
MALING, ya itu adalah cara licik dari duniaku yang biasa di gunakan oleh para pencuri.
"tapi bagaimana aku bisa melewati penjagaan seketat itu, mungkin jika aku melihat dengan jelas celah dari mereka pasti akan bisa aku lewati"
Aku memantau setiap gerak-gerik para penjaga dan masih memikirkan cara lain agar bisa masuk, namun sesaat seolah keberuntungan datang dengan tiba-tiba.
"Hei apa kau dengar itu"
"Ya aku dengar, ayo kita pergi"
Suara dengan nyaringnya terdengar di seluruh istana, layaknya sebuah panggilan bagi setiap makhluk penghuni disini untuk berkumpul di suatu tempat.
"Kesempatan yang bagus dan ini adalah sebuah keberuntungan"
Itu pikirku tapi nampaknya hal ini salah, karena masih ada satu makhluk yang masih memantau di depan pintu masuk.
"Bagaimana cara agar dia bisa mengalihkan pandangan"
Alihkan sebuah pandangan agar aku bisa masuk kedalam, tapi apa yang membuat dia tertarik.
"Apa?"
Saat aku sedang memikirkan suatu hal agar bisa membuat makhluk itu mengalihkan pandangannya, tiba-tiba saja angin hangat menghembus dan terasa sangat nyaman di kulit maupun daerah sekitar.
Sebuah kupu-kupu biru menyala mengikuti laju arah angin itu seakan menggiring diriku untuk terus maju.
Banyak sekali kupu-kupu bercahaya berwarna biru cerah layaknya langit, melihatnya hal baru kembali dan diriku terpesona akan itu.
Tapi ini bukanlah saatnya untuk memujinya, mengagumi suatu hal bisa nanti saja karena sekarang adalah waktunya aku untuk menyelamatkan teman-temanku dan menyelesaikan QUEST ini.
__ADS_1
"Apa!, makhluk itu sudah tidak ada di pintu"
Seketika saja aku melihat bahwa makhluk penjaga pintu itu sudah tidak ada, heran dan aku melihat ke sekitar.
"Dimana… dimana makhluk itu, mungkinkah!"
Ya itu benar bahwa makhluk itu sedang berada diantara para kupu-kupu yang saling beterbangan, aku baru tahu ada makhluk yang bisa menempel dan bergerak seperti itu tapi yang jelas sekarang saatnya aku lolos.
"Sihir untuk mempercepat kaki"
Berlari dengan kencang masuk dan mengendap-endap saat sudah berada di dalam, istana yang megah dan didalamnya semua berwarna hitam yang di cahayai oleh cahaya lilin.
Aku harus berhati-hati agar tidak ada makhluk yang melihat diriku sudah berada di dalam istana mereka.
"Dimana ruangan yang bercahaya itu… mungkin saja bila aku ke atas maka aku akan menemukannya"
Aku mencari ruangan bercahaya yang tadi aku lihat dan sedang mengendap-endap dengan suatu gaya yaitu gaya MALING.
Bingung dan gelisah kini sedang aku rasakan dan mengerti saja bahwa ini adalah hal pertama bagiku di ruangan sebesar ini dengan isi makhluk yang bisa saja membunuhku kapanpun.
"Tenang… tenang… , tidak bisa... kenapa aku tidak bisa tenang!"
Tanganku gemetar dan seolah aku telah masuk dalam rumah kematian manusia.
Demi menghentikan hal yang membuat diriku takut ini, aku menutup mataku dan menghangatkan pikiran beserta konsentrasi yang harus aku jaga.
Pikirkan…
"Suara itu lagi, siapa dia dan apa maunya"
__ADS_1
Pikirkan…
"Siapa kau"
Pikirkan teman-temanmu…
Mataku tertutup dan ada cahaya di depanku yang mengatakan bahwa diriku harus memikirkan teman-temanku.
Siapa dia, aku tidak mengerti tapi yang pasti.
"Elsa, Chain, Zora… kalian"
Aku melihat wajah dari teman-temanku yang tersenyum ke arahku dan seketika saja menghilang di kegelapan.
"Oi… kemana kalian"
Mereka menghilang di kegelapan dan saat aku membuka mata, aku merasa sedikit marah akan hal yang baru saja aku lihat dan meneruskan hal ini tanpa memikirkan apa yang akan terjadi nantinya.
"Sihir…. ARAH"
Sihir yang menentukan arah dengan memanfaatkan sebuah elemen angin dan menggunakannya sebagai sebuah petunjuk.
"Aku gunakan"
Mencari sebuah ruangan bercahaya dengan cahaya yang terang di dalam sebuah kegelapan.
Mencari sebuah nyawa dengan bentuk yang berbeda warna dengan warna nyawa pada umumnya.
"Ya ini dia"
__ADS_1
Aku berhasil menemukannya dan benar bahwa warna nyawa dari penyihir hitam adalah yang paling berbeda sendiri.
"WARNA MERAH LAYAKNYA DARAH"