Sebatas Pacar Sewaan

Sebatas Pacar Sewaan
Bertemu lagi


__ADS_3

Perasaan ini rasanya tak tertahankan. Aku ingin sepenuhnya memiliki mu.


-Keenan-


🍁🍁🍁


"Kau sungguh sudah membaik Keen?"


"Ya.. kau bisa mengeceknya sendiri." Ucap Keenan sambil berjalan melangkah menuju Shanum yang tengah duduk.


Kini Keenan sudah duduk di samping Shanum, meraih jemari Shanum dan meletakkan di kening Keenan.


"Deg.." Jantung Shanum mendadak berdetak cepat.


"Bagaimana?"


"Ya.. sudah tidak demam." Jawab Sha dan menurunkan tangannya segera, tak lagi menempel di kening Keenan.


"Tadi Oma menyulitkan mu Sha?"


"Sedikit, mungkin setelah ini aku perlu menjelaskan pada mamahku."


"Kau akan berkata yang sebenarnya."


"Entahlah." Jawab Sha bingung.


"Aku bisa bantu jelaskan ke mamahmu."


"Enggak perlu, biar aku saja nanti." Tolak Sha cepat.


"Sha." Panggil Keenan kembali dengan menyandarkan tubuhnya pada sisi sofa yang tengah di dudukinya.


"Ya.."


"Bagaimana kalau kita keluar?"


"Tidak-tidak, kau baru saja sehat, kau harus istirahat." Tolak Sha cepat.


"Aku bosan, lagi pula aku juga sudah membaik."


"Kamu istirahat saja dulu."


"Ini membosankan Sha, ayo kita keluar saja." Pinta Keenan lagi dan langsung bangkit dari duduknya saat itu.


Keenan melangkah begitu cepat, dan meninggalkan Shanum dalam sekejap. Shanum hanya bisa menatap kepergiannya, bahkan panggilannya tidak membuat Keenan berbalik dan menghampiri Shanum.


Shanum memutuskan untuk ikut bangkit dari duduknya. Ia mulai menatap sekeliling akhirnya. Mencari kesibukan sambil menunggu Keenan kembali. Entah apa yang sedang Keenan lakukan sekarang. Pergi begitu tiba-tiba.


Sampai akhirnya Shanum terdiam, menatap sebuah foto yang terpasang di dinding rumah Keenan. Foto Keenan dengan Oma, tampak begitu bahagia. Lalu foto di samping mereka membuat Shanum mengerutkan kening dan berpikir.


"Mungkinkah ini..." Bisik Sha dan kemudian terhenti saat Keenan kembali hadir dan memanggil dirinya.


"Sha.." Panggil Keenan.


Shanum membalikkan tubuhnya, mencari datangnya suara itu, suara yang selalu di dengarnya.


Shanum terdiam kemudian, ia tatap Keenan yang sudah mengubah tampilannya. Sudah terlihat begitu rapi dan siap untuk pergi seperti apa yang ia katakan tadi.


"Kamu serius mau pergi?" Tanya Sha sambil melangkah menghampiri Keenan.

__ADS_1


"Ya.." Jawab Keenan cepat dan bersamaan dengan dirinya meraih jemari Sha dan menggenggamnya.


Keenan mengajaknya melangkah, namun Shanum mencoba menarik tangan Keenan dan bertanya lagi untuk memastikannya, menghentikan langkahnya yang begitu tiba-tiba.


"Kita mau ke mana?" Tanya Shanum kemudian.


"Kita cari kado saja buat Oma." Ucapnya dan genggaman tangannya semakin erat terasa oleh Sha.


"Tapi Keen...." Ucap Sha dan tiba-tiba saja Keenan mendekatkan wajahnya ke wajah Sha.


Terlihat jelas sekali wajah Keenan di mata Sha. Begitu tampan dan berhasil membuat Shanum tak berkedip. Begitupun dengan Keenan. Ia dapat melihat wajah Shanum dengan jelas. Wajah yang cantik, wajah yang bersih dan putih.. dan bibirnya..membuat Keenan menelan salivanya sendiri.


Saling menatap satu sama lain akhirnya. Terdiam untuk beberapa detik dan menimbulkan irama detak jantung yang tak menentu.


"Apa yang ku lakukan." Bisik Keenan dan dengan cepat ia mengalihkan pandangannya segera.


"Kita tetap pergi." Ucap Keenan dan kembali mengajak Shanum melangkah.


Shanum terdiam untuk waktu yang lama, sampai-sampai ia tak sadar bahwa dirinya telah melangkah bersama dengan Keenan menuju mobil Keenan.


"Duh.. barusan mau ngapain." Bisik Shanum sendiri sambil menahan jantungnya yang seakan ingin melompat.


Sedangkan Keenan, ia tersenyum sepanjang langkah kakinya.


.


.


.


.


"Apa kabar kamu Nay?" Tanya Oma sambil membalas pelukan Naya dan mengusap punggungnya perlahan.


"Naya baik, Yuk Oma kita duduk di sana." Tunjuk Naya pada sebuah kursi kosong di sebuah kafe mereka berada sekarang.


"Keenan gimana keadaannya Oma?" Tanya Naya kemudian setelah mereka berhasil duduk di kursi.


"Keenan sudah lebih baik, ada Shanum di sisinya."


"Shanum." Ulang Naya karena ia merasa penasaran dengan nama itu. Sebuah nama yang begitu familiar.


"Ya.. Shanum. Keenan belum cerita apapun tentang pacarnya ke kamu?"


"Belum..." Jawab Naya menggeleng.


Naya masih tampak bingung. Sejak kapan Keenan punya pacar baru. Dan kenapa nama Shanum begitu tak asing diingatannya.


"Kamu harus bertemu dengan Shanum, dia cantik dan baik." Puji Oma kemudian.


Naya kembali terdiam namun akhirnya ia memutuskan untuk tak terlalu memikirkannya . Ia bisa bertanya nanti dengan Keenan.


Di tempat lain, Keenan dan Shanum telah sampai di salah satu pusat perbelanjaan di ibu kota. Mereka melangkah bersama dengan tangan yang masih saling menggenggam.


"Kita ke sana?" Tunjuk Keenan ke salah satu toko pakaian yang jaraknya tak terlalu jauh dari Sha maupun Keenan berdiri saat ini.


Melangkah kembali secara perlahan, menuju toko yang ditunjuk Keenan. Menatap sekeliling kemudian.


"Pilihlah gaun yang kamu suka."

__ADS_1


"Loh.. kenapa jadi aku?" Tanya Sha bingung dan menatap Keenan saat itu.


"Memang tujuan kita ke sini untuk itu."


"Kamu bilang mau membeli kado untuk Oma."


"Aku sudah memesannya."


"Ish.. kamu membohongiku." Ucap Sha dengan wajah yang menekuk.


"Sudahlah.. yuk aku bantu pilihkan." Ucap Keenan tersenyum dan ia melangkah lebih dulu masuk ke dalam toko.


Shanum akhirnya menyusul Keenan kemudian. Matanya memandang sekitar.


"Kenapa aku harus membeli gaun." Gumamnya sendiri, namun tatapannya fokus ke banyak gaun di hadapannya akhirnya.


Tak berapa lama kemudian Keenan kembali, dengan beberapa gaun di tangannya. Membuat Shanum menatap tak percaya.


"Cobalah." Pinta Keenan.


"Sebanyak ini."


"Aku tak tahu, mana yang kau suka. Cobalah aku tunggu kamu di luar." Pinta Keenan kembali setelah menyerahkan beberapa gaun ke Shanum.


"Tapi Keen.."


"Menurutlah.."


Shanum awalnya ragu, tapi rasanya tak tega jika harus menolaknya terus. Rasanya Keenan sudah bersusah payah mencarikan gaun untuknya. Toh ini tidak merugikan dirinya.


Walau masih terasa berat, Shanum pun akhirnya melangkah menuju ruang ganti. Mencoba salah satu gaun yang dipilihkan Keenan untuknya.


Ia tersenyum kemudian. Ia tatap wajahnya dan penampilannya saat ini.


"Kenapa bisa pas sekali." Ucap Sha dan tersenyum sendiri.


Sesekali ia putar tubuhnya untuk melihat tampilnya dari sisi belakang, kiri dan kanannya. Sebuah gaun hitam yang dipilihkan Keenan untuknya.


Shanum pun memutuskan untuk keluar dari ruang ganti, bermaksud untuk menunjukan tampilannya. Ia kembali menatap sekelilingnya mencari sosok Keenan berada. Saat ia sudah berhasil mengetahui keberadaan Keenan ia pun melangkah meninggalkan ruang ganti segera dan bahkan terlihat tergesa.


"Au.. sorry..sorry.." Ucap Sha yang saat itu telah menabrak seseorang yang berada di hadapannya tanpa disadarinya.


"Tidak apa." Ucapnya.


"Kamu.." Ucap Sha terhenti tiba-tiba, dirinya tengah berpikir, rasanya pernah bertemu dengannya. Seorang pria yang tengah berada di hadapannya saat ini.


"Hai.. kita bertemu lagi." Ucap Pria itu dengan tersenyum.


.


.


.


.


Jodoh kali ya, kalo bertemu lagi🤔


wkwkwk Author minta ditimpuk🤣🤣🤣, kalo jodoh terus Keenan mau di kemanain🤭

__ADS_1


Dukung terus ya.. like dan komen baiknya🤗


__ADS_2