Sebatas Pacar Sewaan

Sebatas Pacar Sewaan
Dengarkan


__ADS_3

Aku pasrahkan semua.. terserah kalian mau menilai ku seperti apa..


-Shanum-


🍁🍁🍁


Memori Oma berputar cepat, mencoba mengingat sosok wanita yang hadir tiba-tiba dengan gaun merah dan sangat mempesona itu. Wanita yang telah menghentikan pengumumannya.


Setelah mendengar kata Yuna, Oma tersadar akhirnya. Wanita yang saat ini sedang menjadi pusat perhatian tamu undangan adalah kekasih Keenan dulu.


Yuna kembali.. dan Oma tersenyum kemudian.


"Oma perlu melihat ini.." pinta Yuna dan sebuah berkas telah berpindah dari tangannya.


"Kau tidak keberatan jika kita bicara di dalam." pinta Oma dengan berkas yang sudah berada di genggamannya.


"Oke.." jawab Yuna cepat walau tampak ragu, namun ia tetap melangkah mengikuti langkah kaki Oma.


Ucapan Oma seakan menghipnotis seluruh isi ruangan itu. Terkhusus Yuna yang tiba-tiba menurut. Padahal awalnya ia begitu angkuh dan penuh percaya diri akan bisa menjatuhkan harga diri Shanum di depan banyak orang.


"Keen, Sha.. kalian juga ikut, cukup kalian." pinta Oma tegas dan menatap sekeliling. Untuk para tamu undangan silakan menikmati hidangannya." Pinta Oma lagi namun kali ini ia tersenyum menatap semuanya.


Tak ada yang berucap saat itu. Mereka yang hadir membubarkan kerumunan dengan segera. Semua seakan menurut apa yang dikatakan Oma. Walau banyak sekali pertanyaan-pertanyaan yang timbul di setiap benak tamu undangan, terkhusus mereka yang mengenal Shanum dan Keenan.


Perlahan Keenan mengikuti langkah Oma, namun ia terlebih dahulu mendekat ke arah Shanum yang masih diam membisu. Ia raih pergelangan tangannya, menggenggamnya kemudian. Mencoba menenangkannya.


"Sha, tenanglah.." pinta Keenan namun Sha masih tak bisa menentukan hati dan arahnya saat ini.


Sha melangkah akhirnya, walau rasanya begitu sulit ia lakukan. Tak berani ia banyak menatap kecuali mamahnya yang kini tengah memanggil namanya. Shanum melangkah ke mamahnya terlebih dahulu. Ia peluk kemudian.


"Maafkan Sha, Mah.."


"Tak apa, semua akan baik-baik saja." ucap mamahnya dan mengusap lembut punggung Sha perlahan.


Beberapa saat kemudian pelukan mereka terlepas. Shanum pun kembali melangkah, menuju Oma yang sudah terlebih dahulu melangkah dengan Keenan yang berada di sampingnya.


Setelah kepergian Oma, Keenan, Shanum dan Yuna. Semua terlihat kembali seperti semula. Walau masih banyak yang berbisik dan menduga-duga. Termasuk Andre yang begitu cemas dengan kejadian yang baru saja ia lihat.


"Kehidupan orang kaya selalu seperti ini, seharusnya kita melarang Shanum bersama Keenan." protesnya.


"Kau tenanglah dulu.." pinta Rena yang juga merasa kesal dengan situasi yang tengah terjadi.

__ADS_1


"Gimana aku bisa tenang, melihat Shanum dipermalukan seperti itu."


"Kita tidak tau apa yang sebenarnya terjadi, dan yang ku tahu Sha tidak seperti apa yang wanita itu katakan." ucap Rena begitu yakin.


Rena merupakan salah satu orang yang tahu mengenai surat perjanjian itu, dan apa yang dituduhkan wanita itu salah.


Di tempat lain, tampak Radit yang begitu terkejut. Selama ini ia tidak tahu menahu mengenai status Shanum selama ini. Apakah benar yang dituduhkan Yuna, sebatas pacar sewaan. Namun rasanya mustahil, Keenan terlihat begitu mencintai Shanum, tidak mungkin mereka berpura-pura.


"Dit.." panggil Aulia yang sejak tadi memperhatikan Radit yang tampak begitu cemas seorang diri.


"Mengagetkan ku saja, ada apa?" tanya Radit yang akhirnya menatap kehadiran Aulia yang ternyata sudah berada dekat dengan dirinya.


"Kau yang ada apa?" ucap Aulia dan Radit tersenyum kesal.


"Aku tak mengerti.., kau percaya dengan ucapan Yuna tadi?" tanya Radit kemudian.


"Dia begitu percaya diri, pasti memang itu yang sebenarnya, tapi.... aku benci dengan caranya."


"Ku rasa belum terlambat untuk kau membencinya." ucap Radit tersenyum.


"Ya.. ya.. aku salah. Kau benar.. dan Keenan tetap salah.."


"Kenapa kau jadi menyalahkan Keenan, jelas Yuna telah berselingkuh diam-diam. Wajar bagi Keenan menetapkan hatinya ke Shanum."


"Ya.. Yuna selingkuh dan itu sejak lama."


"Ya ampun, ternyata aku benar-benar salah menilai Yuna selama ini." ucap Aulia dan Radit hanya tersenyum saja.


"Kau terlalu polos menjadi sahabat Yuna." Ucap Radit lagi dan saling menatap.


"Dit kau tenanglah, kalaupun apa yang dikatakan Yuna adalah benar, tapi ku yakin Keenan benar-benar telah jatuh cinta pada Shanum." Ucap Aulia lagi dan kata-katanya berhasil menenangkan Radit.


Sama halnya dengan Naya, Ia begitu terkejut sekali mendengarnya. Ia tak mengerti bagaimana bisa ada seorang wanita yang tidak tahu malu seperti Yuna.


Yuna jelas telah berselingkuh, mereka jelas telah putus. Lalu kenapa dengan angkuhnya Yuna mengaku bahwa dirinya adalah tunangan Keenan yang seharusnya.


"Kau dengar kan tadi Gerry, wanita itu.. dia ngaku-ngaku tunangan Keenan. Ya ampun kenapa ada wanita tidak tahu malu seperti dia.." protes Naya berjalan bolak balik.


"Kau buat ku makin pusing Nay, bisakah kau diam saja."


"Aku kesal.. kenapa Oma tidak memintaku ikut dengan mereka." protes Naya lagi.

__ADS_1


"Ya.. seharusnya Oma mengajak kita, aku bisa membela Shanum di depan Oma kalau Sha tidak salah."


"Ya.. seharusnya Oma mengajak kita, aku bisa menarik rambut Yuna dan meremasnya." ucap Naya lagi begitu kesal dengan tangan mengepal dan kemudian meremasnya.


"Ternyata kau menyeramkan ya.." ucap Gerry dan tertawa kemudian.


Sedangkan Mamahnya Sha, dia hanya terdiam. Dia tahu sebenarnya.. dia tau Shanum tak bersalah.


.


.


.


.


Klek..


Sebuah pintu terbuka lebar, tampak sebuah ruangan yang begitu megah sudah berada dihadapan Sha, Keen dan Yuna.


Oma masuk terlebih dahulu menuju sebuah sofa berwarna hitam dan meletakan berkas yang telah diberikan Yuna padanya di meja yang ada di hadapannya.


"Oma tau, kau pacarnya Keenan." ucap Oma dan semua mata menatap terkejut mendengarnya.


"Benarkah.., Jadi Oma bisa membatalkan pertunangan mereka kan?" ucap Yuna dan tersenyum bahagia.


"Bicara apa kamu.., aku tidak akan setuju." ucap Keenan tegas dan kemudian melangkah mendekat ke arah Oma. "Oma, Yuna telah berkhianat, dia bersama dengan pria lain di luar sana." ucap Keenan menjelaskan


"Aku bisa meninggalkannya." jawab Yuna begitu mudah dan membuat semua orang sangat terkejut.


"Sudah cukup, dengarkan Oma." pinta Oma.


Suasana menjadi hening kembali, semua mata kembali tertuju pada Oma. Tak ada yang berbicara lagi sebelum Oma berbicara.


.


.


.


.

__ADS_1


🏃🏻‍♀️🏃🏻‍♀️🏃🏻‍♀️


__ADS_2