
Aku sampai di kota KALI dan setelah aku megatakan hal luar biasa bahwa aku akan membuat kenangan di dunia ini kemarin, nampaknya yang di maksud dengan kenangan adalah hal ini.
Hal yang membuat sebuah kenangan permanen dan dikenal oleh seluruh dunia.
Hal yang aku selalu ingat dan akan terus berulang ulang aku ingat.
Tidak lain adalah saat sebuah mosnter besi raksasa ada di depanku dengan badannya yang besar dan keras akan menghancurkan kota ini.
"Apa ini sebenarnya!"
Aku tidak tahu yakin tapi kenapa benda sebesar ini ada di dunia ISEKAI, beserta tumpukan besi tebal ini nampak sangat susah untuk di tembus.
"Bagimana ini! Bagaimana ini!"
Semua orang panik dan berhamburan keluar dari benteng kota.
Lalu setelah beberapa lama monster itu berbicara:
"Wahai para penduduk kota, aku adalah pemilik monster terhebat dan terkuat ini yang aku beri nama HUDION, aku menciptakan benda ini hanya untuk menghancurkan para manusia di dunia ini dan akan membangun dunia baru"
Monster itu menjawab dan nampaknya ada orang yang membuat tubuh monster itu.
"Memangnya makhluk apa kau ini, apa kau akan membunuh kami semua!"
Jawab dari ketua Guild.
"Ya, dan tidak ada yang bisa menghentikanku"
Nampak sombong tapi kata darinya itu adalah masuk akal, jika besi setebal ini maka akan sangatlah sulit untuk ditembus oleh panah dan pedang biasa.
"Hahahahaha… apa yang kau katakan monster jelek!"
Seseorang wanita berambut aneh keluar dan berbicara kepada monster itu.
"Karena aku disini, aku bernama FINA MUSTRIK LALARETA akan menghancurkanmu sekarang juga!"
Mungkin saja dia adalah ahli sihir atau seorang pejuang, jadi dia bisa sesombong itu.
"Apa yang kau katakan bocal kecil"
__ADS_1
Monster itu menjawab kata-katanya dan sebutan itu seakan cocok untuknya.
"Apa katamu!!.. terimalah ini monster jelek, RYTEQRUOKITUH OMBAK"
Aku melihat wanita itu marah dan membaca mantra lalu menembakannya ke arah monster yang berdiri di depan.
Namun nampaknya hal itu tidak berpengaruh sama sekali dan malah membuatnya malu.
"Tidak terjadi apa-apa!"
Warga desa yang panik semakin panik karena serangan itu tidak berpengaruh apa-apa ke monster besar itu.
"RYTEQRUOKITUH OMBAK!"
Dia mencoba lagi dan menyerang lebih kuat tapi malah tidak ada reaksi sama sekali ke monster.
"Bagaimana, bagaimana bisa sampai seperti ini"
Aku melihatnya nampak gelisah dan mungkin saja karena mantranya gagal.
"Apa yang kalian lakuakan warga desa! Sebentar lagi kalian akan aku injak jadi buat apa kalian susah payah menyerangku"
"Yono lakuakn sesuatu"
Bukan hanya warga saja, melainkan anggota dari KLANKU juga merasa takut.
"Tenang saja, aku akan melawannya"
Semoga saja aku bisa melakukannya, dan juga dengan kata sok keren seperti tadi membuat seakan hal itu adalah bukan gayaku.
"Cepat Yono, jika kau bisa menghentikannya maka akan diberi hadiah dari GUILD"
Kata-kata dari salah satu anggota GUILD membuatku semangat akan hal apa yang akan diberikannya nanti.
Kini aku sedang memikirkan cara untuk menghentikannya:
"Mungkin sihir tapi tunggu itu tidak bisa karena jika aku menggukan sihir kepada makhluk sebesar ini maka harus sihir sebuah ledakan dan akan membuat ledakan itu bisa sampai kota karena jaraknya yang dekat, jadi untuk sekarang aku harus memakai senjatku ini"
Aku pegang senjata suci milikku dengan tangan kanan, konsentrasi sudah aku buat dan bersiap untuk menyerang.
Mengincar bagian terlemah dari besi sebesar itu adalah wajahnya, namun dia cukup tinggi dan jika aku menggunkan sihir terbang maka akan merasa kaget semua yang melihatnya.
__ADS_1
"Mau bagaimana lagi aku harus menggunakan cara ini"
Kecepatan yang di berikan benda ini layaknya kilat dan ketajamannya bisa merobek besi yang amat keras sekalipun.
Maka aku dengan sebuah ide, berlari memanjat dan mengitari makhluk ini dengan menempelkan belatiku seakan merobek besinya.
Aku robek dan sesampainya diatas aku melompat untuk menyerang, aku berpikir bahwa merobeknya dan membuang besi pelindung miliknya akan membuat lemah benda ini beserta lebih mudah untuk menghancurkannya.
Sekarang saatnya:
"KECEPATAN TUSUKAN"
Entah apa yang aku ucapkan tapi aku sudah membelah monster besi itu menjadi dua bagian dan melihat ternyata didalamnya kosong layaknya sebuah ruangan tanpa satu orangpun didalamnya.
"Apa itu tadi"
Memang benar pemikiranku tadi bahwa semua warga pasti akan terkejut melihat hal itu.
"Hebat.. hebat kau Saryono!"
Untunglah bahwa mereka semua semangat dan saat setelah itu Chain, Elsa, dan Zora juga ikut bersenang-senang akan monster yang akan menyerang kota ini telah dimusnahkan.
"Saryono!… Saryono!… Saryono!…"
Aku senang melihat mereka tertawa tapi, kenapa Chain memanggil namaku dengan bersorak seperti itu yang membuat warga juga ikut mengatakannya.
"Woi.."
Aku memanggilnya namun nampaknya Chain tidak mendengarkan hal itu dan malah tetap bersorak ria.
Jika saja namaku aku ganti disini maka akan baik jadinya, tapi itu adalah nama pemberian orang tuaku di duniaku dulu.
Aku akan terus menjaganya dan menghargai akan hal itu.
"Saryono!"
Elsa berteriak sangat keras.
"Woi.. bisa tolong untuk berhenti… itu memalukanku tahu.. oi"
Ya sudahlah untuk kali ini aku sudah bisa menyelamatkan kota dan dengan ini juga aku sudah tidak dianggap menakutkan oleh para warga disini.
__ADS_1