
Pintu kayu di tengah sungai yang menempel pada batu besar layaknya sihir kuat telah menyatukan mereka bersama hingga pintu dan batu besar ini tidak terkikis sama sekali oleh air sungai yang mengalir.
Gagang pintu yang sudah berkarat membuktikan bahwa pintu ini sudah lama tidak di gunakan sama sekali.
Aku, Elsa, Chain, dan Zora membuka pintu itu dan waspada akan yang terjadi jika kami masuk ke dalamnya.
"Aku akan membukanya"
Terlihat wajah mereka sudah siap menyerang jika terjadi sesuatu setelah membuka pintu kayu ini.
"Iya"
Dan setelah aku membukanya, kami hanya di kejutkan tentang ruangan hitam yang ada di dalam pintu kayu tersebut.
Ruangan yang hanya memiliki satu jalan dan juga dengan kondisi yang gelap beserta tanah yang kita sedang lalui ini basah, maka kami hanya bisa berjalan dengan pelan saja.
"Biar aku menggunakan sihir cahaya agar kita bisa melaluinya"
Bagus bahwa Elsa berkata dia bisa menggunakan sihirnya agar bisa untuk melewati jalan ini dan tidak perlu lagi menggunakan mataku yang bercahaya karena mereka pasti akan terkejut nantinya.
"Ya itu bagus"
Membaca mantra aneh yang di akhiri dengan kata cahaya, cahaya itu muncul di tangan Elsa layaknya bola kecil dan menerangi jalan kami untuk sampai ke istana penyihir hitam.
"Cepat kita harus sampai kesana sebelum matahari terbit"
Tapi saat kami sedang berjalan, aku mengetahui bahwa Zora masih terkejut atas apa yang dia lihat tadi.
Aku tidak mengerti tapi yang jelas aku harus waspada dan konsentrasi untuk tidak lengah sekalipun.
"Hei dengar"
Chain nampak mendengar sesuatu.
"Apa"
Namun kami tidak mendengar suara sama sekali.
"Diam sebentar, itu semacam suara…"
Chain mendengarkan sesuatu hal yang aneh yang tidak bisa kammi dengar sama sekali.
__ADS_1
Apa yang dia dengar dan bagaimana telinga miliknya bisa sampai mendengar hal yang tidak kami dengar, aku masih tidak tahu apa-apa tentang mereka.
"Itu suara… itu suara langkah kaki yang sangat banyak"
Langkah kaki, Chain mendengar suara langkah kaki yang lebih dari satu orang.
"Langkah kaki, bukankah hanya kita saja yang ada disini"
Semakin waspada dan mengetahui bahwa ruangan ini layaknya gang sempit dengan memiliki hanya satu tujuan.
"Suara itu semakin mendekat"
Suara apa yang sebenarnya Chain dengar.
"Aku akan bersiap untuk apa yang akan menyerang kita nanti, tolong jaga Zora karena dia masih pingsan"
Aku sudah bersiap untuk menerima serangan jika saja musuh datang.
"Itu seperti diatas kita-"
Chain mendengar hal tersebut dan berkat bahwa suara aneh itu ada di atas kami.
"Di atas"
Memiliki taring yang panjang beserta warna tubuhnya yang bercorak hitam membuat kami takut atas makhluk baru yang pernah aku temui.
"Itu… itu adalah SPIRID!"
SPIRID, apa nama yang sangat keren itu.
"SPIRID!, lebih baik kita kabur saja dari pada menghadapinya karena jika tersentuh oleh salah satu bagian tubuhnya maka kita akan lumpuh lalu akan dimakan olehnya nanti"
Kami berlari menghindari makhluk besar aneh itu dan hanya mengikuti jalan yang sudah di tentukan.
"Kalau begini terus maka tidak akan ada hentinya"
Tapi hal buruk terjadi saat kami melihat cahaya di depan kami.
"Itu ada cahaya"
__ADS_1
Aku mengira bahwa cahaya itu adalah jalan keluar tapi saat kami sampai.
"Mungkin itu adalah jalan keluar-"
Kami melihat banyak sekali jaring layaknya sarang laba-laba ada di setiap sisi dinding dan hanya melihat bahwa makhluk yang tadi kami lihat ternyata kebih banyak sekali disini.
"Ini.. ini adalah neraka"
Sudah jelas bahwa Elsa akan terkejut dan takut melihat hal ini dan pasti Zora masih pingsan karena ketakutan atas apa yang pernah dia lihat.
Sarang yang penuh dengan makhluk bernama SPIRID, menakutkan dan juga sangat besar.
Tapi yang jelas bahwa kami disini sedang melakukan sebuah tugas jadi kami harus melawan mereka.
"Chain, apakah ada cara untuk melawan mereka"
Aku bertanya pada Chain yang sudah mengetahui makhluk ini.
"Ya dan kelemahan dari makhluk ini sangatlah sulit untuk kita cari karena kelemahannya adalah MANA.
Mana adalah sebuah energi yang di perlukan untuk kita membuat sebuah sihir.
"Mana, lalu bagaimana caranya"
Mungkin kami akan menyelesaikannya dengan cepat untuk kali ini.
"Keluarkan saja MANA milikmu dan kendalikanlah untuk mengarahkan semua MANA milikmu ke arah SPIRID dan mereka pasti akan kehilangan kendali otak mereka lalu mati"
Ternyata hanya seperti itu caranya, sekarang aku paham dan saat kami mendiskusikan hal itu.
Aku melihat bahwa semua SPIRID ini mendekat pada kami dan kami tidak bisa membuat ini terlalu lama.
"Akan aku coba, MANA!"
Dengan menekankan pikiranku dan menyentuh tanah disana, aku mengalirkan semua MANA milikku dan menyuruhnya untuk menyerang para SPIRID yang menghalangi jalanku.
Cahaya bersinar dari tanah yang membuat para monster itu menggila lalu aku meraih tangan mereka dan berlari agar tidak ada yang menyerang kami kembali.
"Cepat"
Entah makhluk apa itu tapi yang jelas bahwa QUEST kami belum selesai sama sekali.
__ADS_1
•NEXT•