
Setelah mendengar suara "sampai jumpa" akupun terasa seperti merasakan hal yang aneh, yaitu aku merasakan sedang tiduran di atas rumput yang hangat dan lembut.
Aku mencoba untuk membuka mataku dan ingin melihat bagaimana sebuah dunia yang dinamai ISEKAI.
"Sejuk, namun rumput ini terasa hangat, dan apa ini!"
Aku melihat batu besar melayang layaknya tidak ada grafitasi sama sekali dan juga awan yang sangat indah beserta gunung-gunung yang berjejer rapi mempercantik pemandangan di mataku ini beserta aku melihat bajuku sudah berganti menjadi baju yang aneh.
Aku berdiri untuk melihat sekeliling dan nampaknya aku tidak tahu akan hal didunia ini, aku berpikir apakah didunia ini ada halte bus ataupun angkotan kota untuk menuju ke arah kota, tapi nampaknya itu hal yang mustahil karena jalan di depanku saja masih terbuat dari tanah yang keras.
Sementara untuk jalan menuju kekota akupun tidak tahu dan bagaimana dengan kehidupanku disini nanti karena aku tidak punya uang, namun saat aku meraba bagian saku dari bajuku ini aku menemukan sebuah gulungan dan sejumlah koin yang nampaknya dia berikan untukku sementara hidup di kota.
"Gulungan dan koin"
Aku menyimpan koin itu dan membuka gulungan yang layaknya seperti gulungan orang pada zaman dahulu yang pernah aku tonton di televisi.
"Selamat untuk kau yang telah sampai di ISEKAI Saryono, nikmatilah hal yang kamu belum rasakan di dunia sebelumnya dan cobalah untuk tidak salah menggunakan kekuatanmu, aku juga memberikan uang untuk kau hidup disana juga untuk ahli sihir sepertimu, hidup disana layaknya seperti sebuah rumah sendiri jadi sampai jumpa Saryono"
Setelah aku membaca gulungan itu, aku menyadari bahwa tempat ini benar-benar bernama ISEKAI.
Hal yang selalu temanku kagumi dan walaupun hanya mendengar hal itu sesingkat tapi aku nampaknya mengerti arti dari ISEKAI tersebut.
"Bukankah ini dunia lain!"
Memang benar bahwa ini bukan bumi karena banyak batu besar saling melayang diatas langit dan juga nampak angin ini amat sangatlah sejuk ditambah suasana yang panas membuat hal ini sangatlah indah untuk orang jelajahi.
Untuk yang pertama aku lakukan adalah menuju ke arah kota agar aku bisa tinggal disana, akupun melihat ke sekitar tapi tidak melihat apa-apa kecuali sebuah gunung.
Diriku mulai cemas tapi aku mengingat yang dia katakan bahwa aku ini adalah ahli sihir, dia berkata bahwa aku akan mengarungi dunia ini seperti sebuah rumah sendiri.
"Seperti rumah sendiri maksudnya apa, juga bagaimana caranya menggunakan sihir?"
Aku berkata kepada diriku sendiri untuk hal yang sedang aku pikirkan, sebuah hal yang bersangkutan dengan sihir dan sihir diduniaku hanya bisa dilakukan oleh seorang dukun tapi disini aku bisa menggunakan sihir.
Untuk sihir yang pertama aku perintahkan untuk terbang, dengan berkonsentrasi sangatlah keras aku membayangkan diriku terbang.
__ADS_1
"TERBANG"
Berkata demikian dengan memejamkan mata dan saat aku mulai membuka mata aku melihat langit ada di depanku, aku merasakan hembusan angin yang amatlah kencang dan saat aku melihat ke bawah aku melihat diriku yang amat tinggi dari tanah ini membuatku takut.
"Aduh... aku salah menggunakannya"
"Sekarang bagaimana aku turun"
Kepanikanpun datang dan membuatku menjadi sangatlah takut akan hal yang dinamakan jatuh dari langit.
Bagaimana caranya untuk turun aku tidak tahu, tapi rasanya dengan perintah untuk turun bisa jadi tapi kalau begitu mungkin bisa turun dengan sangatlah cepat dan tubuhku bisa hancur karena terjatuh dari langit ke tanah.
Untuk yang pertama aku menyadari bahwa aku sedang ada dilangit dalam kondisi terbang layaknya pesawat, untuk mengendalikan hal ini aku perlu untuk lebih bisa menggunakannya.
Aku berpikir bahwa jika aku membayangkan untuk melaju kedepan mungkin aku bisa melaju kedepan, dengan begitu aku bisa mengendalikan ini secara berlahan-lahan.
"Ayo melaju"
Bisa, hal itu sekarang bisa aku lakukan bahwa aku bisa melaju kedepan secara perlahan mengikuti perintahku dan sekarang hanya perlu untuk mencari cara untuk turun.
Aku turun secara perlahan dan saat aku turun aku melihat segerombolan manusia di tengah hutan, aku berpikir untuk menanyakan arah kota dari mereka agar lebih mudah.
Aku mendekati mereka dan turun di depan mereka namun yang aku lihat kini bukanlah hal yang benar, karena aku melihat bahwa segerombolan itu bukan sedang mengobrol dihutan melainkan sedang menyandera seorang wanita cantik berambut Hijau.
Untuk menjaga ketidak pastian agar tidak salah sangka aku menanyakan hal yang akan aku katakan dengan perlahan.
"Permisi bolehkah aku bertanya"
Sesaat aku mengucapkan hal itu, merekapun meresponnya dengan menatapku lalu mendekatiku dan berkata dengan suara keras:
"Apa yang kau maksud bocah sialan"
Mereka memanggilku bocah sialan dan itu terasa sudah biasa karena aku didunia sebelumnya juga dipanggil bocah ingusan yang membuat diriku kebal akan ejekan.
Untuk menjawab pertanyaan darinya akupun masih bersikap sopan untuk menanyai hal itu.
"Bolehkah aku bertanya, dimana arah kota?"
__ADS_1
Untuk yang pertama aku lakukan adalah menanyai hal ini dan jika mereka masih tidak sopan saat menjawab maka aku akan sedikit tegas.
"Hah... serahkan uangmu dulu baru aku akan menunjukan arah kota dan beserta semua senjatamu itu"
Mereka berkata demikian layaknya seorang penjahat yang ingin merampas uang dan senjataku tapi aku disini membuat topik lain untuk bisa menyelamatkan gadis itu.
"Bolehkan saya bertanya kembali, apa yang kalian sedang lakukan dengan gadis disana?"
Aku akan menyelamatkan gadis itu jika gadis itu dalam kondisi kesusahan dan mencari cara untuk kabur.
"Sudah jelas bukan, kita sedang menculiknya dan untuk itu kami juga perlu uang"
Ternyata benar bahwa mereka sedang menculik gadis itu dan aku mencari cara agar bisa menolong gadis itu dengan berpikir keras.
Dengan melihat bahwa orang ini berjumlah lima orang disertai juga mereka memiliki senjata masing-masing di tangannya.
"Bagaimana cara aku bisa menyelamatkannya, apakah bisa dengan senjata yang dia berikan, ataukah aku bisa menyelamatkannya dengan cara sihir, tapi aku tidak bisa cara menggunakannya" aku berkata demikian di dalam hatiku sambil memikirkan sebuah cara.
Nampaknya orang didepanku ini memanglah tidak sabaran karena saat aku sedang memikirkan hal itu orang ini menggertak kepadaku.
"Woi! Cepatlah berikan itu kepadaku"
Yang aku butuhkan yang pertama adalah sebuah sihir yang disebut teleport, dan jika sihir itu tidak ada disini maka aku akan membuatnya.
"TELEPORT"
Benar terjadi bahwa aku berpindah posisi sepeti yang aku bayangkan, dengan membayangkan sebuah tempat dan hal disana aku bisa berpindah tempat sangatlah cepat.
Untuk sekarang aku harus mencari cara untuk membawa wanita ini, aku berpikir untuk membawanya saja dengan mengangkatnya tapi itu terlihat agak tidak normal karena aku juga jarang sekali menyentuh wanita seperti bersalaman.
Untuk kali ini saja aku akan membalikkan diriku yang dulu tidak pernah bermain apa lagi menyentuh wanita sekarang aku akan menyentuhnya wanita kecuali ibu dan adikku.
"Maaf ibu walaupun hanya sekali ini saja dengan menolong wanita ini, TELEPORT"
Aku membayangkan langit tempat tadi aku terbang dan saat sampai disana aku mengucapkan mantra selanjutanya.
"TERBANG"
__ADS_1