
Aku suka sekali saat kau menggodaku..
-Keenan-
🍁🍁🍁
Huft..
Sha terdiam untuk beberapa saat setelah Rena menghubunginya. Namun ia cepat tersadar mengingat Keenan tengah menunggunya saat ini.
Perlahan Sha keluar dari mobil dan melangkah menuju toko yang ada di hadapannya, kemudian masuk ke dalam.
Namun, lagi- lagi Sha terdiam, saat menatap Keenan tengah bersama seorang wanita. Wanita yang tak ingin Shanum temui. Wanita yang telah membuat dirinya mengucapkan kata putus pada Keenan.
"Sha.." panggil Keenan.
Pandangan mereka bertemu akhirnya, begitupun wanita yang di samping Keenan. Ia ikut menatap kehadiran Shanum.
Dengan perasaan yang tak menentu, Sha memutuskan untuk melangkah. Melangkah masuk lebih ke dalam. Ia tak berlari menghindar seperti apa yang pernah ia lakukan sebelumnya.
Dengan mengambil napas yang begitu panjang, dengan langkah yang terasa begitu berat, dengan hati yang entah kenapa begitu tersiksa lihat mereka bersama, tapi yang Sha tau, Keenan itu sekarang miliknya bukan milik Yuna lagi. Itulah yang membuat dirinya berani melakukan hal ini.
Keen terlihat ingin menghampiri Shanum saat itu, namun terhalang oleh tarikan tangan Yuna , menghalanginya untuk pergi untuk kesekian kali. Namun Keenan tetap berusaha melangkah menghampiri Sha, mencoba melepaskan genggaman tangan Yuna.
Sha dan Keenan akhirnya saling berhadapan, saling menatap dan seakan terlihat raut wajah Keenan yang begitu khawatir menatap Sha.
Keenan takut, jika Sha akan salah paham lagi tentangnya. Sebelumnya Sha berlari, ia pergi tanpa Keenan tau keberadaanya. Ia begitu terpuruk saat itu. Keenan tak mau hal itu terjadi lagi dan lagi.
"Maafkan aku sayang, aku baru datang. Aku tak lamakan?" ucap Sha dengan jemari yang sibuk memainkan kerah kemeja yang Keenan tengah kenakan.
Keenan terkejut mendengarnya, kedua bola matanya membulat sempurna. Kenapa Shanum bisa semanja ini di depannya. Namun ia suka melihat sikap Shanum yang seperti ini.
Tanpa aba-aba, Keenan langsung melingkarkan tangannya di pinggang Sha. Mendekatkan tubuhnya dengan tubuh Sha.
"Tidak..kamu tidak lama." ucap Keen dengan berbisik di salah satu telinga Sha. Membuat Shanum bergetar tak menentu.
"Apa yang kalian lakukan." teriak Yuna tiba-tiba yang merasa tak terima dengan kemesraan yang mereka tampilkan.
Sha membalas dengan senyum saat itu, senyum kemenangan dan membuat Yuna semakin murka.
"Kau ini kenapa?" kau lupa, kalau Keenan sekarang milikku, bukan milikmu. Betulkan sayang?" ucap Sha seolah mencari pendukung dengan apa yang diucapkannya.
"Kau hanya mantan." ucap Sha lagi dan perlahan, lalu Sha tersenyum.
Terlihat wajah Yuna yang begitu kesal, ia marah mendengar ucapan Shanum barusan. Ia merasa tersakiti dengan kata-kata Shanum.
"Cukup.." teriak Yuna tak terima dan kali ini Yuna yang pergi, begitu cepat dan akhirnya meninggalkan Keenan dengan Sha.
Brakkk... Yuna membanting pintu saat itu.
"Yuna benar sudah pergikah?" tanya Sha memastikan dengan melihat langkah kaki Yuna yang terus bergerak menjauhi dirinya dan Keenan.
__ADS_1
"Ya.." jawab Keenan cepat dan ia tersenyum menatap Sha kembali.
Keenan masih begitu takjub melihat sikap Sha yang berbeda dari biasanya, dan sekarang ia kembali menjadi dirinya setelah Yuna pergi.
Setelah yakin Yuna telah benar-benar pergi, Shanum menghembuskan napasnya. Ia mencoba menenangkan hatinya. Perlahan ia mulai melepaskan pelukan Keenan padanya. Namun Keenan menghalanginya, Keenan tetap memeluknya dan makin erat, bahkan Keenan masih saja tersenyum menatap Shanum saat itu.
"Kenapa?" tanya Sha.
"Aku tak tahu, kamu bisa bersikap seperti tadi." ucap Keenan dan masih menunjukkan wajahnya yang begitu bahagia.
"Aku terlalu jahatkan pada Yuna?"
"Tidak.." jawab Keenan dan menggeleng cepat, tampak lega bagi Sha mendengarnya.
"Keen, bisakah kau melepaskan pelukanmu sekarang." pinta Sha kemudian karena ia merasa mulai risih dengan banyak pasang mata memperhatikan mereka.
"Aku tidak mau."
"Keen, ayolah.. banyak yang melihat kita sekarang." pinta Shanum lagi dan begitu malu mendengar penolakan dari Keenan.
"Peluk aku dulu yang erat."
"Keen.." ucap Sha dan menatap Keenan memohon.
"Peluk aku.." ulang Keen masih tak mau mengalah.
Dan Sha pun akhirnya memutuskan untuk memeluk Keenan, Keenan tersenyum bahagia sekali bahkan ia makin memeluk Shanum begitu erat.
.
.
.
.
Dengan amarah yang begitu tinggi, Yuna tampak melangkah begitu tergesa ke luar dari toko meninggalkan Keenan.
Ia begitu kesal, dan terima dengan sebutan mantan untuknya dari Shanum.
"Aku pasti akan membalasnya." ancam Yuna lalu menghentikan taksi yang melintas di hadapannya.
Setelah menaiki taksi, Yuna langsung mengambil handphone dan menghubungi seseorang dan tak lain adalah Endru.
"Tolong aku.." pinta Yuna langsung ke intinya.
"Ada apa? kenapa tiba-tiba berkata seperti itu."
"Aku benci Keenan, aku benci." ucap Yuna lagi dan Yuna menangis.
"Honey, apa yang telah Keenan lakukan?" tanya Endru dan merasa panik dibuatnya.
__ADS_1
"Dia telah bersama wanita lain, dia telah mengkhianati ku."
Endru terkejut sekali mendengarnya, apa yang selama ini diharapkannya telah menjadi kenyataan. Endru bahagia namun ia tak menunjukkan kebahagiannya itu dengan buru-buru.
"Apa yang harus aku lakukan?"
"Aku ingin Keenan menjauhi wanita itu, aku ingin mereka berpisah. Aku tak ingin mereka bahagia."
"Tenanglah.. tenangkan dirimu dulu." pinta Endru dan mencoba berpikir saat itu.
.
.
.
.
Sha dan Keenan telah kembali dan berada di dalam mobil lagi. Sering kali Keenan menatap Sha dan selalu tersenyum.
"Kenapa kau melihatku seperti itu terus?" tanya Sha dan menjadi salah tingkah dibuatnya.
"Aku penasaran sekali, bagaimana kamu bisa menggodaku seperti tadi?"
"Menggoda mu bagaimana?" tanya Sha lagi.
"Kau berinisiatif mendekatiku, bisa kau ulang lagi?"
"Hah.." Sha terkejut ia tak menyangka Keenan berkata seperti itu.
"Siapa yang mengajarimu?" bisik Keenan dan membuat hati Sha bergetar.
"Aku suka sekali saat kau memainkan jemarimu." ucap Keenan lagi lalu mengarahkan jari-jari Sha ke dadanya.
Jantung Sha makin berdegup kencang. Keenan bahkan begitu dekat dengan dirinya, wajahnya begitu dekat dengan wajahnya. Ia berbisik seakan menggelitik dirinya.
"Rena.. Rena.. yang mengajariku." jawan Sha cepat. Dan Keenan tertawa mendengarnya, ia tertawa karena melihat kepanikan yang tersirat pada wajah Shanum.
Perlahan ia sedikit menjauhkan dirinya pada Sha. "Aku harus berterima kasih pada temanmu."
"Untuk apa?"
Keenan hanya terdiam namun tersenyum. Lalu ia mulai mengendari mobilnya tanpa memberi jawaban pada Shanum.
.
.
.
.
__ADS_1
🤭🤭🤭