SARYONO MASUK ISEKAI

SARYONO MASUK ISEKAI
LUBANG CACING


__ADS_3

"Besar!!!"


Apa ini aku baru melihat sebuah lubang sebesar ini di dalam hidupku.


Beserta gelap dan tak ada cahaya di dalamnya membuatku sangat susah untuk melihat ke depan.


"Apa ini sebuah jalan untuk menuju ke sarang Grifin itu?"


Bagaimana lubang sebesar ini dubuat, tapi aku sangat kagum melihatnya.


"Ya, dan kita akan melewati ini"


Namun tunggu dulu, jika kami melewati ini dan cacing itu...


Ya cacing yang mereka maksud dan aku belum melihat cacing apa itu, bagaimana mungkin bila lubang sebesar ini dihuni oleh makhluk kecil.


Sudah pasti akan besar semua bukan karena cacing kecil tidak akan tinggal di sini.


"Lalu bagaimana dengan cacingnya?"


Wajah mereka berempat nampak santai sekali.


"Bagaimana?, ya kita akan melawannya"


Bukan itu maksudku dasar.


"Bukan itu yang aku maksud tapi bagaimana besar dari makhluk itu"


Jika besar maka aku lebih baik melewati danau penuh Slime itu sendirian.


"Tidak besar dan kau santai saja, tetaplah di belakang kami"


Omong saja besar nanti kalau bertemu juga mereka akan takut dan minta tolong ke diriku.


"Ayo masuk"


Kami berlima masuk ke dalam lubang besar ini dengan membawa sebuah bola lampu yang di dalamnya ada sebuah sihir, sangat berguna untuk menerangi jalan kami.


Dan saat kami sudah jauh dari tempat awal kami mulai, aku mendengar sebuah bunyi yang aneh.


"Kreek"

__ADS_1


Diriku yang kaget langsung berteriak.


"Huwaaa!... apa itu!"


Namun wajah mereka juga ikut kaget karena teriakan dariku.


"Ada apa!... huh yono bisakah kau tenang sedikit dan berhentilah menghadap kebelakang nanti kau tersandung bagaimana"


Tenang sekali wajah dari Chain ini, tapi aku masih ketakutan disini dengan tangan yang sudah bergetar.


"Mudah bagi kalian tapi tidak bagiku"


Sudah setengah jalan kami melewati lubang ini dan tinggal sedikit lagi karena jalan ini tidak cukup panjang.


Pikirku ini sudah berakhir dan tidak ada rumor cacing itu sama sekali karena kami sudah hampir sampai.


Namun hal yang aku impikan kini hanyalah impian biasa.


"Semuanya bersiap"


Karena makhluk ini di depan kami.


Aku di suruh untuk tidak melihatnya karena mereka tahu bahwa diriku sangatlah takut kepadanya.


"Baik, aku akan tetap menghadap kebelakang"


Mereka sudah siap dengan sihir mereka dan juga di sini tanahnya sangat lembab hingga membuatku susah untuk berjalan atau berlari jika dalam kondisi berbahaya.


"Fire!"


Sudah mulai menembakkan sihir beserta kemampuan mereka, diriku hanya menghadap ke belakang dan tidak bisa melihat pertarungan karena dilarang oleh Chain.


"Apakah sudah selesai"


Mendengar bahwa suara sihir mereka sudah selesai dan suara dari makhluk itu yang mati layaknya suara monster di film itu sudah aku dengar.


"Ya, tapi kenapa wujudnya tidak hancur?"


Aku ingin melihatnya, rasa penasaran ini sangat berbahaya.


"Apakah aku boleh melihatnya"

__ADS_1


Aku ingin... ingin sekali melihat makhluk yang aku takuti itu sepuluhribu kali lebih besar dari yang aku pernah lihat.


"Ya"


Setelah mendengar itu dan akupun membalikkan badanku untuk melihat makhluk aneh yang aku takuti.


Dan benar saja, besar dengan mulut penuh gigi tajam dan mempunyai mata sangat besar.


Dia raja dari lubang ini, dan benar diriku ini sedang ketakutan karena ketika aku melihatnya.


Aku tidak bisa menggerakkan badanku, mungkin ini adalah ketakutan yang mendalam sampai tidak bisa dihilangkan.


"Yono apa kau..."


Saat mereka menanyakan tentang diriku yang sedang terkejut melihat makhluk aneh ini.


Suara mereka seakan hilang setelah hampir selesai menyelesaikan kata-katanya saat bertanya kepadaku, wajah mereka seakan sangat ketakutan dan berasa bahwa di diri mereka sedang berkata "ini sangatlah gawat".


Aku mulai membalikkan wajahku untuk melihat ke belakang dan wajar saja bahwa mereka takut karena.



"Tenang yono"


Cacing besar dengan dua kali lebih besar dari yang sudah di kalahkan itu kini sedang di belakangku, melihat ke arahku dan...


"Aaa... yono dimakan... cepat selamatkan dia"


Aku di makan oleh cacing dengan ukuran dua puluh meter lebih dan di seluruh tubuh cacing itu ada tangan yang sangat menakutkan, beserta di dalam mulutnya itu sangatlah bau hingga mataku menangis karena bau itu.


"Kau tidak apa-apa"


Aku ingin pulang... ke masion milikku di kota dengan menikmati secangkir teh yang di temani oleh roti hangat.


"Gawat yono sudah tidak bisa melanjutkan perjalanan kembali jika seperti ini"


Aku ingin pulang... menikmati secangkir kopi dengan pemandangan dari belakang masion milikku yang di temani oleh burung cantik dan aliran sungai yang jernih.


"Mau bagaimana lagi, aku akan menggendongnya jadi kita harus tetap melanjutkan perjalanan ini"


Aku di gendong oleh chain dan perjalanan menuju sarang Grifin masih berlanjut, aku lemas dengan di tambah lagi ketakutan yang tidak bisa di hilangkan kembali.

__ADS_1


__ADS_2