
Aku bingun dengan apa yang wanita ini katakan tapi penawarannya sama seperti Elsa, jika aku menerima hal itu dengan kondisi Elsa yang masih pingsan sekarang maka akan gawat nantinya.
Untuk sekarang yang aku harus lakukan adalah membicarakan hal ini saat Elsa sudah sadar nanti.
"Maaf tapi, aku tidak bisa memutuskan hal itu sebelum Elsa bangun"
Aku mengatakan itu agar penolakan tawaran ini terasa halus.
"Elsa?, oh.. wanita yang kau gendong"
Wanita ini melihat Elsa dan seakan tahu bahwa Elsa sering muncul disini.
"Ikuti aku dan kita bicarakan disana"
Wanita ini menyuruhku untuk mengikutinya ke sebuah tempat, dengan kondisi Elsa yang masih pingsan aku merasa bingung akan semua tempat dan hal disini.
Wanita ini menuntunku ke jalan tempat dimana dia akan memberitahukan tempat yang pas untuk kami berbicara lebih lagi, dan aku juga belum berkenalan dengannya kini namun wanita ini terasa amatlah santai.
"Kita sudah sampai, masuklah"
Wanita ini menunjukkan sebuah rumput yang bergantung berderet rapi di bawah pohon besar seakan sebuah rumah pohon besar.
__ADS_1
"Kemana?"
Aku tidak mengerti yang wanita itu tunjukan dan juga di depanku ini adalah sebuah rumput gantung yang tidak ada jalan didepannya lagi.
"Kau ini, buka rerumputannya. Ayo masuk"
Wanita ini membuka rerumputan itu dan terlihat bahwa di balik itu ada sebuah jalan lagi yang menuju ke arah rumah kayu.
Hal yang baru aku temui di dunia ini kembali, dan juga agar lebih akrab akupun mencoba berkenalan dengannya. Rasanya agak sulit karena akupun tidak pernah mencoba untuk berkenalan dulu saat diduniaku dan hanya berdiam diri dengan berteman dengan laki-laki, tapi saat aku berpikir kembali bahwa aku ini sudah di dunia yang berbeda, akupun mencoba memulainya.
"Anu bolehkah aku mengetahui namamu?"
"Oh maaf aku lupa memperkenalkan diri, Namaku CHAIN HARDOTYEN HOLKY umurku delapan belas tahun dan aku seorang penyihir api, panggil aku CHAIN saja"
Seorang penyihir api dan dia bernama CHAIN, nampaknya dirinya sebagai seorang penyihir lebih berbakat dibanding denganku dengan rambutnya yang berwarna seperti api membuatnya sangatlah cocok disebutkan hal itu.
"Namaku ADI SARYONO panggil saja YONO karena ibuku memanggilku begitu, dan ini ELSA seorang petualang yang aku selamatkan. Umurku tujuhbelas tahun"
Aku juga harus memperkenalkan diri agar bisa lebih akrab dengannya dan dengan demikian bisa dikatakan bahwa perkenalan diriku ke seseorang gadis berhasil.
__ADS_1
"Elsa ya, memang benar bahwa dia adalah seorang petualang, dan nampaknya kau kuat karena bisa menyelamatkan petualang hebat sepertinya"
Chain memujiku layaknya sudah akrab saja padahal kami ini baru saja bertemu, dan juga aku tidak menyangka bahwa Elsa adalah seorang petualang hebat.
Kami berjalan mengikuti jalan yang sudah tersedia dan pada saat kami sampai ternyata didalam rumah ini berisi seperti tempat untuk membuat mantra.
"Selamat datang dirumahku Yono"
Chain berkata bahwa ini adalah rumahnya dan juga banyaknya sejumlah alat untuk membuat ramuan ini terasa seperti layaknya rumah penyihir.
"Permisi"
Dengan sopan aku masuk ke rumahnya dan melihat bannyak sekali ramuan disini.
"Kau bisa meletakkan Elsa disini"
Chain menyuruhku untuk meletakkan Elsa di tempat duduk untuk disembuhkan dan juga aku baru menyadari kenapa Chain bisa sampai sejauh ini menolong kami, untuk memastikan hal itu aku menanyakan langsung ke Chain.
"Chain mengapa kau sampai sejauh ini menolong kami"
Dengan rasa ragu aku bertanya kepadanya dan saat Chain telah mengambil ramuannya dan berjalan ke arah Elsa, Chain mengatakan:
__ADS_1
"Agar aku bisa menjadi anggota KLAN milikmu"
Alasan bahwa Chain membantu kami adalah agar Chain bisa bergabung untuk masuk KLAN kami, menurutku itu hal yang tidak usah dipirkan karena aku dan Elsa juga belum membuat KLAN sama sekali, namun bantuannya sungguh baik dan sudah dipastikan bahwa Chain adalah orang yang baik.