
Setelah kami di berikan sebuah QUEST dari Raja untuk menyelamatkan Putri di tempat tingalnya penyihir hitam, kami menunggang kereta kami dan membawa bekal untuk perjalanan kesana.
Dengan jarak yang cukup jauh beserta medan yang sangat susah untuk di lewati, kami mempersiapkan segalanya dengan teliti dan juga membawa bekal cukup agar kuda kami tidak kelelahan.
Sudah satu hari kami berjalan menuju ke tempat penyihir hitam dan masih satu hari lagi sampai kesana jika kondisi cuaca cerah beserta mendukung.
"Untuk hari ini, kita bermalam disini saja"
Aku memutuskan untuk istirahat karena hari sudah malam beserta kuda kami juga nampak kelelahan karena perjalanan yang jauh.
"Iya kau benar dan aku akan menyiapkan makan malam untuk hari ini"
Kali ini Elsa yang menyiapkan makan malam dan juga aku belum yakin bahwa Elsa bisa membuat makanan atau tidak.
"Biar aku bantu"
Dengan bantuan dari Zora, Elsa nampak membuat daging ayam yang telah kami dapatkan saat perjalanan tadi.
Chain masih membaca buku yang selalu dia bawa dan aku hanya mengurus kuda yang kelelahan dengan mencarikan makanan untuknya.
Memang susah saat mencari makanan kuda di malam hari dan juga aku tidak tahu adanya sungai disini.
"Kau mau kemana?"
Chain bertanya kepadaku tentang diriku yang sedang mencari makanan untuk kuda.
"Aku mencari makanan untuk kuda beserta mencari air di sini"
Malam yang gelap juga tidak ada rumah di dekat sini membuatku susah untuk melihat dari kejauhan.
Tapi saat itu aku mengingat hal yang bisa melihat walaupun gelap tanpa listrik beserta bisa di bawa kemana-mana.
__ADS_1
"Senter, ya senter aku butuh itu tapi aku tidak melihat ada orang yang menjual senter di pasar"
Aku memikirkan tentang senter dan membayangkan tentang senter itu.
"Benda yang bisa memunculkan cahaya, beserta mudah di bawa kemana-mana"
Dengan menutup mataku aku membayangkan tentang benda itu dan terasa sulit karena aku juga belum pernah melihatnya kembali saat ada disini.
Tapi aku selalu melihat senter ada di atas lemariku saat di duniaku dulu beserta saat terjadi mati lampu aku juga menggunakannya untuk mencari lilin.
"Senter… senter… senter… bercahaya…"
Sesaat aku membuka mata hal mengejutkan terjadi.
"Eh.. aku bisa melihat di kegelapan, apa ini ada cahaya di mataku dan juga jaraknya cukup jauh sampai bersinar mengarah ke awan di atas"
Seperti lampu sorot yang bersinar tembus ke awan, mataku kini mengeluarkan cahaya layaknya senter di saat aku mengucapkan nama senter tersebut.
Dengan cepat aku menghampiri sungai tersebut untuk mengambil air beserta buah dan mencari tanaman untuk kuda kami.
"Lumayan mataku bisa mengeluarkan cahaya layaknya senter, dengan begini aku bisa mencari sesuatu saat malam hari"
Setelah mengambil dan membawa banyak tumbuhan, buah, dan juga air. Aku kembali ke tempat mereka yang sudah menungguku.
Tapi saat aku kembali mereka bertiga sudah tidak ada disitu dan hanya ada kuda beserta kereta kami saja.
"Kemana mereka pergi, oi!… kemana kalian"
Aku berteriak memanggil mereka dan juga mereka meniggalkan makanan yang telah mereka buat begitu saja.
"Oi.. ini aku saryono, kemana kalian pergi oi.."
Aku kembali memanggil mereka sekali lagi dan mereka bertiga tidak juga muncul dan saat aku mematikan lampu di mataku.
__ADS_1
"Hmm… lebih baik aku mematikan senter ini"
Dengan langkah dari belakangku yang mengejutkanku mereka bertanya.
"Apa kah itu kau Yono?"
Itu suara dari Chain yang sedang bertanya kepadaku.
"Iya.. iya ini aku dan kenapa kalian seperti takut begitu"
Mereka bertiga nampak takut dan saat itu Elsa bertanya tentang benda yang tadi mereka lihat.
"Kami tadi melihat benda terbang bercahaya sedang mengarah kesini dan itu membuat kami takut jadi kami bersembunyi, kami mengira itu iblis jenis baru atau hantu"
Nampak lucu mereka mengatakan itu, aku mengatakan tentang senter ini kepada mereka bertiga yang ketakutan.
"Hahahaha… ini adalah senter yang tadi aku buat dan cahaya itu terpancar di mataku, cahaya itu bisa memancarkan sinar dengan jarak yang jauh dan hanya bisa memancarkan cahaya dari mata saja makannya aku beri nama sihir SENTER"
Sejujurnya bahwa aku menghayal tentang senter lalu tiba-tiba saja cahaya keluar dari mataku dan itu sangatlah terang.
"Senter?"
Chain dan Elsa nampak tidak tahu dan bingung tapi Zora kagum akan sihir yang dinamai senter itu.
"Waahh.. Senter, memang hebat Yono seperti penyihir legendaris saja"
Penyihir legendaris itu apa, dan juga aku hanya melakukan hal itu kebetulan saja.
"Ya sudah terserah kalian, mari kita makan sekarang dan ini air beserta buah beserta pakan kuda yang aku dapatkan tadi"
Malam yang sunyi juga tidak terlalu dingin dan tidak terlalu hangat dengan suasana yang pas kami berempat menikmati perjalanan ini.
Sihir baru yang aku temui berkat membayangkan senter kini mudah untuk digunakan saat malam hari.
__ADS_1