
Aku terkejut tapi aku bahagia..
-Shanum-
πππ
Keenan tertawa tiba-tiba, membuat Shanum menjadi semakin tak mengerti.
"Kok, ketawa sih." protes Shanum.
Entah apa yang sebenarnya terjadi. Awalnya Shanum begitu gugup saat Keenan memintanya untuk menemaninya. Tapi mendengar tawanya kali ini, membuat rasa gugup itu sirna begitu cepat.
"Kau sedang berpikir apa?" tanya Keenan sambil menahan tawanya.
"Aku tidak berpikir apa-apa."
"Kau gugup?" tanya Keenan lagi.
Deg..
"Bagaimana Keenan tau?" bisik Sha.
"Aku tau yang kau pikirkan saat ini." ucap Keenan menebak dan membuat Shanum menatap Keenan penuh dengan pertanyaan.
Keenan kembali memeluk tubuh Shanum, memeluknya dengan erat.
"Temani aku tidur sebentar Sha, aku akan kembali ke kamarku nanti. Dan kau tau usah khawatir, aku tak akan melakukan apapun padamu." ucap Keenan menenangkan.
Shanum yang mendengarnya akhirnya tersenyum. Entah kenapa ia berpikir hal lain dengan kata-kata Keenan yang meminta untuk menemaninya.
Ya.. Dirinya dan Keenan memang sudah sama -sama dewasa. Namun sekarang Shanum yakin Keenan pria baik yang akan menjaganya tanpa harus melakukan hal dewasa sebelum waktunya.
"Maaf.. ku kira.." ucap Shanum dan terhenti saat Keenan ikut berbicara.
"Tidurlah.." pinta Keenan sambil mengusap lembut rambut Sha dan kemudian mencium keningnya.
Tak berapa lama kemudian, hanya terdengar hembusan napas milik Keenan, kehangatan pelukan Keenan. Keenan sudah tertidur begitu cepat. Keenan terlihat lelah malam ini.
Kedatangan Yuna dan membuat Shanum pergi. Rasa cemas yang begitu tinggi dirasakan Keenan ketika dirinya masih belum berhasil menemukan keberadaan Shanum.
Keenan tak ingin melepaskan Shanum, sama sekali tak ingin melepaskannya. Biarkan Shanum berada terus dalam pelukannya seperti malam ini.
Lain halnya dengan Shanum yang masih belum dapat memejamkan matanya. Ia beranikan diri menatap wajah Keenan yang begitu dekat dengan wajahnya.
Pria yang telah berhasil membuat hatinya berdebar sedang tertidur terlelap dengan tetap memeluknya.
"Pasti kamu lelah sekali sehari ini." ucap Sha dalam hati.
"Terima kasih Keen, untuk tetap memilihku." ucap Sha dan tampak disadari ia mengecup bibir Keenan.
Shanum terkejut dengan apa yang telah dilakukannya sendiri. Bagaimana bisa ia melakukan itu, diam-diam mencium Keenan.
Shanum tutup wajahnya dengan ke dua telapak tangannya, jantungnya kembali berdetak cukup cepat karena kebodohan yang telah dilakukannya.
__ADS_1
"Tenang Sha.. tenang.." ucap Shanum sendiri dalam hati.
Mencoba menutup matanya seperti apa yang telah Keenan lakukan. Mungkin dengan ikut tertidur tidak akan terjadi hal yang memalukan seperti apa yang dilakukan Shanum tadi.
.
.
.
.
Tok..tok..tok..
Shanum mencoba membuka perlahan ke dua matanya, menatap jam dinding kemudian. Ia terbangun saat sebuah ketukan kembali terdengar dari balik pintu kamarnya.
"Sha.. kau sudah bangun?" panggil seseorang yang Shanum tau, Oma yang sedang memanggilnya.
Shanum menggeliat, merenggangkan otot-ototnya, namun terkejut saat menyadari Keenan masih berada di sampingnya, di tempat tidurnya.
"Ah.. Keen.. kenapa kamu masih di sini?" tanya Sha dan berusaha membangunkan Keenan pagi itu.
"Pagi Sha.." sapa Keenan dan ia tersenyum menatap Sha.
"Sudah tak ada waktu Keen, cepat kau bangun. Bersembunyi lah, ada Oma datang." ucap Shanum panik sambil mendorong tubuh Keenan untuk bangun segera.
"Tunggu Sha.. tunggu.." pinta Keenan yang merasa belum siap dengan kondisinya yang baru saja terbangun.
"Tidak bisa tunggu, cepat kau sembunyi. Oma memanggil lagi Keen. Kau sembunyi lah di kamar mandi, atau di lemari." pinta Shanum lagi dengan suara yang begitu pelan khawatir Oma mendengarnya kepanikannya.
Setelah melihat Keenan bangkit dari tidurnya dan melangkah ke kamar mandi dengan segera, dan saat itu pula Shanum melangkah menuju pintu dan hendak menemui Oma.
"Pagi Oma.." sapa Shanum saat Oma sudah berada dihadapannya.
"Bersiaplah, kita sarapan setelah ini." pinta Oma dan disambut dengan anggukan Shanum.
"Oma tinggal ya, Oma juga harus membangunkan Keenan." ucap Oma dan disambut dengan keterkejutan Shanum lagi.
Apa jadinya jika Oma pergi ke kamar Keenan dan tak mendapati Keenan di kamarnya. Bisa bahaya jika Oma tau kalau sebenarnya Keenan berada di kamarnya semalaman.
"Oma.." panggil Sha dan meraih jemari Oma menghalanginya untuk pergi.
"Ya.."
"Boleh Shanum saja yang membangunkannya Oma." bujuk Sha dan berharap Oma menyetujuinya.
Jantung Shanum menjadi dag dig dug menunggu jawaban dari Oma.
"Ya.. Kau saja." ucap Oma akhirnya dan akhirnya membuat Shanum tersenyum.
Setelah menatap kepergian Oma, Sha pun menutup pintu kamar kembali. Namun lagi-lagi ia harus terkejut. Keenan sudah berada di dekatnya.
"Sejak kapan kau disitu."
__ADS_1
"Sejak Oma datang."
"Duh..Keen kau cari perkara. Bagaimana kalau Oma melihatmu di sini."
"Tapi Oma kan tak melihatku."
"Iya..tapi kalau terlihat bagaimana?"
"Aku akan menikahi mu Sha." ucap Keenan dan berhasil membuat Shanum diam membisu.
"Keen, kau bilang apa barusan?" tanya Sha yang masih tak percaya dengan apa yang diucapkan Keenan padanya.
"Menikahlah dengan ku Sha." ucap Keenan lagi dengan menatap lembut wajah Shanum.
"Aku enggak mau." jawab Sha dan hendak pergi meninggalkan Keenan tiba-tiba.
Keenan begitu terkejut mendengarnya. Ia dengan cepat meraih tangan Shanum dan menghalanginya untuk pergi.
"Kau bilang apa?" tanya Keenan karena merasa tak terima dengan jawaban yang diberikan Shanum untuknya.
"Aku.. aku.. aku enggak mau kau melamar ku dengan cara seperti ini, enggak romantis Keen." ucap Sha dan membuat Keenan lega mendengarnya, bahkan tersenyum saat itu.
"Sha.. Kau buatku takut." ucap Keenan.
"Sudah- sudah, kau cepat kembali ke kamarmu." pinta Shanum dan kemudian mendorong tubuh Keenan untuk keluar dari kamarnya.
Rasanya Shanum masih begitu terkejut saat Keenan mengajaknya untuk menikah. Ia begitu malu untuk menatap Keenan.
Setelah Keenan berada di luar kamarnya. Dengan cepat Shanum menutup pintu kembali. Shanum bersandar pada balik pintu kamarnya. Ia tersenyum dan begitu bahagia.
Keenan pun tersenyum tiada henti, ia tak menyangka dengan apa yang diucapkan Sha padanya. Sampai-sampai ia tak menyadari bawah Oma hadir kembali di sana.
"Keen, kau kenapa?" tanya Oma dan membuat Keenan segera menyembunyikan senyumnya.
"Oma, mengagetkan saja." ucap Keenan dan begitu terkejut.
"Kau sedang apa di sini?"
"Oh.. tadi habis antar Sha.."
"Oh iya, tadi Sha bilang mau membangunkan mu."
"Ya.. Shanum baru saja membangunkan ku. Lalu Keen antar Sha kembali ke kamarnya." ucap Keen dan membuat Oma tersenyum mendengarnya.
"Keen pamit kembali ke kamar ya Oma, Keenan mau bersiap juga." ucap Keenan dan segera mungkin ia pergi meninggalkan Oma.
Karena Keenan khawatir akan banyak pembicaraan jika terus bersama Oma. Apa yang mesti ia katakan nanti.
.
.
.
__ADS_1
.
Hampir ya Keenπ€π€π€