
Kota KALI adalah sebuah kota dimana memiliki kerajaan dan danau yang amat sangatlah besar, disertai dengan banyaknya orang dan juga pedagang disini membuat kota KALI menjadi makmur.
Itulah penjelasan dari Elsa mengenai kota KALI dan aku juga mengingat kembali bahwa kata KALI itu di duniaku sebelumnya adalah sebutan untuk kata sungai.
Kami berduapun masuk ke dalam kota itu dan yang pertama aku lihat adalah banyak sekali pedagang antar ras yang saling berdatangan kesana-kemari.
Layaknya kota makmur pada umumnya, dikota ini memiliki sistem penjagaan yang ketat dengan banyak sekali para pnyihir disini dan juga aku melihat para petualang juga ada disini.
"Yono, untuk yang pertama kita lakukan adalah membuat katu ID milikmu"
Ya benar, bahwa pertama yang kita lakukan terlebih dahulu adalah membuat kartu ID.
"Dimana tempatnya?"
Aku mengatakan hal itu.
"Ikuti aku"
Elsa mengatakan bahwa aku untuk mengikutinya sampai ke arah tempat pembuatan kartu ID, berlari dan nampaknya jika kita berjalan sebenarnya menurutku juga tidak apa-apa.
"Kita sampai, inilah tempatnya"
Tempat pembuatan kartu ID dan disini juga tempat para berkumpulnya para petualang dan para penyihir hebat.
__ADS_1
"Kesini Yono, ayo kita masuk dan menuju ke temanku yang bernama MOY"
Aku masuk ke tempat itu dan melihat banyak sekali para petualang yang berkostum menyeramkan juga para penyihir disini menggunakan baju yang aneh dan lucu.
Aku menuju ke arah sebuah meja layaknya seperti meja tempat pembuatan ATM saja dan dilengkapi para pelayan disini.
"Selamat datang"
Sopan, tidak bukan begitu, yang aku maksud aku harus berkata ingin membuat kartu ID.
"MOY ini teman baruku dia bernama YONO dan ingin membuat kartu ID"
Elsa memotong pembircaraanku lagi dan membuatku lebih mudah untuk bicara dengan pelayan disini.
Namun seketika ada seseorang di ruangan ini menggertak akan aku yang mendaftarkan untuk membuat kartu ID.
"Hahahahaha"
Tawaan ada dimana-mana dan nampaknya Elsa membelaku dengan menggertak kembali kepada mereka.
"Memangnya kenapa!"
Aku hanya tersenyum menatap mereka karena lebih baik untuk merendahkan diri saja dan menghentikan Elsa yang sedang marah.
"Baiklah jika kau ingin membuat kartu ID, silahkan letakkan tanganmu di atas bola ini untuk mengukur kekuatanmu"
__ADS_1
Aku meletakkan tangan kananku untuk mengukur kekuatanku, namun jika aku tidak bisa membuat kartu ID karena aku dari dunia yang berbeda maka aku akan pergi dari sini saja.
Setelah aku letakkan dan sudah lebih dari tiga detik bola itu tidak merespon apa-apa dan saat lima detik karena sudah agak lama akupun melepas tanganku namun saat aku akan melepasnya bola itu bercahaya.
Bola itu bercahaya amat sangatlah terang hingga cahaya itu menyinari ruangan ini hingga silau, lalu seketika saja bola itu mengeluarkan sebuah hal aneh berbentuk seperti petir kecil berwarna hitam.
Untuk menghentikan hal itu akupun melepaskan tanganku dan kartu ID milikku sudah berhasil dibuat dan telah otomatis tertulis dengan kriteria sihirku itu.
Di dalam kartu itu tertera bahwa tingkat sihir dan juga seranganku adalah MAX atau bisa dikatakan tanpa batas, teman dari Elsa kaget dan terkejut akan hal yang baru dia temui selama hidupnya.
Saat semua masih syok akan hal yang baru mereka lihat tadi akupun meminta ke temannya Elsa untuk tidak bilang ke siapa-siapa isi dari kartuku ini.
Sesaat semua terjadi dan kartu ID telah aku buat kamipun kembali namun dalam kondisi itu Elsa sendiri juga ikut syok melihat keanehan tadi.
Dengan terpaksa aku membawanya dan keluar untuk mencari udara segar.
Namun saat kami keluar dan akan berjalan-jalan sebentar ada seseorang wanita yang memanggilku.
"Kau bukankah SARYONO"
Aku membalikkan badanku dan bertanya apa dia memanggilku.
"Iya itu saya, memangnya ada apa?"
Dengan berkata demikian aku memastikan kepadanya.
__ADS_1
"Maukah kau bergabung denganku untuk membuat KLAN"
Penutup wajahnya dibuka dan dia memperlihatkan wajahnya yang dimana dia adalah wanita dengan sosok berambut orange seperti api dan tidak dipungkiri lagi bahwa dia seperti seorang penyihir api.