
Melihat warna yang berbeda dari warna pada umumnya dan juga sudah pasti bahwa dia ada di tempat yang sudah aku duga.
"Aku harus cepat"
Diriku berlari untuk menuju tempat yang aku tuju dengan penuh keyakinan beserta amarah yang coba aku kendalikan.
"Berapa banyak lagi tangga yang harus aku lewati ini sebenarnya"
Benar bahwa istana sebesar ini memiliki banyak tangga tapi aku tidak menyangka bahwa tangga ini sampai sebanyak yang tidak aku duga.
"Mungkin ini akan membantu, SIHIR BOST"
Bost atau sihir untuk meringankan tubuh agar bisa berlari cepat atau melompat setinggi yang penggunanya bisa, sihir ini hanya meringankan sampai beban kami satu kilogram saja namun ini cukup untuk mempercepat laju atau meringankan agar bisa melompat tinggi bagi setiap pengguna yang mengerti akan sihir ini.
"Pintu!"
Sudah jelas saat aku berlari kencang aku melihat pintu di depanku dan tidak salah lagi bahwa perasaanku mengarah ke pintu itu semakin besar.
"Sudah jelas pintu ini dan tunggu teman-teman, aku akan menolong kalian"
Aku membuka pintu besar ini secara perlahan dan tidak menyangka bahwa di pintu ini tidak ada penjagaan sama sekali.
"Ini sudah berakhir, penyihir hitam"
Aku sudah membuka pintu dan yang hanya aku lihat adalah seseorang wanita yang diikat di kursi.
Wanita ini memakai baju yang bagus dengan warna rambut berwarna pirang beserta telinganya yang berbeda dengan manusia pada umumnya.
"Apa kau baik-baik saja"
Saat aku menanyai hal itu, wanita ini hanya diam dan mencoba untuk berbicara namun nampaknya mulutnya sulit untuk di gerakkan.
"Aku akan menolongmu, permisi aku akan melepaskan ikatan ini"
Tidak tahu pasti siapa dia tapi aku harus menolongnya dari ikatan ini.
"Sudah, apa kau bisa beritahu siapa dirimu?"
Aku menanyainya kembali namun tangannya menunjukan ke arah mulutnya yang ditujukan seakan mulutnya sedang di sihir untuk tidak bisa berbicara.
__ADS_1
"Apakah mulutmu tidak bisa berbicara"
Tangannya masih mengarah ke mulutnya, menyuruh diriku agar menggunakan sihir untuk melepas kutukannya.
"Apa kau menyuruhku untuk menggunakan sihir ke mulutmu"
Ya mungkin itu yang dia sedang tunjukan.
"SIHIR BUKA KUTUKAN"
Aku tidak tahu apa yang jelas dari sihir ini tapi aku hanya menggunakannya ke wanita ini agar kutukannya lepas.
"Huh…. Terimakasih, aku hampir tidak bisa bernafas lagi karena selalu di bungkam"
Wanita ini langsung saja berbicara dan terlihat bahwa kutukannya sudah lepas.
"Tapi maaf, apa yang kau lakukan disini"
Pertama yang pasti aku harus menanyainya terlebih dahulu.
"Oh iya aku lupa, PERKENALKAN NAMAKU PUTRI CYCYLIA MIYA HANDERHOOD III"
"Jadi kau seorang putri yang sedang aku cari, perkenalkan namaku SARYONO, panggil saja aku Yono dan aku adalah seorang petualang yang mengambil QUEST untuk menyelamatkanmu"
QUEST ini sudah selesai tapi aku masih belum menemukan mereka bertiga, aku harus mencari mereka segera.
"Apa kau tau penyihir hitam dimana?"
Mungkin saja dia tahu dan aku bisa cepat menyelamatkan mereka.
"Penyihir hitam, kenapa kau mencari dirinya?"
Sang putri menanyai diriku dan aku hanya bisa menjawab hal ini dengan jujur.
"Teman-temanku mungkin ditangkap olehnya dan aku harus menyelamtkan mereka"
Wajahnya nampak kesal dan mengatakan bahwa:
"Kenapa kamu harus menolong mereka?"
__ADS_1
Apa yang baru saja dia katakan.
"Kenapa?"
Mungkin aku harus menanyai kembali.
"Ya, kenapa kau harus menyelamatkan mereka, jika kau sudah menyelamatkanku dan membawaku ke kerajaan maka kerajaan akan memberikan banyak sekali emas dan harta sampai kau kaya dan kau bisa membeli apa yang kau mau"
Apa yang dia katakan, apa benar sifatnya seperti ini.
"Mungkin saja kau bisa menikahiku dan menjadi raja jika kau mau"
Hari sudah hampir malam, kini aku sudah tidak bisa membuat mereka menunggu untuk aku selamatkan.
Namun sifat dari putri ini tidak bisa aku lihat lagi.
"Maaf"
Mungkin ini adalah jalan keluarnya.
"Maaf tapi aku tidak bisa membawamu pulang sampai mereka bertiga kembali, jika kau ingin kembali silahkan kembali sendiri tapi jika kau ingin kembali selamat denganku maka kau harus ikut menolong teman-temanku"
Ya, ini adalah jalan keluar yang bagus.
"Permisi"
Wajahnya saat itu nampak sekali takut akan perkataan yang baru saja dia katakan.
Putri yang memiliki sifat berkebalikan, dan dia tidak cocok untuk aku tolong.
"Tunggu, baiklah aku akan ikut"
Sudah pasti dan jelas bahwa jalan terakhir agar dia selamat maka dia harus mengikuti perintahku.
"Baiklah"
Dengan ini aku hanya menyelamatkan mereka bertiga dan langsung pulang ke kerajaan.
QUEST ini hanya dalam tahap akhir saja.
__ADS_1