
Burung berbunyi, angin hangat menerpa ke setiap penjuru ruangan, sinar mentari hangat yang sedang berusaha masuk dari setiap lubang kecil di ruangan ini.
Aku tidur di sebuah penginapan yang layak dengan kehangatan yang cocok bersama dengan dingin dan harumnya udara di sekitar.
Dan aku baru mengingatnya kembali.
Di ruangan ini tidak memiliki pengharum ruangan beserta bunga yang ada di penginapan ini hanya ada di halaman dan tidak di setiap kamarnya.
Dengan rasa penasaran ini aku memilih untuk membuka mataku perlahan-lahan untuk mengetahui apa yang sebenarnya terjadi.
"Pagi petualang"
Kita mulai dari awal bahwa di pagi yang cerah ini aku terbangun di ruangan hangat penuh dengan angin hangat dengan di sertainya bau harum dan bau harum itu adalah.
"Kenapa!"
Bau harum itu bersumber dari sekumpulan wanita yang kemarin memperebutkanku beserta aku masih berpikir dimana mereka berempat pergi.
Aku tidak menyangka mereka membiarkanku seperti ini dengan kondisi yang menyeramkan.
"Bolehkan aku bertanya"
Sangat sesak beserta dilihat dari manapun, di ruangan ini terdapat lebih dari dua puluh wanita di dalamnya dengan satu pria yaitu diriku.
"Ya ada apa"
Mereka menjawab bersamaan, aku tidak bisa berpikir cara meloloskan diri sekarang.
"Dimana teman-temanku"
Wajahnya dekat sekali, aku tidak bisa bertanya panjang lebar.
"Oh iya mereka teman-temanmu ya, mereka sudah kami ikat di ruangan sebelah dan tertidur karena sebuah bau yang di sertai mantra jadi santai saja karena pagi masih panjang"
Pagi masih panjang, bukankah pagi hanya sebentar bersama diriku sesak sekali sampai tidak bisa bergerak.
Bagaimana ini aku harus berpikir, jika tidak maka aku akan di rampas hal pertamaku oleh mereka.
"Jadi sang petualang, bisakah kita mulai"
Berpikir ayolah berpikir wahai otakku yang cerdas.
"Tunggu aku belum bersiap dan di tambah lagi ini adalah pengalaman pertamaku maka, bolahkan aku bertanya siapa namamu!?"
__ADS_1
Dengan berteriak aku mengucapkan kalimat itu dan kini setiap aku berbicara wajahnya mulai mendekat dan tubuhku benar-benar tidak bisa di gerakkan.
"Namaku ERSELLA HULLOU, umurku baru dua puluh tahun beserta aku ini belum pernah berpengalaman jadi akan aku berikan semuanya untukmu"
Apakah ini serius, aku akan kehilangan hal paling berhargaku disini dan ditambah lagi bukan dengan satu wanita saja namun lebih dari dua puluh wanita.
"Oi...! Itu celanaku, dan bajuku jangan!"
Bagaimana ini aku harus berpikir sebelum mereka bertindak lebih jauh.
"Sebentar aku ingin menanyakan sesuatu kepada kalian"
Akhirnya datanglah sebuah pemikiran yang sangat bagus.
"Ya ada apa calon suamiku"
Calon eh, bukan begitu dan yang penting mereka terpancing.
"Aku ingin bertanya bahwa siapa yang akan bersamaku terlebih dahulu, ingat bahwa ini adalah pertama kalinya bagiku dan yang pertama kali dia adalah istri yang akan sangat aku sayangi jadi"
Wajah mereka mulai berubah layaknya beruang yang sedang berebut ikan.
"Sudah jelas bukan bahwa aku yang akan menjadi yang pertama kalinya untukmu wahai calon suamiku"
Akhirnya mereka terpancing oleh pemikiranku ini.
Satu mulai mengeluarkan kata-katanya.
"Tidak, seharusnya aku menjadi yang pertama!
Dan sekian lama menjadi mereka saling berebut di sertai juga aku yang sedang terperangkap akhirnya bisa terlepas sedikit demi sedikit dan akhirnya.
"Tunggu kau mau kemana calon suamiku"
Aku tidak bisa kabur sama sekali.
"Tidak, aku tidak mau kemana-kemana"
Tolong aku, aku tidak mau memberikan hal pertamaku kepada orang yang tidak aku kenal.
"Baik pertama atau kedua kami tidak peduli, yang penting kamu menjadi milik kami itu sudahlah cukup"
Saat diriku pasrah dengan terkena sebuah pewangi ruangan yang membuat tubuhku sulit untuk di gerakkan ini, tiba-tiba saja Morca membuka pintu dengan berteriak:
__ADS_1
"Kau tidak apa-apa yono!"
Namun Morca langsung menutup kembali pintu itu dengan berkata:
"Maaf aku tidak sengaja melihatnya"
Apa yang dia lakukan dan harusnya dia menolongku di kondisi seperti ini.
"Tolong aku dan kenapa pintunya di tutup kembali"
Aku berteriak agar suaraku terdengar dari luar dan bersama mata dari setiap wanita disini mulai mendekati diriku.
"Baik, aku akan menggunakan sebuah sihir hitam disini jadi bersiaplah"
Sihir?, bersiaplah dan apa maksudnya karena jika dia menggunakan sihir selalu akan ada efek sampingnya.
"Sihir PENIDUR"
Dia menggunakan sebuah sihir yang dia sebut dengan PENIDUR, mungkin ini adalah sebuah sihir yang di tunjukan untuk menidurkan orang-orang.
Itu yang aku maksud tapi.
"Kenapa kau juga ikut tertidur juga!"
Mungkin ini adalah efek samping dari sihirnya itu.
"Aku tidak menyangka bahwa efek sampingnya akan ke diriku juga"
Sudah untuk itu aku lebih baik menggendongnya dengan membangunkan mereka bertiga yang di katakan sedang tidur di ruangan sebelah.
"Oi cepat bangun kita harus berangkat sekarang, bau"
Bau sekali di ruangan sebelah hingga membuat diriku ini sampai mengeluarkan air mata, dan lebih baik aku membawa mereka saja.
"Ayo cepat, sihir PENYEMBUH"
Setelah aku membawa mereka keluar dari kamar bau itu, aku langsung memberikan sebuah sihir penyembuh agar mereka bisa sadar.
"Eh... pagi yono dan ada apa, kenapa kami tidur di luar kamar"
Mereka masih belum terkumpul nyawanya namun kita harus cepat sebelum para wanita itu sadar.
"Sudah akan aku jelaskan nanti saja dan lebih baik kita tinggalkan penginapan ini segera.
__ADS_1
Kami pergi dari penginapan ini dengan tujuan yaitu untuk menyelesaikan sebuah QUEST dari ketua GUILD disini.
Dengan ini aku singkatkan bahwa pagi cerah di kota yang baru aku injak tanahnya ini adalah pagi terburuk.