SARYONO MASUK ISEKAI

SARYONO MASUK ISEKAI
GRIFIN SANG PENJAGA HARTA


__ADS_3

Cahaya terang di depan kami menuntun untuk menuju ke jalan keluar dari lubang besar ini.


Layaknya gerbang bersinar, membuatku senang tersenyum karena sudah tidak ada lagi ancaman dari cacing besar yang aku takuti.


"Akhirnya kita bisa keluar"


Tersenyum akan kebahagiaan dan berpikir bahwa sekarang waktunya untuk diriku bebas dari rasa ketakutanku.


Itulah yang aku pikirkan setelah keluar dari lubang ini.


Ya... itulah yang aku pikirkan tapi.


"Eh... apa itu!"


Makhluk dengan kepala burung dan berbadan singa ini sedang ada di depanku.


Melihat dengan tatapannya yang tajam dari sang elang yang ganas.


Dialah monster penguasa di daerah ini, dan tidak salah lagi bahwa perkataan saat kami belum menuju ke tempat ini adalah benar.


OMA itu ada di sarang Grifin dan sedang dalam pengawasan yang sangat sulit untuk kami lewati.


"Itu dia bolanya dan kita harus cepat karena makhluk ini sangatlah kuat"


Mereka berkata begitu tapi aku tidak karena Grifin ini menatap ke arahku dan tidak mau berpaling.


"Ayo yono..."


Tatapannya sangatlah tajam hingga aku tidak bisa bergerak sedikitpun untuk mengejar teman-temanku.


"Aku tidak bisa bergerak sekarang!"


Jika aku bergerak mungkin saja Grifin ini akan mengejar kami dan kami tidak bisa mengambil OMA itu.


"Kalian ambillah saja OMA itu dan cepatlah pergi, biar aku yang akan mengatasi hal ini"


Kami membuat cara yang bagus dan tidak ada cara lain selain cara ini.


"Oke... kami akan cepat"


Banyaknya emas dan berlian membuat langkah mereka sangat sulit untuk mengambil OMA tersebut, beserta posisinya yang berada di atas membuat mereka berempat harus hati-hati agar tidak merobohkan segunung harta ini.


"Sedikit lagi... tinggal sedikit lagi"


Nampaknya Morca tinggal sedikit lagi untuk berhasil menggapai OMA tersebut, namun sebuah kesalahan terjadi disini.


"Awas...!"


Morca menginjak sebuah berlian yang di bawahnya tidak memiliki penompang yang kuat, dan membuatnya terjatuh sampai tumpukan emas itu juga ikut runtuh.


"Kau tidak apa-apa"


Mendengar setumpukan emas dan berlian semuanya runtuh, Grifin itu berpaling dan menyerang mereka berempat.


Grifin itu bersuara layaknya singa dan terbang dengan sayapnya layaknya burung.


Menyerang dengan nafas api miliknya dan kini kami hanya bisa menahan hal itu.


"Apa kalian tidak apa-apa?"


Sulit untuk kami tahan karena Grifin sebenarnya adalah seekor makhluk penjaga harta legendaris dengan kemampuan yang sebanding dengan penyihir tingkat lima.


"Panas"

__ADS_1


Apinya sangatlah panas dan tidak ada cara lain kecuali aku harus megambil OMA itu dengan sangat cepat dan membawanya lari dari sini.


"Aku akan mengambil OMA itu dan bertahanlah sebentar lagi"


Kecepatan yang tinggi melampaui kilat, dia bukanlah sebuah sihir namun sebuah benda yang aku miliki.


"Baik"


Belatiku ini adalah jawabannya, aku akan menggunakannya untuk mengambil OMA itu dengan cepat dan menambahkan sedikit sihir angin agar laju dari kecepatanku ini tidak terlalu berlebihan.


"Aku mengandalkanmu sekarang, Belatiku"


Dengan berlari sangat kencang hingga tatapan dari Grifin itu tidak bisa melihatku, aku berhasil mengambil OMA dari atas puncak harta tersebut.


"Gawat mereka sudah tidak kuat lagi"


Mereka sudah tidak bisa menahan panasnya api dari Grifin tersebut dan jalan terakhir yang harus aku hadapi adalah membuat Grifin itu mengarah kepadaku dan membuat mereka agar bisa kabur terlebih dahulu.


"Hey... kau... lihat ini"


Aku memanggil Grifin itu dan mengangkat OMA setinggi mungkin agar dia mengarah kepadaku.


"Jika kau ingin ini... maka ambillah"


Berhasil dan benar bahwa Grifin itu kini mengejarku karena OMA bercahaya ini sudah aku ambil.



"Yono apa yang kau lakukan!"


Mereka menghawatirkanku dan aku hanya bisa mengambil jalan ini untuk bisa kabur.


"Kalian bergilah dulu nanti aku akan menyusul!"


Aku harus berpikir agar bisa kabur dari Grifin ini karena jika tidak maka aku akan terus di kejar olehnya.


"Hutan!"


Ya... jalan terakhir yang aku ambil adalah mengarahkan Grifin ini kearah hutan agar dia terperangkap disana.


"Yosh... akan aku coba"


Berlari sangat cepat dengan mengarahkan makhluk ini untuk menuju ke arah hutan.


Namun saat aku masuk ke dalam hutan, Grifin ini nampak tidak mau masuk dan ketakutan melihatnya.


"Eh..."


Layaknya sebuah hewan yang takut akan suatu hal, kini Grifin hanya duduk menatapku dengan mata yang menyedihkan.


"Kenapa dia?, apakah dia takut masuk ke hutan?"


Melihatnya seperti seekor kucing yang kelaparan yang tidak pernah di beri makanan sama sekali.


Tidal ada pilihan lain, aku akan mendekatinya saja agar mengetahui apa yang sedang terjadi dengan makhluk ini.


"Apa kau tidak apa-apa?"


Aku bertanya dan mencoba bahwa mungkin saja Grifin ini bisa bicara, nampak konyol dan aku menyadari bahwa makhluk seperti ini tidak bisa bicara dan lebih bauk aku akan langsung ke intinya saja.


"Aku lapar?"


Heh... makhluk ini berbicara.

__ADS_1


Tidak mungkin bukan dan dilihat dari manapun dia bukanlah manusia, dia adalah Grifin yang melegenda dan makhluk monster penjaga harta biasa.


"Apa kau bisa bicara?"


Dengan rasa penasaran aku bertanya kepada makhluk itu untuk mencari tahu lebih jelas.


"Ya..."


Dia bisa bicara!, aku kaget mendengar hal itu dan baru mengetahui hal baru kembali.


"Bagaimana kau bisa bicara"


Sudah jelas bukan bahwa aneh jika makhluk seperti ini bisa berbicara layaknya manusia.


"Aku adalah makhluk penjaga harta yang di beri sebuah sihir yang sangat tinggi dan aku juga di berikan sebuah sihir agar aku bisa berbicara dan berpikir"


Jadi begitu asal mengapa dia bisa berbicara.


"Lalu mengapa kau takut ke dalam hutan dan mengatakan bahwa dirimu itu lapar?"


Aku juga penasaran kembali akan hal tersebut.


"Aku memiliki sayap yang berbulu juga diriku ini bertubuh besar jadi jika aku masuk ke dalam hutan maka sayapku bisa rusak, beserta di sungai itu sudah tidak ada lagi makanannya jadi aku mengatakan kepadamu bahwa diriku lapar dan meminta tolong untuk carikan aku makanan"


Jadi itu alasan kenapa dia berhenti dan tidak mengejarku kembali, lebih baik aku gunakan kesepakatan ini menjadi sebuah hal yang bagus.


"Hey bagaimana jika kita membuat kesepakatan, aku akan mencarikan makanan untukmu tapi kau berikan bola ini kepada para penduduk desa dan jangan pernah kau ambil kembali"


Ini adalah kesepakatan yang aku buat dan mau tidak mau harus di setujui.


"Baiklah"


Memang itu adalah jalan terakhir yang harus kau lakukan dan kini tinggal diriku yang harus mencari makanannya, lebih baik aku panggil mereka saja.


"Oke, dan tunggu sebentar aku akan memanggil teman-temanku"


Aku pikir mereka sedang bersembunyi di dalam lubang itu kembali dan lebih baik aku kesana untuk memberitahukan mereka.


Menuju ke lubang besar itu kembali dan benar bahwa mereka sedang di sembuhkan satu sama lain luka panas dari Grifin tersebut.


"Oi... apa kalian tidak apa-apa"


Saat aku mendekati mereka dan melambaikan tangan, mereka berempat langsung berdiri dan sudah siap melawan kembali Grifin tersebut.


"Yono hati-hati"


Tidak seperti ini juga dan akan sulit kembali aku untuk memberitahukan hal ini.


"Sudah tidak apa-apa, dan kini aku sudah membuat kesepakatan dengan Grifin ini bahwa jika kita memberikan makanan kepadanya maka OMA akan boleh kita ambil kembali"


Wajah mereka nampak masih ketakutan dan tidak ada cara lain kembali.


"Tapi bagaimana dan apa makanan dari Grifin itu?"


Aku juga belum tahu apa makanan sesungguhnya dari Grifin ini.


"Aku memakan ikan dan sejujurnya aku sudah terpenuhi makanan keseharianku dari sungai di belakang sarang milikku, namun saat suatu hari sungai itu tiba-tiba saja kering yang membuat makanan keseharianku hilang seketika"


Jadi asal dari makanan miliknya adalah sungai di belakang sarangnya, tidak ada pilihan lain kecuali membuka kembali aliran sungai disana dan membuat kesepakatan ini terselesaikan.


"Baiklah, kami akan membuka kembali aliran air di sungai itu"


Kamipun menuju ke asal dari aliran sungai besar ini berada dan membuka kembali agar Grifin ini memperbolehkan kami untuk membawa pulang OMA.

__ADS_1


__ADS_2