SARYONO MASUK ISEKAI

SARYONO MASUK ISEKAI
DARK ELF lll


__ADS_3

Berdepat dengan merebutkan diriku yang di anggap sebagai pejantan oleh mereka, bukan berarti aku tidak suka tapi kata pejantan itu di telingaku mirip layaknya sebuah hewan bernama pejantan seperti singa atau macan.


"Bagaimana Yono, apakah hal ini masih lama"


Grifin sudah menunggu sejak tadi dan melihat mereka berlima berdebat tentang hal sepele, jika aku tidak mengehentikannya maka ini akan sangat memakan waktu yang panjang tiada henti.


"Lebih baik ayo kita lihat dulu untuk apa bendungan ini di buat"


Aku dan sang Grifin meninggalkan mereka, melihat bendungan sebesar ini yang di buat oleh Dark Elf.


Saat aku berada di atas bendungan tersebut, ternyata bahwa ini di buat dengan kayu dan juga di tambah pasir yang bercampur tanah liat ini telah menghasilkan pengerasan yang luar biasa.


Ini bukanlah tanah liat biasa beserta pasir ini nampak berwarna keputihan, aku heran dari mana dia mendapatkan semua hal ini dan membangun ini di atas sungai yang sangat deras beserta sangat dalam hingga melihat dasar dari sungai inipun hanya berwarna hijau buram.


"Bagaimana, apakah kita harus merusak ini agar aliran sungai bisa kembali ke rumahku"


Grifin berkata begitu namun menurutku ini adalah hal yang kasar jika kita merusak apa yang telah orang usahakan, tapi jika kita bertanya terlebih dahulu maka bisa saja untuk melanjutkan hal ini.


"Lebih baik kita bertanya kepadanya"


Itu adalah jalan keluar yang bagus untuk memastikan saja agar usaha darinya tidak sia-sia, Tapi saat kami lihat dari kejauhan, mereka masih saja bertengkar atas hal yang tadi.


"Bagaimana untuk mengehentikan mereka?"

__ADS_1


Aku berpikir beserta Grifin yang hanya menatap ke arah mereka yang membuatku menjadi khawatir jika kesabaran dari Grifin ini hilang, Dan benar apa yang baru saja aku pikirkan tadi


Grifin tiba-tiba saja terbang cepat ke arah atas lalu menuju ke atas air dan mendorong air itu tepat mengenai mereka berlima layaknya ombak di laut, menurutku itu adalah cara yang bagus dan aku hanya tertawa melihat tingkah dari Grifin ini untuk menghentikan mereka.


"Apa kalian sudah diam, sekarang kalian ini sedang dalam perjanjian bukan dan aku tidak ingin lama-lama meninggalkan hartaku"


Aku lihat dari kejauhan wajah mereka sedang marah dan lebih baik aku segera mendatangi mereka untuk cepat menyelesaikan misi ini.


"Hahaha.... bagus sekali caramu Grifin, jadi sekarang bagaimana aku bisa berbicara santai dengan kau Eins dakurechaff"


Semua nampak setuju dan sudah tidak memikirkan hal yang tadi mereka debatkan, lalu aku langsung saja menanyai hal yang sedang kami tuju sekarang.


"Aku akan bawa kalian ke rumahku, tapi aku harap kalian tidak mengejutkan warga di kelompokku"


Kami di ajak ke rumahnya untuk membicarakan hal penting dengan Eins, walau terdengar sangat rahasia tapi kami harus berjanji dulu sebelum masuk ke dalam desanya untuk tidak memberitahukan tempat dan wilayah mereka.


"Ikutlah denganku"


Kami mengikutinya dengan berjalan melewati hutan hijau ini yang terlihat sangatlah terawat dengan banyaknya hewan kecil tanpa hewan buas satupun.



Dan sebenarnya kamilah yang membawa hewan buas tersebut yaitu sang Grifin dan bukan hewan buas lagi namanya dengan menginjak makhluk sihir terkuat di posisi lima yaitu sang legenda.

__ADS_1


"Ha... itu kakak Eins"


Kami melihat para Dark Elf kecil disini dan dengan bentuk rumah yang sangatlah aneh, bentuk rumah disini bukankah rumah yang tertancap di atas tanah namun di atas pohon.


Rumah disini seperti layaknya rumah burung saja dan sepertinya aku tahu kenapa rumah disini terletak di atas pohon, yaitu untuk menjaga mereka dari para hewan buas yang berada di daratan.


"He...!, kakak Eins bawa pejantan"


Apa yang bocah ini katakan...!.


"Mana, Eins bawa pejantan katamu!"


Semua warga di kelompok ini keluar dari satu rumah ke rumah lainnya, menatapku layaknya seekor rusa yang sedang di pantau oleh singa.


"Cepat sembunyikan yono dan ikuti aku"


Aku di dorong oleh Elsa dan Chain ke dalam sayap Grifin lalu berlari entah kemana karena mataku tertutup oleh banyak sekali bulu sayap Grifin, mungkin mengarah ke sebuah jalan pintas yang bisa kami lewati dengan aman dan aku hanya mengikuti arahan mereka saja.


"Kesini cepat"


Aku hanya bisa mendengar suara mereka saling berbicara dan melihat ke arah kakiku bahwa ternyata jalanan disini sangat berair hingga susah untuk kemi lalui, hingga sampailah kami di rumah Eins.


"Kita sampai dan selamat datang di rumahku"

__ADS_1


Pohon besar dengan penuh cabang di atasnya yang berwarna hijau layaknya daun yang baru saja tumbuh, terik sinar matahari yang mencoba menembus dedaunan dan udara yang sangat segar ini.


Adalah bentuk rumah darinya.


__ADS_2