SARYONO MASUK ISEKAI

SARYONO MASUK ISEKAI
PULAU YANG MENGAMBANG


__ADS_3

Tempat yang tinggi dengan penuh makhluk yang aneh di sekitar tempat itu layaknya menjaga dengan sangat aman.



Baik besar maupun kecil, para makhluk disitu mengelilingi pulau mengambang di depanku sekarang.


Layaknya sebuah kerajaan yang mengambang di atas tanah.


Rantai besar yang menyambung seakan mencengkram erat tempat itu agar tidak berganti posisi.


Awan gelap diatasnya sangat mengerikan dengan disertai petir membuat tempat itu cocok di sebut dengan lubang hitam.


"Bagaimana cara kita sampai di atas pulau yang mengambang itu?"


Aku bertanya karena baru pertama kali melihat hal luar biasa dan mengerikan seperti ini di depan mataku.


"Iya aku juga berpikir begitu tapi, jika kita menuju ke tempat itu dengan berjalan melewati rantai besar ini maka kita akan di serang oleh para makhluk penjaga yang berkeliling disana.


Berpikir, kami mencari cara agar bisa menyelamatkan sang putri dari penyihir gelap di tempatnya di atas pulau yang mengambang.


"Apakah tidak ada jalan lain disini"


Mencari cara dengan berbagai solusi kami sedang lakukan dan hanya bisa mengamati terlebih dahulu sebelum mengambil tindakan.

__ADS_1


"Tidak, karena tidak ada yang tahu tempat ini sebelumnya"


Bagimana ini dengan cara seperti ini maka kita tidak bisa mendapatkan solusi, tapi itu hanya pemikiranku saja karena Zora telah mendapatkan sebuah pemikiran yang baru saja dia dapatkan.


"Mungkin, jika aku menggunakan angin kecilku untuk mencari jalan menuju ke tempat tinggi itu maka kita berhasil ke sana"


Dengan berkata bahwa hal itu mungkin saja mustahil tapi pantas untuk di coba.


"Bagus juga Zora"


Pemikiran Zora memang bagus dalam membuat siasat tapi apakah hal ini akan berhasil.


"Tapi hal ini aku belum pernah coba jadi aku tidak tahu berhasil atau tidaknya"


Zora memejamkan mata dan mengucapkan kata tanpa suara layaknya bernyanyi dengan suara angin.


"Tolong"


Mengucapkan seperti itu layaknya angin milik Zora adalah teman baiknya sendiri.


Menunggu sampai Zora tahu pintu untuk masuk, kami hanya bisa duduk melihat Zora yang sedang memejamkan matanya seakan melihat sesuatu yang tidak bisa kami lihat.


Dan setelah kami mendengar dia seakan kaget terhadap apa yang baru saja Zora lihat, kami menanyakan keadaan beserta apa yang baru saja dia lakukan.

__ADS_1


"Kenapa, apa yang terjadi kepadamu?"


Seakan ketakutan dan merasa seperti dihantui, kini Zora berkata:


"Aku melihat jalannya, tapi disana ada makhluk yang sangat mengerikan dengan rambut yang panjang dan memiliki tangan yang besar beserta tanduk di kepalanya membuat itu sangat mengerikan"


Hantu?, yang jelas bukan tapi makhluk aneh seperti itu memang ada di dunia ini.


"Kita akan kesana dan aku akan bawa Zora, mungkin itu nampak makhluk yang mengerikan tapi Yono bisakah kau mengalahkannya"


Mempercayakan suatu hal kepadaku kembali tapi mereka belum juga melihat makhluk seperti apa itu.


"Aku akan menyembuhkan Zora dan kita berjalan pelan-pelan saja"


Elsa berkata begitu tapi wajahnya nampak sangat ketakutan sedari tadi saat melihat ke arah pulau yang mengambang ini.


"Zora bisakah kau menunjukan jalannya"


Dengan tubuhnya yang lemas karena mungkin kehabisan energi, Zora menuntun kami ke arah jalan yang telah dia temukan.


"Baik, pertama kita harus ke bawah dan saat melihat ada pintu tua disana kita masuk saja"


Pintu, ternyata ada pintu di bawah sana dan pintu itu yang mengantarkan kami ke tempat penyihir itu berada.

__ADS_1


"Oke ayo kita kesana"


●NEXT●


__ADS_2