SARYONO MASUK ISEKAI

SARYONO MASUK ISEKAI
SALAH ARAH


__ADS_3

Banyak sekali ruangan disini namun aku belum menemukan mereka sama sekali.


"Dimana mereka berada?, sejujurnya aku baru pertama melihat istana sebesar ini"


Sang putri masih bersamaku namun aku tidak yakin bahwa dia bisa memunjukan jalanku kepada teman-teman yang sedang hilang entah dimana.


"Hei... hei kau saryono!"


Dia memanggilku dengan rasa kesal.


"Apa"


Diriku juga begitu karena sifat dia dari awal kita bertemu sudahlah buruk.


"Kau salah arah"


Salah arah... apa maksudnya.


"Salah arah bagaimana?"


Mungkin karena aku jalan terlalu cepat.


"Kau salah arah tahu... bukan ke arah lorong kanan tapi ke arah lorong kiri"


Lorong?... apa yang dimaksud dengan gang besar di dalam istana ini adalah lorong!.


"Kenapa kau tidak bilang dari tadi"


Ya, dan kenapa dia hanya diam saja dari tadi.


"Karena kau jalan terlalu cepat tahu!, kau jalan layaknya dua langkah dari kakiku jadi aku tidak bisa memberitahumu karena aku sibuk mengikuti langkah kakimu"


Dia ini kenapa si!.


"Ya sudah kita harus cepat"


Mungkin jika aku menggendongnya dan melaju dengan sihir, aku bisa saja cepat dan sampai ke mereka bertiga.


Tapi masalahnya bahwa si tuan putri sedang memakai rok panjang dan aku tidak bisa karena mungkin bisa saja mataku tertutup oleh hal itu.


"Huh... dengar ya, istana ini sangatlah besar dan jika kita tidak cepat maka kita tidak akan sampai ke mereka kau tahu!"


Sangat berisik dan mudah sekali marah.


"Lalu bagaimana caranya agar kita sampai tepat waktu"


Dia ini!.

__ADS_1


"Lari"


Hah...


"Lari?"


Apa yang dia katakan aku tidak mengerti.


"Lari dasar bodoh, apa kau tidak mengerti lari. Jika kau menggendongku lalu kau lari maka akan lebih cepat kita sampai kesana"


Apa yang dia maksud sama seperti pemikiranku sebelumnya.


"Tidak..."


Dengan wajah heran dia menatapku.


"Hah"


Dengan muka datar akupun menjawab demikian.


"Tidak, tidak, tidak, itu hal aneh bukan bahwa aku harus menggendongmu dengan kau yang memakai rok panjang. Bagimana jika rok nanti menutupi wajahku"


Dengan demikian masalahpun selesai.


Ya begitulah maksudku tapi...


"Lihat ini dasar orang dengan nama aneh"


"RORI RORI BERUBAH"


Bajunya seketika berubah dan rok panjang megah dengan banyak hiasan kini telah berganti menjadi celana panjang.


Entah sihir berguna apa yang dia pakai tapi hal itu sungguh tidak sopan.


"Dengan ini sudah bukan!"


Tidak salah lagi bahwa dia putri penyihir.


"Ya tapi..."


Aku butuh penjelasan tentang hal ini tapi...


"Sudah tidak ada alasan dan cepat gendong aku lalu aku akan tunjukan arahnya"


Aku menggendongnya dan kami menuju ketempat mereka dengan penuh kecepatan.


"Apakah kesini"

__ADS_1


Putri dan aku saling menunjukan arah dan sampai juga di tempat tujuan.


"Ini dia!"


Pintu besar berwarna emas.


Bukan emas palsu namun ini adalah benar-benar emas asli yang dijadikan sebuah pintu.


Dan didalamnya adalah...


"Tunggu"


Sang putri menyuruhku untuk berhenti saat aku akan membuka pintu.


"Apa kau tidak dengar"


Langkah kaki besar, kami mendengar langkah kaki besar ada di balik pintu itu.


"Ya aku mendengarnya dan lebih baik kita mengendap-endap saja dari pada langsung menyerangnya"


Ide yang bagus namun dilihat dari manapun bahwa istana ini tidak memiliki jendela yang terbuka sama sekali.


"Lalu kita harus lewat mana?"


Putri melihat ke sekeliling dan menyadari bahwa ada suatu jendela atap yang terbuka sedikit.


Walau sedikit tapi hal itu bisa menjadi sebuah peluang.


"Oke ayo"


Aku mengangkat sang putri dan keluar istana dari jendela di atap untuk melihat dari atas isi dari balik pintu emas tersebut.


Dan tidak salah lagi hak itu bahwa teman


temanku disana sedang di sandra.


Tangan dan kaki mereka terikat.


Mulutnya di bungkam.


Lalu penyihir dengan jubah hitam ada di singgah sana sedang duduk manis.


Tapi Aku melihat hal aneh terjadi disini.


"Sang putri!"


Tidak salah lagi bahwa itu sang putri.

__ADS_1


Lalu siapa yang bersamaku dari tadi.


"Kau..!"


__ADS_2