
Beberapa tiga hari telah berlalu Yoga masih belum bisa menemukan Dini.
Di pagi itu Yoga pergi ke rumah sakit untuk menjenguk Dini.
Di sana terlihat Dini yang belum sadarkan diri.
“Din bangun Din, aku merindukanmu,” ujar Yoga mengusap kepala Dini dengan lembut.
Namun tetap saja Dini tidak merespons Yoga hingga akhirnya Bagas membawa informasi kepada Yoga.
“Yoga aku tahu bagaimana menemukan sukma Dini,” ujar Bagas.
“Bagaimana Bagas?” tanya Yoga dengan antusias.
“Dengan cara menajamkan indra penciumanmu, kamu harus mengenali tubuh Dini sehingga di alam arwah kamu dapat melacak bau tubuh Dini” ujar Bagas.
“Kamu harus mempelajarinya itu Yoga.”
“Baik aku akan mencoba membuka indra penciuman ku agar peka,” sahut Yoga.
Yoga mulai memejamkan matanya dengan Fokus dirinya mencium tangan dini dengan lembut mencoba menikmati aroma tubuh Dini secara perlahan-lahan.
Bagas pun membantu Yoga di malam itu Yoga membawa barang milik Dini.
“Ayo Yoga mari kita latihan di mana aku menyimpan barang milik Dini? Jika berhasil kamu bisa mengetahui keberadaan dini.”
“Baik Bagas,” ucap Yoga.
Yoga mulai menutup matanya dengan kain lalu fokus mencari benda milik Dini dengan indra penciumannya.
Yoga berjalan menuju meja kamarnya dan membuka laci mejanya di sana terdapat pakaian Dini.
“Yoga kamu berhasil menemukannya ayo cari temukan Dini,” ujar Bagas yang sangat antusias.
“Iya Bagas, aku akan membawa Dini pulang!” ujar Yoga dengan antusias.
Yoga mulai berjalan menuju tempat tidurnya lalu merebahkan dirinya Yoga kembali memejamkan matanya hingga Akhirnya ia telah berada di alam arwah.
Yoga kembali memejamkan matanya dan mencoba menggunakan indra penciumannya untuk mencari Dini.
Mencari Dini cukup sulit karena banyak arwah lain yang sengaja menyerupai Dini agar di bebaskan dari tempat itu.
Namun beruntung Yoga bukan hanya memiliki penglihatan namun juga indra penciuman yang tajam. Yoga juga dapat mengingat aroma energi serta tubuh seseorang.
‘Itu dia!’ batin Yoga.
Yoga akhirnya bisa menemukan Dini yang terperangkap di alam itu, Yoga berjalan melewati kumpulan para arwah yang ingin mendekatinya.
Beberapa arwah penasaran itu bahkan ingin menangkap tangannya, namun tidak ada yang bisa menyentuhnya.
Dengan santai Yoga berjalan hingga menemukan Dini yang tengah meringkuk, Yoga pun memegang pundak Dini.
Dini pun mendongak ke arah Yoga, wajahnya datar tanpa ekspresi memandang semu wajah Yoga.
Yoga menarik tangan Dini, Dini pun berdiri dan mengikuti langkah Yoga mereka pun berjalan melewati para arwah penasaran itu hingga mereka akan sampai.
Namun langkah Dini terhenti, hal itu membuat Yoga kaget karena yang membuat langkah Dini terhenti adalah arwah jahat Radit yang tengah memegangi tangan Dini.
Wajah Radit begitu mengerikan karena sebagian wajahnya hancur, matanya menatap tajam ke arah Yoga.
Melihat Dini yang ingin di bawa kabur oleh Yoga, arwah Radit itu pun mengerang karena marah.
Seketika suara erangannya itu membuat para arwah lain sadar akan kehadiran Yoga.
Dengan cepat Yoga menarik lengan Dini sekuat tenaga, dan membawanya lari dari tempat itu.
Kini Yoga bukan di kejar oleh Radit saja tapi seluruh arwah yang ada di tempat itu.
Radit berlari dengan cepat lalu menyerang Yoga yang saat itu tengah berlari.
__ADS_1
Yoga di serang dan terpental namun ia tidak melepaskan gengamannya terhadap Dini.
Yoga tetap dengan erat memegangi tangan Dini hingga mereka sampai di tempat di mana Yoga pertama kali masuk.
Hingga ada sebuah cahaya berwarna putih di hadapannya, Yoga pun menarik Dini masuk ke dalam cahaya itu.
Yoga langsung tersadar dan membuka matanya, ia langsung bergegas keluar dan memesan ojol untuk menuju rumah sakit.
Saat pesana ojek online iti datang Yoga langsung naik, motor pun di pacu cukup kencang gingga akhirnya Yoga sampai di rumah sakit.
Yoga berlari menuju tempat dimana Dini di rawat, saat di depan ruangan ia melihat beberapa perawat keluar masuk ruangannya.
Saat Yoga melihat ke dalam ternyata Dini telah sadarkan diri, Yoga begitu bersyukur dengan apa yang ia alami.
Yoga merasa sangat senang hingga ia mendatangi Dini dan langsung memeluknya.
“Syukurlah kamu selamat,” ucap Yoga sambil memeluk Dini dengan erat.
“Yoga,” ucap Dini.
“Syukurlah kamu bisa selamat Din aku senang banget,” ucap Yoga lagi.
Seketika Dini menangis terisak ketika teringan tentang apa yang ia alami, pria yang ia anggap sangat baik dan pengertian itu ternyata malah menjebaknya dan mencelakainya.
“Yoga aku tahut!” ucap Dini sembari menangis.
“Tenang Dini kamu aman sekarang,” ucap Yoga sambil menghapus air mata Dini.
Tubuh Dini gemetar, bahkan jari jemarinya pun gemetar.
Terlihat dengan jelas trauma sikis yang dialami oleh Dini, ia terlihat begitu ketakutan.
***
Dua hari berlalu, Dini mulai ada tanda-tanda membaik Dini bahkan bisa tersenyum lagi.
Tiba-tiba terdengar suara ketukan pintu, rupanya itu adalah para polisi yang ingin meminta Dini keterangan.
“Baik Pak,” sahut Dini.
“Apa anda mengizinkan jika kami meminta sedikit keterangan tentang apa yang terjadi?” tanya polisi itu.
Dini menganggukkan kepalanya pelan, “bisa Pak,” sahut Dini.
“Baik ada beberapa pertanyaan yang ingin saya ajukan, tapi kalau anda masih belum siap menceritakannya mohon jangan di paksakan.”
“Baik Pak,” sahut Dini.
“Bisa anda ceritakan bagaimana kronologi anda saat di culik,” pinta polisi itu.
“Saat itu Kevin menjemput saya, kita berniat untuk makan siang waktu itu. Sebenarnya saya juga ingin membicarakan sesuatu sama dia tentang hubungan saya dengannya. Tapi anehnya Kevin melewati semua tempat makan dan melaju menuju perbatasan kota. Dia bilang ingin mengambil sesuatu yang tertinggal di rumah lamanya.”
“Setelah itu dia mengajak saya masuk ke dalam, saat saya sedang menunggunya tiba-tiba seseorang memukul belakang leher saya setelahnya saya tidak ingat apa-apa lagi,” tutur Dini.
“Baik, lalu setelah itu apa yang terjadi?” tanya polisi itu lagi.
“Saat saya sadar saya sudah diikat di bangku dan mulut saya di tutup dengan lakban. Di hadapan saya sudah ada Kevin yang duduk sembari tertawa dia terlihat sangat senang dengan keadaan saya. Kevin bahkan menjambak dan memukul wajah saya saat saya di ikat.”
“Lalu sore itu saya di pindahkan ke sebuah rumah gubuk yang ada di hutan, setelahnya saya sudah tidak ingat lagi karena Kevin memaksa saya meminum obat tidur,” tutur Dini.
“Baik, apa ada orang lain yang terlibat selain pria yang bernama Kevin ini?”
“Ada, Kevin punya anak buah dua orang tapi saya tidak tahu namanya,” sahut Dini.
“Baik Terima kasih atas waktu anda, informasi ini sangat penting bagi kami. Kami harap anda cepat pulih dan dapat beraktifitas seperti biasa.”
Polisi itu pun berpamitan dengan Dini lalu keluar dari ruangan, sebenarnya ada hal yang tidak Dini ceritakan, yaitu tentang ritual yang sempat ia lihat saat ia tersadar karena mbah Seno menyayat tangannya dengan pisau.
Hingga tentang Kevin yang ingin menyatukannya dengan Radit yang sudah meninggal dengan cara mengambil darahnya lalu mencoba membunuhnya.
__ADS_1
Saat mengingat itu Dini kembali merasa sangat sedih karena ia tidak menyangka jika akan terjadi hal semacam ini pada dirinya.
Di malam itu Kevin teringat akan Yoga dan mencoba menghubungi mbah Seno.
“Hallo mbah.”
“Iya ada apa Kevin?”
“Mbah ingat anak itu Yoga yang selalu menganggalkan rencanaku.”
“Iya aku ingat dengan akan itu dan aku juga ingin memberikannya pelajaran karena dia sudah berani menyerangku di waktu itu bermain-main denganku.”
“Iya mbah aku ingin Yoga mati.”
“Iya aku akan membuatnya mati malam ini dan tidak ada lagi yang akan mengganggu rencanamu.
Kevin pun mematikan teleponnya di rumah kosong mbah Seno yang meninggali rumah gubuknya tidak lupa membawa pelengkap ilmu hitam dirinya.
Mbah Seno di kamar kosong mulai menjalankan Ritualnya ia mulai dengan menaruh serpihan kemenyan di atas bara api, serpihan kemeyan itu berubah menjadi gumpalan asap tipis setelah itu Mbah Seno mengambil boneka santet dan kembali menyantet Yoga.
Boneka santet itu ia asap-asapkan di atas bara api setelah Seno mulai mencekik boneka itu dengan tagannya.
Sontak saja di dalam kamar rawat Yoga merasa lehernya seperti ada yang mencekik dam tidak bisa bernafas.
Dini yang panik melihat keadaan Yoga.
“Yoga ada apa dengan mu?” tanya Dini.
Yoga tidak memedulikan Dini ia memegangi lehernya karena tidak dapat bernafas.
Namun terdengar suara Kuncoro sanga ayah yang memperingati dirinya.
“Yoga anakku fokuslah lawanlah kiriman itu,” suara Kuncoro yang ia dengar.
Yoga mencoba untuk tenang menahan rasa sakitnya dengan duduk bersila.
Yoga memejamkan matanya melihat mbah Seno sedang menyantetnya kembali.
Yoga yang sangat kesal pun akhirnya mulai mengeluarkan amarahnya.
Dengan suara lantang Yoga berbicara.
“Kau yang akan mata dukun keparat,” ucap Yoga yang tidak sadar sembari mengepalkan tangannya.
Terlihat santet itu berbalik kepada Seno dan mbah Seno pun mulai susah bernafas Yoga dengan sekuat tenaga masih mengepalkan tangannya hingga akhirnya Mbah Seno tergeletak di lantai tidak bernyawa lagi.
Mbah Seno pun meninggal akibat santet yang di balikan oleh Yoga kembali.
Setelah sadar Dini yang masih lemas menghampiri Yoga lalu memeluknya.
“Kamu tidak apa-apa Yoga?” tanya Dini.
Yoga tersenyum ke arah Dini dan berkata.
“Semua telah berakhir Din, kita sudah terbebas dari dukun keparat itu,” ucap Yoga.
Dini yang mendengar itu pun menangis pelukannya Yoga ia tidak menyangka Yoga rela mengorbankan dirinya untuk dapat menyelamatkan Dini.
“Terima kasih Mas, kamu telah mengorbankan semuanya demi menyelamatkan diriku.”
“Aku sudah berjanji kepadamu, aku akan menjagamu sampai kapan pun
Keesokan harinya polisi mulai mendatangi dini untuk meminta keterangan dan Dini pun memberitahukan cerita sebenarnya.
Polisi pun langsung menggerebek kediaman Kevin dan menangkap Kevin dan menanyakan di mana mbah Seno yang juga ikut serta dalam kasus pembunuhan berencana.
Kevin pun menunjukkan kepada polisi di mana mbah Seno berada saat polisi masuk ke rumah kosong itu menuju kamar mereka semua kaget melihat Mbah Seno yang tergeletak tidak bernyawa lagi.
Sementara Agus berserta Edi pun di tanggap oleh polisi.
__ADS_1
Dan Kevin di jatuhkan hukuman seumur hidup karena mencakup tiga pasal penculikan serta pembunuhan berencana dan di tambah satu pasal lagi pencurian mayat.