
Setelah tertidur amatlah lelap, akupun bangun seperti biasa yaitu saat pagi hari sebelum jam enam.
Dalam kondisi di dunia ini yang masih amat sejuk saat pagi hari membuat Elsa yang masih tidur membuatnya kedinginan.
Aku melepas jaketku dan memberikan kepadanya sebagai selimut agar lebih hangat.
Disamping itu aku pergi kesungai untuk mandi, layaknya seorang pelajar SMK seperti dulu, akupun mandi di pagi hari karena hal ini sudah terbiasa bagiku.
Walaupun di dunia yang berbeda mandi bagiku adalah suatu kewajiban untuk membersihkan badan.
Nampak bahwa sungai ini amatlah jernih sampai-sampai ikan kecil di deretan bebatuan inipun bisa dilihat dengan mata biasa.
"Air ini jernih sekali, sampai ikanpun bisa dilihat"
Aku berpikir untuk menyiapkan sarapan dipagi hari ini dengan memakan ikan panggang saja, dengan memanfaatkan banyak sekali ikan besar disini akupun memburu ikan disini.
Di duniaku dulu aku sudah terbiasa mencari ikan disungai dan membuatku sangat ahli saat mencari ikan besar di sungai ini.
Dapat, dapat, dan dapat. Kini aku berhasil mendapatkan empat ikan besar dan aku rasa cukup untuk kami dua orang.
Aku kembali dan melihat bahwa Elsa masih tertidur, sambil membuat sarapan akupun mengambil air untuk diminum.
Aku menemuka sebuah pohon seperti bambu di pinggir sungai dan merasa aneh bahwa pohon bambu di dunia ini berbuah dan berbunga.
Aku hanya memanfaatkan bambu dan buah itu saja untuk dimakan beserta wadah minum, aku membakar ikan tersebut dengan cara yang baik, bumbu aku dapatkan seperti kemarin dan rasa yang aku buat kini mungkin berbeda dengan rasa daging hewan berbulu kemarin.
Lima menit aku bakar dan aroma harumnya sudah menyebar luas sampai ke hidung Elsa hingga membuatnya bangun.
"Bau enak apa ini"
Elsa bangun dengan berkata demikian.
"Ini sarapan yang aku buat, mandi sana dan segeralah untuk sarapan"
Aku berkata demikian, menyuruhnya untuk mandi dan kembali untuk sarapan.
Saat Elsa kembali, sarapanpun sudah siap dengan buah dari pohon bambu yang aku dapatkan beserta ikan hasil buruan yang nampak lezat untuk berada dimulut.
"Apa ini enak?"
__ADS_1
Elsa berkata demikian dengan rasa ragu melihat buah dari bambu.
"Coba saja"
Elsa mencobanya dan melihat wajah setelah Elsa memakannya adalah wajah dari seseorang yang merasakan makanan enak.
"Ini enak, buah apa ini?"
Merasa senang bahwa buah yang Elsa makan adalah buah yang enak.
"Itu buah dari wadah minum ini"
Aku menunjukannya dan berkat demikian, lalu kami melanjutkan dengan memakan ikan hasil buruanku.
Ikan ini cukup besar dan juga teksturnya yang empuk amat sangatlah mudah untuk dimakan.
"Ini kau mengambilnya sendiri?"
Elsa kembali ragu akan pertanyaannya.
"Iya aku mengambilnya sendiri disungai"
Mungkin saja Elsa mengira bahwa aku membuat ikan ini dari sihir, dan setelah selesai makan kamipun memutuskan untuk pergi ke kota.
Aku menanyakan demikian karena dari kemarin aku mencari arah kota.
"Kota.. aku brasal dari sana jadi aku akan menunjukkan arah kepadamu dengan satu syarat"
Elsa mau menunjukkan arah kepadaku namun dengan sebuah syarat dan syarat itu adalah:
"Aku ingin berpetualang denganmu, aku tahu kau adalah seorang petualang jadi, aku ingin hidup bersamamu"
Dengan wajah yang memerah atas pernyataannya, Elsa memintaku untuk berpetualang denganku.
Memang benar bahwa nanti aku juga akan berpetualang untuk mencari pekerjaan dan merasakan hidup didunia ini tapi jika aku membawa seseorang mungkin akan merepotkan.
"Tapi-"
Aku berkata tapi, namun kata yang belum lengkap itu dipotong oleh Elsa.
__ADS_1
"Tidak ada kata Tapi, tenang saja aku tidak akan menjadi beban untukmu dan mulai sekarang kita akan membuat suatu KLAN"
Elsa mengatakan kembali bahwa dia akan berpetualang denganku dan berniat membuat KLAN.
"Apa itu KLAN?"
Aku bertanya demikian agar tahu arti KLAN di dunia ini.
"KLAN adalah sebuah kelompok petualang yang dimana mereka berpetualang bersama saat susah maupun senang"
Jadi arti kata KLAN adalah semacam sebuah grup atau biasa di sebut di sebuah game adalah Guild.
Untuk sekarang yang aku harus lakukan adalah mempercayainya dan mengikuti arahannya sampai ke kota.
"Baiklah, aku akan membuat KLAN denganmu"
Seolah senang Elsa menatapku berkaca-kaca layaknya Elsa baru mendapatkan hadiah.
"Untuk yang pertama, bolehkah aku melihat kartu ID milikmu"
Pertanyaan kali ini adalah Kartu ID, sebuah hal yang tidak aku ketahui sama sekali dan membuatku bingung.
"Apa itu kartu ID?"
seolah kaget diapun berkata:
"Apa kau tidak memilikinya?"
Aku heran apa yang sedari tadi dia katakan.
"Iya aku tidak memilikinya"
Menghela nafas dan berlanjut berkata kepadaku seakan orang pasrah.
"Mau bagaimana lagi, ayo kita pergi ke kota dan membuat katu ID untukmu dan setelah itu kita membuat KLAN"
Itu adalah kata yang sedari tadi aku tunggu dan baru dikatakan tadi.
"Oke ayo"
__ADS_1
Kita meninggalkan hutan dam berjalan pergi ke kota dengan langkah kaki dai atas tanah juga hembusan angin yang segar di sertai matahari yang muncul membuatku tahu kenapa temanku ingin sekali pergi ke ISEKAI, bahwa ISEKAI ini adalah tempat yang indah dan aneh.