Sang Pewaris Ilmu

Sang Pewaris Ilmu
Menemukan Dini


__ADS_3

Tidak sampai satu jam Agus berserta Edi pun telah sampai di rumah mbah Seno.


“Bagaimana kalian sudah selesai?” tanya Kevin.


“Sudah Bos tapi kami hampir ketahuan!” Agus menceritakan kepada Kevin.


“Apa! Bodoh kalian, awas jika kalian berdua sampai ketahuan aku tidak akan segan-segan membunuh kalian,” ancam Kevin.


“Iya bos kami jamin semua aman, mereka tidak mengetahui jika mayat bos Radit itu telah selesai di bongkar,” sahut Edi.


“Bagus jika begitu sebaiknya kita tinggalkan tempat ini aku takut jasad Dini dapat di temukan.”


“Tidak mungkin Bos kami sudah membuangnya ke dalam hutan tidak mungkin ada orang yang akan masuk ke sana,” ujar Agus.


“Tidak ada salahnya jika kita berjaga-jaga, mari mbah kita tinggalkan tempat ini mbah bisa tinggal rumah kosongku,” Kevin yang memberikan saran kepada Seno.


“Baiklah kali ini aku mengikuti ucapanmu Kevin,” ujar Mbah Seno.


“Nanti jika semua telah aman mbah bisa kembali lagi ke rumah ini,” saran Kevin.


“Baiklah jika begitu,” sahut mbah Seno.


Mereka semua pun pergi meninggalkan rumah gubuk mbah Seno.


Malam itu Yoga juga tengah berusaha mencari keberadaan Dini ia merasa Dini berada di sebuah perkampungan yang sempat ia tanyai tempo hari.


Yoga memacu motornya menuju sebuah perkampungan kecil yang lokasinya sekitar dua jam dari tempat ia berada.


Yoga harus menahan rasa kantuk yang di alaminya akibat kelelahan, hingga ia sampai di sebuah perkampungan.


Yoga menggunakan intuisinya yang kuat untuk menemukan Dini.


Yoga mengitari jalanan di desa itu hingga ia sampai di sebuah jalan, di sana tidak terdapat satu rumah pun. Hanya ada sebuah pondok kecil yang biasa di gunakan untuk para petani buah untuk berteduh.


Yoga memacu motornya secara perlahan, hingga memasuki sebuah hutan dengan jalan setapak namun motor masih bisa masuk.


Yoga mencoba melihat dan memfokuskan mata batinnya.


‘Apa benar di sini?’ batin Yoga.


Yoga terus memacu motornya perlahan, suara-suara aneh pun di hiraukannya karena ia lebih fokus pada pencarian Dini.


Cukup jauh Yoga masuk ke dalam hutan itu, hingga ia melihat sesuatu yang janggal.


Dari kejauhan dengan penerangan dari motornya Yoga pun mendekat.


“Itu Dini!” pekik Bagas yang tiba-tiba muncul.


“Kamu ini Gas bikin kaget saja,” ucap Yoga.


Yoga pun turun dari motornya namun mesinnya tidak di matikan, saat Yoga mendekat benar saja itu adalah Dini.


Yoga langsung memeriksa keadaan Dini yang bersimbah darah itu.


“Alhamdulillah masih hidup! Dini kamu bertahan ya,” ucap Yoga.


Yoga mengambil ponselnya dan menghubungi pihak polisi dan memberikan informasi jika Dini sudah di temukan.


Yoga pun mengangkat tubuh Dini dan mencoba menaikkannya ke atas motor. 


Yoga menaruh Dini di bagian depan, kebetulan saat itu di dalam jok motor yang Yoga sewa itu ada tali yang cukup panjang, tanpa pikir panjang Yoga mengikatkan Dini ke tubuhnya dengan cukup erat untuk mempermudahnya membawa Dini dengan motornya.


Karena lokasi penemuan Dini dengan jalan keluar hutan itu cukup jauh, Yoga tidak akan sanggup jika berjalan kaki sambil menggendong Dini sejauh itu.


Yoga membawa motor itu dengan perlahan dan cukup hati-hati sambil sesekali mengajak Dini yang tidak sadarkan diri itu bicara.


“Akhirnya aku bisa menemukanmu Din,” ucap Yoga.


“Dini tahan sebentar ya, sebentar lagi kita akan keluar dari hutan ini.”


Yoga terus memacu motornya hingga akhirnya ia bisa membawa Dini keluar dari hutan itu dengan selamat.


Yoga turun dan melepaskan ikatan dari tubuhnya dan tubuh Dini.


Yoga terduduk lesu melihat wajah Dini yang sangat pucat. Ada beberapa warga yang melintas lalu berhenti ketika melihat Yoga serta Dini yang terbaring di tanah.


“Ada apa ini Mas?” tanya salah seorang warga yang tidak sengaja melintas di jalan itu.


“Ini teman saya pak, sudah beberapa hari hilang dan saya temukan di dalam hutan itu,” ucap Yoga sembari menunjuk ke arah jalan setapak. 

__ADS_1


“Ya Allah, lalu temannya gimana? Apa saya panggilkan ambulan saja.”


“Tidak perlu pak, saya tadi sudah menghubungi polisi serta ambulan dari kota,” sahut Yoga.


Walau pun sudah larut malam rupanya ada banyak pengendara yang melintas, mereka bahkan menawarkan bantuan kepada Yoga namun saat itu Yoga sudah menghubungi polisi dan polisi serta ambulan pun sedang dalam perjalanan.


setengah jam kemudian dari kejauhan terdengar suara sirine mobil ambulan dan polisi, saat sampai di lokasi petugas ambulan langsung sigap mengangkat tubuh Dini. 


Sementara Yoga di mintai keterangan oleh polisi.


“Bagaimana anda bisa menemukannya?” tanya polisi itu.


“Dengan hati semua itu bisa di rasakan,” sahut Yoga.


“Bisa anda beritahu kami dimana anda menemukannya,” pinta polisi itu.


“Bisa Pak.”


Yoga pun membawa para polisi itu masuk ke dalam hutan, mereka semua harus berjalan kaki karena mobil tidak bisa masuk. Seorang anggota polisi yang lain pun memberi tahu jika ada jejak ban mobil di dekat jalan setapak itu.


Olah TKP pun selesai, Yoga pun pulang untuk mengembalikan motor yang ia sewa itu kepada Agung.


“Mas Agung, ini kunci motornya,” ucap Yoga.


“Malam sekali, memangnya kamu habis dari mana?” tanya Agung.


“Nyari teman saya Mas, udah hilang beberapa hari sampai saya lapor polisi,” sahut Yoga.


“Ya ampun, laku gimana perkembangannya?” tanya Agung yang penasaran.


“Sudah saya temukan Mas, ketemunya di hutan kampung dekat perbatasan kota,” sahut Yoga.


“Ya Allah kenapa kamu gak bilang, kalau kamu bilang gak akan aku terima duitmu Yoga,” ucap Agung.


“Gak apa Mas, saya kan sewa bukan pinjam. Tapi yang terpenting teman saya sudah ketemu dan sekarang di bawa ke rumah sakit,” ucap Yoga.


“Alhamdulillah, berarti temanmu masih di beri umur oleh Allah Yoga.”


“Iya Mas, kalau begitu saya pamit ya Mas. Sekali lagi terima kasih,” ucap Yoga sembari berlalu pergi.


Yoga pun berjalan menuju kostnya lalu masuk ke dalam kamarnya, sebelumnya Yoga terlebih dulu membersihkan diri lalu bersiap untuk beristirahat.


“Sama-sama, ini juga demi kebaikan kita bersama. Tugas kita sekarang adalah menemukan pelakunya,” ucap Yoga.


“Tapi besok ajak aku melihat keadaan Dini ya,” pinta Bagas.


“Iya aku pasti menjenguknya juga kan,” sahut Yoga.


“Aku bersyukur Dini di temukan tapi aku juga sedih dengan kondisinya, andai saja aku bisa menolongnya dengan tanganku sendiri,”ucap Bagas.


“Sudahlah jangan menyalahkan diri sendiri, yang penting Dini masih hidup,” sahut Yoga.


“Iya benar yang kamu katakan,” sahut Bagas.


Bagas pun menghilang sesaat setelah mengatakan hal tersebut.


Yoga memilih membaringkan tubuhnya yang sudah terasa remuk redam itu, setiap jengkal tubuhnya terasa sakit dan pegal.


Karena kelelahan Yoga pun akhirnya langsung terlelap dan tertidur dengan cepat.


*** 


Keesokan harinya Yoga yang menemani Dini yang belum sadarkan diri.


Yoga menggenggam tangan Dini sembari berkata kepadanya.


“Din bangun aku tidak mau terjadi apa-apa denganmu Din, aku sangat menyayangimu aku ingin kamu bangun Din?” ucap Yoga dengan mata berkaca-kaca.


Namun Dini tetap saja tidak merespons ucapan Yoga.


Yoga yang terus menerus berusaha untuk membuat Dini sadar pun sia-sia Dini tetap saja tidak merespons perkataan Yoga.


Bagas pun secara tiba-tiba berada di samping Yoga menepuk pundak Yoga.


“Yoga Dini dalam bahaya, sukmanya terperangkap di alam lain orang kedua orang jahat itu ingin mempersembahkan Dini untuk Radit,” Bagas yang menjelaskan kepada Yoga apa yang ia ketahui.


“lalu bagaimana aku dapat menyelamatkan Dini?” tanya Yoga.


“Aku akan mengantarmu ke alam arwah Dini terperangkap di sana bersama Radit, mereka sengaja membawa Dini ke sana agar menemani Radit untuk selamanya,” kata Bagas.

__ADS_1


“Alam arwah? Aku pernah mendengar tentang itu,” celetuk Yoga.


  “Di sana banyak sekali arwah yang berkumpul kamu harus menemukan sukma Dini dalam waktu tujuh hari jika tidak maka Dini akan selamanya di sana dan tidak akan kembali lagi,” ujar Bagas yang memberitahukan Yoga.


“Baiklah kapan aku bisa ke sana?” 


“Malam ini,” ujar Bagas.


Kabar Dini di temukan pun sampai di telinga Kevin.


Kevin yang panik pun menelepon mbah Seno.


“Hallo mbah.”


“Iya ada apa Kevin kelihatannya kamu sangat khawatir sekali.”


“Dini berhasil di temukan mbah dan dia masih selamat dan masih dalam keadaan koma, bagaimana ini mbah jika dia sadar kita akan masuk penjara.”


“Hahahah tenang saja Kevin Dini tidak akan pernah sadar lagi, kalau pun Dini berhasil selamat namun sukmanya telah berada di alam Arwah di mana  banyak sekali arwah di sana untuk di cari jadi jika selama tujuh hari sukma Dini tidak bisa kembali makan dirinya akan pergi untuk selamanya menemani Radit hahahah.”


“Bagus jika begitu mbah, aku sudah tidak perlu khawatir lagi jika memang begitu,” sahut Kevin sembari menutup teleponnya.


 Di malam harinya Yoga yang kembali ke kostnya mulai menjalankan ritualnya untuk mencari Dini di alam arwah.


Yoga sedang merebahkan tubuhnya di tempat tidurnya bersama Bagas di sampingnya.


“Pegang tanganku Yoga aku akan menunggumu di depan jika matahari sudah mulai naik kamu terpaksa akan aku bangunkan,” kata Bagas yang menjelaskan kepada Yoga.


“Baiklah jika begitu, aku sudah siap.”


“Pejamkan matamu dan fokus”


Yoga mengikuti perintah Yoga dan akhirnya Yoga meraga sukma pergi ke alam arwah.


“Yoga aku hanya dapat mengantarmu di sini saja.”


“Kenapa kamu tidak ikut?”


“Ini bukan tempatku Yoga di alam arwah ini terdapat puluhan roh atau arwah mati secara penasaran mereka semua berkumpul di sini sedangkan aku sudah tahu sebab aku mati dan mulai dapat berdamai aku hanya ingin melihat Dini bahagia baru aku akan pergi dengan tenang Yoga.”


Yoga pun mengerti maksud dari Bagas.


“Baiklah jika begitu aku akan menjemput Dini.”


“Tapi ingat Yoga di dalam alam arwah ini kamu tidak boleh berbicara kamu harus diam saja jika tidak mereka akan mengetahui jika kamu bukan sosok arwah yang masuk ke alam itu, apa kamu mengerti Yoga?”


“Iya aku mengerti.” 


Yoga mulai berjalan memasuki pintu hitam itu.


Dan setelah masuk benar yang di katakan oleh Bagas jika di sana berkumpul ribuan arwah.


‘Bagaimana cara aku mencari Dini di ribuan arwah ini,’ batin Yoga.


Yoga pun mulai mencari satu persatu sukma Dini yang terperangkap di dalam alam arwah tersebut.


Yoga harus mencari Dini di ribuan para arwah itu sesuatu yang tidak mudah bagai Yoga.


Berjam-jam Yoga mencari keberadaan Dini namun tetap tidak menemukannya.


Hingga hari sudah mulai menjelang pagi, seperti janji Bagas yang akan membangunkan Yoga.


Bagas berteriak-teriak di kuping Yoga.


Sukma Yoga yang mendengar di alam arwah pun mengikuti perintah Bagas, Yoga berjalan menuju pintu hitam itu hingga akhirnya Yoga mulai tersadar.


 Bagas yang melihat Yoga pun menanyakan kepada dirinya.


“Bagaimana Yoga apakah kamu berhasil menemukan Dini?” tanya Bagas.


“Tidak Bagas aku belum bisa menemukan Dini?” sahut Yoga.


“Sabar Yoga masih ada waktu 6 hari lagi untuk kamu dapat menemukan Dini,” ujar Bagas.


“Iya semoga saja aku berhasil menemukannya, aku tidak mau jika terjadi apa-apa kepada Dini.


“Apa yang kau lihat di sana?” tanya Bagas.


“semua arwah berpakaian putih di sana dengan rambut yang sama hanya laki-laki dan perempuan saja yang dapat di bedakan tapi jika perempuan semua sama aku bingung bagaimana aku bisa menemukan Dini,” ucap Yoga dengan Wajah bingung.

__ADS_1


“Aku pun masih tidak tapi mengetahui tentang alam arwah itu, tapi tenang saja masih ada 6 hari lagi aku yakin kamu dapat mencari keberadaan Dini.


__ADS_2