
Kami masuk setelah melihat rumah yang indah dengan penuh warna hijau di setiap dindingnya, di tambah lagi banyaknya tumbuhan yang masuk ke dalam rumah dan di tata dengan rapi ini sungguh bagus hingga nyaman untuk di huni.
"Duduklah di kursi ini"
Kami duduk di kursi yang terbuat dari kayu seperti rotan, namun mungkin beda di isekai dan juga kayu ini memiliki kenyamanan yang bagus saat sudah kami mendudukinya.
Namun sayangnya Grifin tidak bisa masuk karena ruangan disini cukup sempit beserta juga pintu itu tidak muat untuk badan Grifin masuki.
"Ini tehnya silahkan diminum"
Eins menyajikan kami minuman teh dari asalnya yang berwarna merah, namun nampaknya mereka berempat sangat curiga dengan teh ini hingga raut wajah mereka terasa heran.
Aku membiarkan saja mereka berempat terheran-heran dengan minuman ini dan akan mencicipinya terlebih dahulu, namun saat gelas dan mulutku hampir bertempelan karena akan meminum teh ini. Tiba-tiba saja mereka berteriak untuk berhenti meminum ini.
"Tunggu yono, apakah kau tidak curiga akan hal ini"
Aku tidak curiga sama sekali karena teh merah ini nampak cukup hangat dan nikmat saat sudah di tenggorokan, tapi kenapa mereka melarangku untuk meminumnya.
"Apa kau tidak curiga, dari awal dia itu mengincarmu dan setelah itu bersifat baik entah dari mana sifat itu berasal"
__ADS_1
Permasalahan itu kembali, mereka berempat mulai membahas hal itu kembali dengan hanya meminum segelas teh.
"Aku tidak.... aku tidak mencelakakan kalian untuk ini"
Eins menjawab demikian dengan raut muka yang di salahkan oleh banyak orang.
"Ya itu, dan juga aku ingin meminum ini"
Aku mengabaikan mereka dan meminum teh merah ini dan ternyata benar bahwa teh ini sangatlah nikmat juga memiliki rasa manis tanpa gula, aku membiarkan mereka saja yang tidak mau meminum teh ini dan langsung untuk membicarakan hal sebelumnya.
"Jadi Eins, kita abaikan perdebatan soal pejantan dan teh tadi dan langsung ke intinya saja bahwa kenapa kau membangun bendungan itu"
Setelah aku meminum teh itu dan menanyakan hal soal bendungan yang dia buat, mereka berempat ternyata juga meminum teh buatan Eins dan merasa hangat dan wajahnya nampak kenikmatan.
Seperti apa sebenarnya makhluk itu, karena aku juga belum tahu sama sekali jadi aku menanyakan kepada mereka apa itu makhluk bernama Gembu tersebut, dan jawabannya itu cukup mengejutkan.
"Apa kau tidak tahu, Genbu itu adalah makhluk mitologi legendaris dengan bentuk tubuh gabungan antara ular dan kura-kura, aku pernah mendengar bahwa Genbu adalah salah satu dari makhluk yang mendiami gunung es mengerikan tadi"
__ADS_1
Jadi Genbu adalah makhluk yang tinggal di gunung dan jika dia ingin turun maka makhluk itu akan menyuruh seseorang atau makhluk lemah lain untuk membuatkan tempat tinggalnya.
"Jadi itu ulah Genbu, ternyata benar bahwa dia masih membenciku"
Grifin mendengar perkataan kami dari luar dan mengatakan bahwa Genbu membenci Grifin sejak dulu, aku tidak tahu apa yang membuat Genbu sampai membenci Grifin sampai seperti itu dan langsung menanyainya saja agar mengerti akan kebencian dari Genbu tersebut.
"Sebenarnya dulu kami para makhluk legendaris saling ramah satu sama lain karena kami di tugaskan untuk menjaga sebuah kerajaan kuno terbesar yang bernama LUXVILLE, kerajaan yang dipimpin oleh raja terkuat di dunia ini dan karena sebuah kesalahan yang sangat besar dengan sang raja membuat makhluk legendari baru itulah yang membuat kerajaan itu hancur, aku dan Genbu berusaha menyelamatkan raja dari reruntuhan kerajaan tersebut namun saat aku sudah berhasil membawa raja keluar dari istana yang sedang runtuh tersebut sang raja menyuruhku untuk mengambil sebuah berlian"
Berlian, maksud dari berlian itu apa dan kenapa sang raja sampai meminta Grifin untuk mengambilnya.
"Berlian itu adalah kunci untuk membunuh makhluk gagal itu, namun sayangnya saat aku berhasil mengambil berlian tersebut, sang raja terjatuh ke kobaran lava api hingga hangus dan tak meninggalkan satu helai benangpun"
Jadi makhluk itu adalah makhluk legendaris terkuat di isekai ini sampai-sampai Grifin dengan kekuatan yang luar biasa ini kalah darinya.
"Genbu nampak salah paham atas jatuhnya sang raja ke dalam lava api itu dan pergi meninggalkanku, dia nampak berpikir bahwa diriku ini hanya mementingkan harta saja karena aku ini memanglah makhluk penjaga harta"
Saat selesai sang Grifin bercerita, suara keras dari arah bendungan tadi terdengar sangat mengerikan.
Suara itu nampak jelas sangatlah besar makhluk itu hingga membuat getaran yang cukup kuat di hutan ini, kami yang panik akan hal itu langsung saja menuju ke arah sungai untuk mencari tahu lebih jelas asal suara makhluk yang telah membuat getaran besar ini.
__ADS_1
Dan saat kami tiba, benar bahwa dia ada disini.
Genbu sang penguasa air tawar dan penjaga kerajaan kuno itu, sekarang ada di depan kami.