Sebatas Pacar Sewaan

Sebatas Pacar Sewaan
Yuna, Dia Yuna


__ADS_3

Kenapa aku merasa lemah saat ini, aku tak sanggup menatap kenyataan yang tengah menghampiriku.


Kenapa dia kembali..


-Shanum-


🍁🍁🍁


Sempat melupakan sosok wanita yang hadir begitu tiba-tiba, namun saat meeting telah berakhir, Shanum teringat kembali dengan wanita itu.


"Sha, kau kenapa lagi?" tanya Keenan setelah seluruh peserta meeting pergi satu persatu.


"Memangnya aku kenapa?" tanya Sha sambil merapikan beberapa file dan laptop di meja meeting siang itu. Berpura-pura tak terjadi apapun padanya.


Keenan yang awalnya duduk menatap sikap Shanum sejak tadi, dan akhirnya bangkit dari duduknya dan kemudian melangkah menuju Shanum.


"Sha.." panggil Keenan mendekat, dan membuat Shanum mengakhiri kesibukannya dalam sekejap.


"Aku tak apa-apa Keen." jawab Sha gugup.


"Sungguh.."


"Ya.." jawab Sha cepat dan senyum kecil berhasil dibuatnya.


"Oke, apa rencana mu siang ini?"


"Hemm... Keen, bolehkah aku makan bersama Rena siang ini? aku sudah lama sekali tak bersamanya." pikir Shanum dan memutuskan.


"Oke.. aku ikut."


"Jangan sekarang, nanti saja."


"Apa bedanya sekarang dan nanti?"


"Lain waktu saja ya, aku janji Keen. Rena nanti shock berat melihat kamu ikut makan bersama."


"Ehmm, Oke.. tapi kau harus janji." ucap Keenan dan Sha tersenyum menyetujui.


"Yasudah, kita kembali ke ruang kerja dulu, baru kau pergi."


"Kau duluan saja Keen, aku mau ke toilet sebentar."


"Oke.." jawab Keenan cepat.


Shanum pun kembali menyibukkan dirinya dengan file-file yang belum sempurna tersusun rapi sejak tadi.


"Aku bantu.." ucap Keenan kembali dan membuat keduanya saling menatap dan tersenyum kembali.


Setelah merapikan semuanya, seperti apa yang diucapkan Sha pada Keenan. Shanum pun ke toilet terlebih dahulu sebelum dirinya kembali ke ruang kerjanya.


Sha tatap wajahnya pada cermin besar yang ada di hadapannya saat ini. Ia membasahi wajahnya itu dan kemudian terdiam.


Bayang - bayang wanita itu hadir kembali di pikiran Shanum.


"Aku ingin menemui mu Keen, makannya aku di sini. Kau tidak merindukan ku?" ucap wanita itu tadi.


Kalimat itu selalu saja terngiang, dan akhirnya Shanum berhasil mengingatnya. Ya.. Shanum mengingatnya. Wanita itu mirip sekali dengan Yuna. Bukan mirip, tapi itu memang Yuna. Wajah Yuna yang selama ini Shanum kenal hanya lewat foto.

__ADS_1


"Yuna, dia Yuna." ucap Shanum tiba-tiba.


Seketika hatinya begitu perih. Melihat Yuna kembali, ketakutan- ketakutan muncul di benak Shanum.


Shanum merapikan dirinya dengan cepat. Meninggalkan toilet segera. Melangkah dan berlari menuju ruang kerja kembali. Entah kekuatan dari mana ia peroleh, sehingga ia dapat berlari secepat yang ia bisa.


Shanum ingin bertanya pada Keenan langsung, Shanum ingin memastikannya lagi. Sejujurnya ia berharap wanita itu bukan Yuna, tapi rasanya tak mungkin, sangat tak mungkin.


"Yuna kembali.." bisik Shanum disepanjang langkahnya.


Lalu ia terdiam, mengatur napasnya yang berlomba karena terlalu cepat melangkah. Sebuah pintu besar sudah ada di hadapannya saat ini. Ia telah sampai di ruang kerja Keenan.


"Bagaimana aku harus bertanya padanya." bisik Shanum lagi.


Ia tarik napasnya begitu panjang, dan dihembuskannya perlahan. Ia raih gagang pintu itu dan membukanya.


Klek...


Terbuka sedikit demi sedikit. Terdengar suara lain di dalam sana. Suara yang sama seperti suara yang ia dengar di pagi tadi. Suara yang ia takutkan. Suara wanita itu, suara Yuna.


"Keen.. kau ini kenapa?" tanya Yuna dan berhasil meraih jemari Keenan.


"Kenapa kau bersikap seperti ini padaku? Aku kembali Keen, karena aku merindukanmu."


"Kau sungguh merindukanku?"


"Tentu Keen, makanya aku di sini sekarang." ucap Yuna dan kali ini ia raih tubuh Keenan dan memeluknya.


Shanum terpaku terdiam menatap itu semua, matanya membulat dan akhirnya terbentuk genangan air di kedua matanya.


Shanum justru membalikan tubuhnya dan berlari meninggalkan ruangan itu.


Bruk..


"Sorry..sorry Sha." ucap seseorang yang berhasil ditabrak Shanum saat itu.


Shanum menggeleng, menandakan bahwa ini bukan kesalahannya, melainkan kesalahannya sendiri. Namun Shanum tak mampu meminta maaf. Ia hanya bisa berlari sejauh yang ia bisa.


Radit yang telah ditabrak Shanum, dan akhirnya terdiam menatap sikap Shanum yang berbeda.


"Ada apa dengan Shanum?" tanyanya sendiri.


Radit Kembali melanjutkan langkahnya, memasuki ruang Keenan dan Ia sama terkejutnya dengan Shanum. Namun Radit bersuara.


"Keenan." panggil Radit.


.


.


.


.


Yuna berdiri, merapikan penampilannya. Ia tengah bersiap untuk menemui Keenan. Sudah dua jam berlalu, dan menghadirkan kebosanan di benak Yuna.


"Kau mau kemana?" tanya Aulia.

__ADS_1


"Ke tempat Keenan. Seharusnya meetingnya sudah selesai kan." ucap Yuna penuh dengan keyakinan.


"Kau mau ikut?" tanya Yuna kemudian.


"Tidak.. aku tak mau, kamu saja."


"Oke.." ucap Yuna dan kemudian pergi setelah memastikan penampilannya sempurna.


Aulia terdiam menatap kepergian Yuna. Wajahnya tampak begitu bahagia. Senyum terukir di wajahnya, apa yang diharapkannya beberapa hari ini akan segera tercapai. Bertemu dengan Keenan.


Namun apa yang diharapkan Yuna tak semulus angannya. Keenan tampak tak acuh dan masih begitu dingin padanya.


Klek..


Yuna membuka pintu saat itu, tanpa mengetuknya. Terdengar suara Keenan, memanggil seseorang.


"Shanum, kau sudah kembali." ucap Keenan saat itu.


Keenan tengah menatap kedatangan seseorang. Seseorang yang dikiranya adalah Shanum. Lalu Keenan terdiam saat menyadari bahwa bukan Shanum yang sedang menghampirinya.


Yuna yang tengah melangkah menghampirinya, pandangannya tak lepas dari sosok Keenan yang tengah duduk saat ini. Pria yang diharapkannya, pria yang ingin ditemuinya, pria yang dirindukannya.


"Keenan.." panggil Yuna dengan memberikan senyum terbaik yang ia miliki.


"Yuna.." ucap Keenan.


Yuna menarik kursi yang ada dihadapannya, ia duduk menghadap Keenan.


"Kenapa kau di sini?"


"Kau ini kenapa?, bukannya kamu menginginkan aku kembali?" tanya Yuna dan Keenan hanya diam.


"Oke.. aku paham sekarang, kamu marah? Maafkan aku Keen. Sekarang aku sudah ada di sini, kamu masih tak mau memaafkanku?"


Keenan pun bangkit dari duduknya. Menghadap jendela besar yang mengelilingi ruang kerjanya. Terlihat jelas kesibukan ibu kota siang itu.


"Keen.. kau ini kenapa?" tanya Yuna lagi dan ikut bangkit dari duduknya, menghampiri Keenan, Ia raih jemari Keenan dan menggenggamnya.


"Kenapa kau bersikap seperti ini padaku? Aku kembali Keen, karena aku merindukanmu."


"Kau sungguh merindukanku?"


"Tentu Keen, makanya aku di sini sekarang." ucap Yuna dan kali ini ia raih tubuh Keenan dan memeluknya.


Ditempat lain, dengan jarak yang tak terlalu jauh. Ada sepasang mata yang menyaksikan pembicaraan Keenan dengan Yuna. Ya.. Shanum hadir dan melihat semuanya.


.


.


.


.


Mohon maaf bikin Shanum sedih🤭🤧😂


sabar dulu ya🙈🙈🙈

__ADS_1


__ADS_2