
Lembah ENTENSIA, disebut juga lembah tempat tinggal para GOLEM.
Dengan banyaknya GOLEM disini yang tinggal dan hidup, membuat lembah ini jarang di dekati manusia karena takut.
Lembah ini hanya berisi bebatuan yang runcing di setiap sisinya dan terdapat banyak juga batu bercahaya yang membuat ketertarikan meningkat.
Namun semua batu di lembah ini, tidak boleh diambil atau dirusak karena hal itu akan membuat para GOLEM itu marah .
Entah apa arti dari bebatuan disini tapi nampak penting bagi kehidupan mereka.
"Jadi ini lembah ENTENSIA itu"
Nampak kagum Zora melihatnya.
"Iya dan kalian tidak boleh membawa atau merusak batu bercahaya disini, kalian tahu"
Dan Chain memberitahukan larangan hal tersebut.
"Ayo turun dan cepat ke GOLEM yang mengamuk tersebut"
Kami turun dan pergi ke tempat GOLEM itu berada, nampak di setiap sisi jalan terdapat patung manusia yang amat tinggi dengan memegang pegang ada di setiap pinggir jalan.
Aku melihatnya dan saat menatap matanya, mata dari salah satu PATUNG itu bergerak.
"Eh.. apa itu"
Aku kaget dan berpura-pura tidak melihatnya.
"Apakah sudah ketemu?"
Elsa mengatakan demikian dan kini memang hari sudah sore dan kami harus cepat mencarinya.
"Apakah kita harus ke pemimpin disini untuk menanyakan hal itu"
Benar kata Zora bahwa lebih cepat jika kita menanyakan langsung saja ke pemimpin disini.
"Ya.. kalau tidak salah tempatnya lewat arah sini"
Kami mengikuti arahan Chain yang nampak mengetahui jalan disini.
"Oi.. oi.. oi.. apa itu RAJA GOLEM!"
Setelah kami mengikuti arahan dari Chain, kamipun sampai untuk menghadap ke pemimpin disini, dan saat aku melihat pemimpin disini aku dibuat terkejut.
"Iya benar, dialah RAJA dari para GOLEM, dia bernama GRUCORK yang telah hidup lebih dari satu abad lamanya"
Satu abad, memang benar bahwa dia batu tapi, satu abad adalah hal yang luar biasa.
__ADS_1
"Izin menghadap yang mulia"
Chain berkata demikian dan aku hanyalah melihat patung yang terdiam.
"Silahkan"
Setelah itu dia berbicara dan nampak menyeramkan dibuatnya.
"Begini, kami diperintahkan oleh Raja PITRA HAND LERK IIII, untuk menghentikan serangan dari salah satu GOLEM yang menyerang kerajaan"
Setelah Chain mengatakan hal demikian, sang Raja GOLEM itu mengangkat tangannya dan menggaruk dagunya layaknya kebingungan.
"GOLEM yang menyerang kerajaan, mungkin itu tidak mungkin karena kami tidak lagi menyerang seenaknya saja"
Setelah Raja GOLEM mengatakan demikian, kami semakin sulit untuk menjelaskannya.
"Tapi kami diberitahukan bahwa ada GOLEM yang menyerang kerajaan"
Dibuat bingung Raja GOLEM dibuatnya dan saat itu juga muncullah GOLEM besar dengan satu matanya yang tidak menyala.
"Maaf yang mulia, akulah yang menyerang kerajaan itu"
Nampak bahwa GOLEM itu mengakui kesalahannya.
"Untuk hal apa kau menyerang kerajaan?"
Sang Raja mengatakan hal demikian.
Nampak bahwa mata kirinya diambil oleh salah satu orang kerajaan disana namun saat terjatuh itu mungkin saja terbawa oleh ombak.
"Oh… baikah, akan aku berikan mata yang baru"
Setelah aku berpikir dan akan menyampaikan kepada mereka untuk mencarinya saja, sang Raja malah berbicara untuk mengganti mata kirinya saja.
"Eh.. tapi Raja"
Tidak enak dibuatnya.
"Sudah tidak apa-apa, dan sebagai gantinya kami ingin dibuatkan sesuatu yang unik yang membuat kami tidak bosan selama hidup berabad-abad"
Sang Raja GOLEM yang baik dan juga sebagai gantinya kami harus membuat hal unik untuk menyembuhkan kebosanan mereka.
Setelah saat GOLEM besar itu diberikan mata kirinya yang baru, GOLEM itu meminta maaf pada kami dan kami yang sedang memikirkan hal unik sedang dalam kondisi berpikir.
Hal unik… dan banyak sekali batu bercahaya disini… hal yang membuatmu tidak bosan… di lembah yang sangat curam dan sedikit sekali cahaya lalu sangatlah susah untuk melihat langit dan bintang…
Aku berpikir demikian dan setelah kembali memikirkan duniaku yang lama aku terpikir sebuah ide.
Cahaya dari batu, namun batu ini hanya tumbuh di bawah saja dan tidak di langit dan tebing lembah ini.
__ADS_1
"Mungkin saja itu bisa"
Mereka terkejut saat aku berhasil memikirkan suatu hal dan untuk ide itu aku menbutuhkan batu bercahaya ini.
"Bolehkah aku membuat sesuatu dari batu bercahaya ini"
Aku meminta ijin terlebih dahulu kepada sang Raja.
"Silahkan"
Tanpa kata-kata lain, sang Raja mengijinkan hal itu"
"Oke"
Aku akan membuat hal yang bercahaya mengitari dinding dan tebing lembah ini layaknya bintang dan membuatnya abadi menempel di dinding itu.
Lampu dari banyak cahaya di langit yang tertutup kini menembus lembah ini dan nampak saat bagus sekali dibuatnya.
Memakan waktu satu malam aku membuat hal itu terjadi di tebing ini dan melihat banyak sekali GOLEM mendekat saat akan selesai memasang semua cahaya lampu ini.
"Apa itu bintang?"
Sang Raja berkata demikian dan nampak terkejut.
"Bukan, itu hanyalah batu yang aku buat layaknya bintang di dinding dan di atas lembah ini"
Mereka semua terkagum dibuatnya dan bagaimana mereka sampai lupa akan bintang.
"Sudah satu abad saat GOLEM tidak boleh keluar karena bisa menakuti manusia untuk melihat bintang dan cahaya, sekarang kini impian kami telah terwujud"
Ternyata selama itu, aku baru tahu.
"Kerja bagus Yono"
Mereka bertiga memujiku dan nampak kagum mereka melihat hal itu.
Bagus layaknya cahaya lampu kecil melingkar disini dan semoga saja ini tidak membuat mereka cepat bosan.
"Sudah, ayo kita kembali"
Kami menyelesaikan QUEST ini bukan dengan cara kekerasan namun dengan cara otak kami sendiri kali ini, dan melihat para GOLEM ini senang membuatku juga ikut senang.
"Terimakasih atas apa yang telah kau berikan SARYONO"
Sang Raja memujiku dan kami pergi kembali ke kerajaan.
"Iya kami juga"
Kami kembali ke kerajaan dan telah menyelesaikan QUEST GOLEM ini dengan mudah dan akan menerima hadiah akan hal yang kami buat.
__ADS_1
Selesai juga dan saat kami kembali kali ini aku yang mendapat tugas untuk menyetir kereta kuda, mereka bertiga tertidur dan nampak kelelahan atas apa yang tadi terjadi.