yoga sebari menengok di belakang tempat duduk mobil sosok arwah pria itu sedang mengamati mereka berdua.
“Eh bu Dini di delan gang kecil itu kost Yoga,” ujar Yoga dengan menunjuk jalan.
Selang beberapa menit akhirnya mereka pun tiba di depan gang kecil yang mengarah ke jalan kost.
“Sudah di sini saja,” kata Yoga.
Dini pun memberhentikan mobilnya tepat di depan gang kecil.
Yoga pun keluar dari mobil bu Dini.
Sementara Dini masih berada di dalam mobilnya.
__ADS_1
“Bu terima kasih atas tumpangannya,” ujar Yoga sembari tersenyum.
“Sama-sama Yoga, anggap saja ucapan terima kasih dariku karena kamu telah menemukan dompet ku, Ya sudah besok jangan terlambat ya sebelum saya datang di cafe kamu harus diluan,” kata Dinu yang memperingati Yoga.
Dini pun menjalankan mobilnya meninggalkan Yoga yang tengah berdiri di depan gang kecil itu.
Setelah Dini pergi Yoga kembali berjalan masuk ke dalam gang kecil itu menuju kamar kostnya.
Sesampainya di sana Yoga pun langsung ke kamar mandi untuk membersihkan dirinya.
Setelah selesai mandi Yoga merebahkan dirinya di tempat tidurnya saat dirinya ingin tertidur Yoga teringat dengan arwah yang ada di belakang tubuh Dini.
‘Ada apa dengan bu Dini ya, kenapa arwah pria itu mengikuti bu Dini, dan seperti sosok arwah itu tidak menyukai jika aku mendekati bu Dini’ batin Yoga yang bertanya-tanya.
Secara tiba-tiba arwah Bagas kembali muncul di samping Yoga.
“Tumben kamu melamun Yoga ada apa? Ada masalah di kerjaan maaf aku tidak jadi ikut kamu kerja aku sedang ada misi.”
“Tidak ada masalah di pekerjaan memangnya ada misi apa?” tanya Yoga.
“Aku sudah janji akan membantu, jadi nanti aku akan bantu mencarinya tunggu aku cari waktu yang tepat dahulu,” kata Yoga menjelaskan maksudnya.
“Iya-iya aku minta maaf, oh iya kamu kenapa seperti ada yang sedang kamu pikirkan?” ujar Bagas yang sedang menatap wajah Yoga.
“Iya Bagas, aku tadi melihat sosok arwah di belakang bu Dini,” Yoga yang menjelaskan kepada Bagas.
“Terus apa lagi yang kamu lihat Yoga?”
“Arwah itu menatapku dengan penuh rasa benci jika aku mendekati bu Dini, dan di lehernya ada bekas jeratan tali yang melingkar,” Yoga menjelaskan apa yang ia lihat kepada Bagas.
“Mungkin saja itu kekasih bu Dini kali Yoga yang meninggal dan tidak mau jika kekasihnya bersama orang lain,” Bagas yang memberi penjelasan.
“Nah iya juga ya bisa jadi seperti itu, energi negatifnya pun sangat kuat, terkadang membuat aku sedikit lemas jika berdekatan dengan bu Dini.”
“Lalu aku harus bagaimana?” tanya Yoga kepada Bagas.
__ADS_1
“Cari tahu sosok di belakang bu Dini di masa lalunya,” kata Bagas.
“Bagaimana bisa, bu Dini saja orangnya tertutup.”
“Sudah gampang besok aku akan ikut dengan mu dan membantu mu untuk mencari tahu siapa sosok arwah di belakang bu Dini, apakah ada sangkut pautnya dengan masa lalunya,” ujar Bagas sembari berpikir.
“Oke kalau seperti itu terima kasih ya, ya sudah aku mau tidur terlebih dahulu.”
Yoga pun mulai merasa tenang karena Bagas mau membantunya memecahkan misteri arwah di belakang bu Dini.
Malam mulai semakin larut tidak terdengar kembali aktivitas orang-orang di kost, kost pun terasa sepi dan sunyi di saat itu.
Sementara Yoga telah tertidur dengan lalapnya.
Di dalam tidurnya Yoga bermimpi aneh dirinya bermimpi di sebuah rumah kosong dengan.
“Aku berada di mana?” kata Yoga yang berjalan menyelusuri rumah kosong tersebut.
Yoga terus berjalan menyelusuri rumah tersebut sampai dirinya melihat Dini yang sedang duduk sendirian di dalam satu ruangan sembari Dini bercermin di depan meja rias.
Yoga pun menghampiri Dini di dekat meja rias itu.
“Bu Dini, ibu sedang apa di sini?” tanya Yoga.
“Sebaiknya kamu pergi Yoga, jangan mendekati diriku,” sahut Dini yang masih tetap duduk di dekat meja risa.
“Ayo bu kita pergi dari sini,” paksa Yoga.
Seketika Dini yang di liat Yoga berubah menjadi arwah yang berada di belakang Yoga.
“Pergi! Jangan pernah dekati Andini!” teriak kencang arwah itu sembari mencekik Yoga.
__ADS_1