Sebatas Pacar Sewaan

Sebatas Pacar Sewaan
Aku Akan Tetap Memilihmu


__ADS_3

Hatiku sudah menjadi lebih baik, saat kau berkata "Ya" dan akan tetap memilihku.


-Shanum-


🍁🍁🍁


Shanum menatap Keenan dan masih menunggu penjelasan darinya. Apa maksud dari ucapan Keenan barusan. Kenapa Keenan merasa dikhianati oleh Yuna.


"Yuna telah mengkhianati ku Sha, dia hidup bersama lelaki lain di luar sana." ucap Keenan akhirnya dan membuat Sha begitu terkejut mendengarnya.


"Kenapa dia bisa berbuat seperti itu."


"Apapun bisa saja terjadi. Aku terlalu bodoh mempercayainya selama ini. Tapi aku bersyukur, karena akhirnya aku dipertemukan denganmu."


"Kau baru mengetahuinya Keen?" tanya Sha dan masih begitu hati-hati.


"Tidak juga, sejujurnya aku sudah menaruh curiga padanya sejak lama. Aku menyelidikinya diam-diam. Dan ternyata kecurigaan ku benar adanya."


"Jadi aku ini hanya pelarianmu saja kah." ucap Sha dan membuat Keenan terkejut mendengar ucapannya.


"Aku tak pernah menganggap mu seperti itu Sha. Aku sungguh menyukai mu. Kau masih meragukan ku Sha?" tanya Keen dan menatap begitu dekat wajah Shanum.


"Entahlah Keen.." jawab Sha dan terlihat ragu.


"Kenapa?"


"Aku merasa hubungan kita sudah salah sejak awal. Dimulai dari satu kebohongan, dan akhirnya aku tak sanggup mengungkapkannya."


"Keen, kalau ternyata Yuna tidak pernah berselingkuh, apakah kamu tetap memilihku Keen?" tanya Sha dan menatap Keenan begitu dalam.


Keenan terdiam, dalam sekejap suasana terasa sunyi. Seakan semua sedang menanti jawaban dari Keenan.


"Sudahlah.." ucap Sha dan hendak bangkit dari duduknya.


Namun, Keenan langsung meraih jemarinya. Menahannya untuk pergi dan kini ikut berdiri.


"Ya.. aku akan tetap memilih mu." jawab Keenan dan salin menatap akhirnya.


Keenan mendekatkan tubuhnya ke arah Sha, kemudian memeluknya. Mendekatkan wajahnya, kemudian menarik tengkuk leher Sha. Keenan menciumnya, mencium bibir Sha.


.


.


.


.


Getaran handphone mengagetkan Radit. Ia tatap layar handphone melihat siapa yang tengah menghubunginya saat ini.


"Keenan." bisiknya dan mengangkat dengan cepat panggilan itu.


"Bagaimana, kau sudah menemukan Sha Keen?" tanya Radit begitu cepat.


"Aku sudah menemukannya."


"Ah.. baguslah. Dia baik-baik saja?" tanya Radit memastikan.


Radit begitu khawatir, pasalnya ia melihat sendiri bagaimana ekspresi Sha setelah melihat Yuna yang sedang memeluk Keenan tadi. Sha langsung berlari dan tak ada kata yang terucap dari mulutnya.


Mendengar dirinya baik-baik saja dari mulut Keenan, menghilangkan rasa cemasnya yang sejak tadi tercipta.


"Dit, tolong batalkan meeting sore ini. Aku tak akan kembali ke kantor. Tolong kau atur segalanya." pinta Keenan.


"Oke.." jawab Radit cepat dan Keenan menghentikan pembicaraannya segera.


Keenan menghela napasnya kemudian, ia tatap Shanum yang berada di sampingnya dan tengah tertidur di bahunya.

__ADS_1


Keenan dapat melihat jelas wajah Sha, wajah yang begitu lelah karena air mata yang terus turun membasahi wajah cantik miliknya.


Keenan genggam jemari Sha, dan kemudian mengecup kening Sha.


"Keen." seseorang memanggilnya dan membuat Keenan terkejut sekali.


"Oma.." panggil Keen.


"Kalian sudah berbaikan?"


"Ya.. Oma.."


"Pasti ini karena ulahmu."


"Ya Oma, maaf." ucap Keenan dan penuh sesal.


"Kenapa minta maafnya sama Oma, minta maaflah sama Shanum."


"Sudah oma." dan akhirnya Oma tersenyum saat itu.


"Kasihan Shanum, sepertinya dia lelah sekali." ucap Oma dan kali ini memandang wajah Sha dan tersenyum menatapnya.


"Ya.."


"Bagaimana kalau Sha menginap saja di sini malam ini."


"Kalau begitu, Keenan ikut menginap di sini juga." ucap Keen dan membuat Oma tertawa.


"Terserah kamu saja Keen, nanti Oma yang akan meminta izin ke Mamahnya Sha."


"Ya Oma." ucap Keenan menyetujui.


Oma pun langsung meraih handphonenya dan menghubungi Mamahnya Sha segera.


"Ini Omanya Keenan." ucap Oma setelah berhasil tersambung.


"Oma baik-baik saja."


"Ada apa ya Oma? Sesuatu terjadi dengan Sha?" tanya Mamahnya Sha kemudian.


"Tidak..tidak terjadi apapun dengan Sha." ucap Oma cepat.


"Oh.. syukurlah."


"Oma mau minta izin, bolehkan yah, Sha menginap di rumah Oma malam ini?"


"Ah.. Oma, dikirain apa, tentu saja boleh Oma. Sering menginap di sana juga tak apa Oma."


"Oh.. sungguh."


"Ya.. Oma." dan Mamahnya Sha tersenyum saat itu.


Setelah mendapatkan persetujuan, Oma pun meminta Keenan membawa Sha ke kamar. Keenan pun menggendongnya dengan sangat hati-hati. Meletakan tubuh Sha secara perlahan. Menyelimutinya dan menatapnya dengan senyum. Meninggalkannya kemudian dengan Shanum yang masih terlelap.


.


.


.


.


Yuna melangkah bolak-balik, berpikir tiada henti. Ia baca kembali surat perjanjian itu, ia pahami lagi dan lagi.


"Mereka hanya pura-pura, tapi kenapa Keenan mesti pergi meninggalkan ku tadi. Meninggalkan aku dengan Radit yang super menyebalkan itu." gerutu Yuna.


Yuna duduk kemudian, menghela napasnya perlahan.

__ADS_1


"Mungkinkah karena dengan kata Satu Tahun ini?" tanya Yuna sendiri dan masih terus berpikir.


"Seharusnya tidak seperti itu, aku sudah kembali sekarang. Seharusnya perjanjian ini batal." protesnya kemudian.


Lalu Yuna terdiam begitu lama, dan ia ingat sesuatu hal, sesuatu yang begitu penting yang ia lupakan.


"Oma.., ya Oma.." ucapnya lagi.


"Keenan memintaku cepat kembali saat itu, karena Oma yang meminta. Mungkinkah wanita itu sudah dipertemukan dengan Oma, makanya Keenan masih begitu dingin padaku." Yuna membuat kesimpulan akhirnya.


"Aku harus segera bertemu dengan Oma, aku harus meluruskannya segera, bahwa pacar sesungguhnya Keenan itu aku bukan Shanum." pikir Yuna selanjutnya.


.


.


.


.


Shanum menatap jam dinding di kamar. Ketukan pintu terdengar kemudian. Oma memanggilnya dan membuat Shanum bangkit dari tidurnya saat itu.


Shanum masih berpikir, bagaimana ia bisa ada di sini dan tertidur untuk waktu yang cukup lama.


Ia ingat sekali, Keenan tadi bersamanya. Tapi sekarang ia tak ada di sini.


"Kau sudah bangun Sha?" tanya Oma dan Sha kemudian melangkah menghampiri datangnya suara itu.


"Ya Oma.." ucap Sha saat pintu kamar sudah berhasil terbuka.


Oma masuk ke dalam, disusul Sha kemudian.


"Maaf Oma, Sha ketiduran."


"Enggak apa-apa Sha."


"Keenan dimana Oma?" tanya Sha kemudian.


"Keenan sedang membeli pakaian untukmu."


"Pakaian untukku." ulang Sha karena merasa tak mengerti dengan maksud ucapan Oma padanya.


"Oma sudah minta izin ke Mamah mu, bahwa kamu akan menginap malam ini di rumah Oma."


"Oh begitu.."


"Kamu enggak keberatan kan Sha."


"Enggak Oma, Sha enggak keberatan kok." ucap Sha cepat.


"Yasudah, Oma tinggal lagi ya.. sebentar lagi Keenan juga kembali. Kamu bisa istirahat lagi."


"Ya Oma."


Setelah mengantar kepergian Oma, Sha kembali duduk dan berpikir.


"Kenapa tiba-tiba Oma memintaku menginap?" tanya Sha sendiri.


Tak lama kemudian, pintu kamar terketuk kembali.


.


.


.


.

__ADS_1


👀👀


__ADS_2