SARYONO MASUK ISEKAI

SARYONO MASUK ISEKAI
MENUJU KERAJAAN BERDENIA


__ADS_3

Setelah kami mengantar sang putri, kami lalu di beri sebuah hadiah berupa koin emas dalam jumlah yang banyak.


Seluruh kerajaan terkejut saat saya membawa sang penyihir hitam langsung ke dalam istana dan untuk menenagkan semua hal itu, aku harus menjelaskannya dalam kurun waktu yang lebih dari dua jam.


Melelahkan namun hal itu cukup agar penyihir hitam bisa bergabung di KLAN kami dan di anggap baik bagi seluruh negeri.


Lalu untuk KLAN milikku ini, nampaknya mereka masih takut dan belum terima akan keputusanku yang memasukkan sang penyihir hitam bergabung.


Untung saja aku berhasil kembali dalam menenangkan mereka dan sekarang hanya tinggal sang penyihir hitam untuk lebih dekat dengan mereka bertiga.


Kejadian itu sudah satu hari yang lalu dan kami sekarang sedang menuju ke daerah timur lebih tepatnya ke sebuah KERAJAAN bernama BERDENIA karena di berikan sebuah QUEST dari kepala KLAN.


Sejujurnya walau sekali saja, aku ingin bersantai di rumah dan menghabiskan secangkir teh hangat yang di dampingi oleh roti dari kedai kesukaanku.


Huuuh....., melelahkan tapi mungkin lama-kelamaan disini aku makin suka.


Bersama teman-temanku melewati lembah dan bukit, padang rumput dan lautan.


Aku suka semua itu.


"Yono.... Saryono bangun"


Heh.... aku tertidur dan baru bangun lalu menyadari diriku sedang di atas kereta yang sedang menuju ke KERAJAAN BERDENIA.


"Maaf... nampaknya aku kelelahan"


Sang penyihir hitam membangunkanku yang sedang lupa akan QUEST kali ini.


"Huh kau ini, kita akan melewati padang rumput katak"


Padang rumput katak adalah sebuah padang rumput lebar yang di mana isi dari padang rumput itu bukanlah hanya rumput hijau biasa.


Namun banyak sekali hewan dan hewan yang paling berbahaya disini adalah KATAK RAKSASA.


"Dimana ELSA dan ZORA?"

__ADS_1


Aku bertanya demikian dan CHAIN menjawab:


"Mereka ada di atas kereta untuk mengawasi agar para katak raksasa itu tidak mendekat"


Ya... ternyata bunyi getaran di atas kereta itu adalah ELSA yang gemetaran dan takut akan liur dari KATAK RAKSASA itu.


"Bagaimana ini"


Bersama ZORA disampingnya yang ikut waspada juga.


"Tenang saja ELSA, mereka pasti tidak akan mendekat"


Itulah kata mereka tapi saat kami sudah berada di tengah-tengah padang rumput, mereka datang dengan jumlah yang cukup banyak.


"Mereka...... Mereka datang!!!"



Sudah jelas bahwa ELSA akan berteriak sangat kencang.


Baru saja bersikap tenang namun ZORA dengan sihir yang tidak mempan ke para KATAK RAKSASA itu menjadikannya berteriak sangat keras karena ketakutan.


"Yono... lakukan sesuatu, di depan kita ada-"


CHAIN mengatakan hal itu karena di depan kita ada KATAK RAKSASA yang berukuran lebih besar dari yang lainnya.


"Biar aku saja"


Seketika saat aku akan berdiri, penyihir hitam mengatakan hal itu dan keluar dari kereta untuk menunjukan sesuatu kepadaku.


"Lihat ini saryono aku akan menunjukan sihirku kepadamu, DARK HILLER"


Kekuatan sihir hitam itu layaknya sebuah gelombang air berwarna hitam, dengan di sertai angin hitam yang menerpa rerumputan di bawah.


Membuat para katak itu lari dan menjauh dari kami.

__ADS_1


"Eh..."


Mereka bertiga terkejut melihatnya dan jujur saja aku juga terkejut karena baru pertama kali melihat hal ini di saat aku sudah di dunia bernama isekai ini.


"Lihat bukan"


Dia kembali ke kereta dengan wajah puas tersenyum.


"Ya... tapi sihir apa itu"


Aku ingin mengetahuinya karena rasa penasaran akan hal yang baru tadi.


"Sihir itu bernama DARK HILLER, lebih singkatnya jika kau menggunakan sesuatu yang sangat bau seperti tumbuhan LILUI itu maka mereka akan pergi dan aku mengolah bau itu menjadi sebuah sihir yang tidak bau bagi kita namun bau bagi musuh yang kita serang"


Jadi itu yang membuat mereka pergi.


"Dan efek sampingnya yaitu kita akan bau jika dalam waktu satu atau dua hari tidak mandi"


Heh... sihir itu ada efek sampingnya, tapi itu adalah sihir yang cukup hebat menurutku.


"Apa yang kau lakukan MORCA.... FUNDSE.... DAIHEL...."


Dengan patah-patah ELSA mengatakan hal itu kepada sang penyihir hitam.


"Ara... aku hanya menggunakan sihirku untuk melindungi diri dan panggil saja aku MORCA"


Dengan tenang sang penyihir hitam hanya mengatakan hal itu dan mungkin mulai sekarang aku akan memanggilnya MORCA.


"Tapi hal itu berbahaya bukan dan aku juga baru melihat hal itu!"


Sudah aku duga bahwa yang bertama kali berteriak seperti ini adalah ELSA.


"Sudahlah, ayo kita segera lanjutkan perjalanan"


Dengan sikap dewasanya CHAIN mengatakan hal itu dan menyuruh cepat untuk kita melanjutkan perjalanan.

__ADS_1


Memang KLAN yang ramai akan sifat masing-masing anggota yang berbeda dan tidak memungkinkan kami untuk terus maju namun, kami disini selalu terus maju untuk terus berpetualang melihat hal yang harus kita temui di setiap perjalanan kami.


__ADS_2