Sebatas Pacar Sewaan

Sebatas Pacar Sewaan
Hampir Saja


__ADS_3

Keenan cemburu.. dengan Gerry..?? yang benar saja.


-Shanum-


🍁🍁🍁


"Bagaimana keadaanmu sekarang?" tanya Rena.


"Aku baik-baik saja."


"Syukurlah, ku kira kau masih memikirkan ucapan Yuna."


"Bagaimana bisa aku cepat melupakan tuduhan Yuna padaku. Itu menyakitkan Re."


"Ku tahu, kenapa kau tak membalasnya?"


"Membalasnya bagaimana?" tanya Sha dan kemudian menatap jarum jam yang terus berputar di pergelangan tangannya.


Shanum mulai menghitung, sudah berapa lama dirinya berbicara dengan Rena. Rasanya tak tega membiarkan Keenan seorang diri masuk ke dalam toko yang ada di hadapannya saat ini.


"Keenan itu milikmu sekarang, tidak.. tidak maksudku Pak Keenan. Tunjukkan hal itu pada Yuna. Tunjukkan kenyataan padanya bahwa sekarang dirinya bukan siapa-siapa lagi bagi Keenan. Dia sudah menjadi mantan saat ini."


"Bagaimana aku menunjukkannya?" tanya Sha dan masih berpikir.


"Tunjukkan kemesraan kalian di depannya."


"Hah.. aku menolak idemu."


"Coba saja dulu, saat kau bertemu dengan Yuna lagi, sedikitlah bersikap manja pada Keenan. Ku yakin dia pasti akan kesal setengah mati." ucap Rena dan tertawa kemudian.


"Kau tau aku seperti apa, aku tak bisa bersikap manja."


"Demi keberlangsungan hubunganmu Sha." bujuk Rena.


"Sudah.. sudah.. kita bicara nanti lagi, Keenan sedang menunggu ku saat ini." ucap Sha dan mencoba mengakhiri pembicaraan.


Sha terdiam untuk beberapa saat dan menghembuskan napasnya perlahan.


"Bersikap manja pada Keenan." gumamnya dan kemudian menggeleng dengan cepat.


"Aku tak berani melakukan itu." ucapnya lagi memutuskan dan kembali terdiam. Ia teringat lagi bahwa saat ini Keenan tengah menunggunya.


Perlahan Sha keluar dari mobil dan melangkah menuju toko yang ada di hadapannya, kemudian masuk ke dalam.


Namun, lagi- lagi Sha terdiam, saat menatap Keenan tengah bersama seorang wanita. Wanita itu adalah Yuna, wanita yang menjadi bahan pembicaraan dirinya dengan Rena tadi.


Melihat kehadiran Yuna, membuat Sha ingin melakukan ide yang baru saja tercetus oleh Rena. Sha merasa dirinya harus menunjukkan posisinya saat ini. Dia pacarnya dan Yuna mantannya.


"Kau pasti bisa Sha." bisik Sha dengan melangkah perlahan menuju Keenan yang tengah memanggilnya.

__ADS_1


dan akhirnya Sha berhasil, berhasil membuat Yuna pergi menjauh.


Sha mengenang kembali, saat dimana dirinya berbicara dengan Rena selama Keenan mengendarai mobil. Sha menjadi malu sendiri akhirnya, walau hasilnya ia berhasil membuat Yuna pergi tadi.


"Sha, kita sudah sampai." ucap Keenan menyadarkan Sha kemudian.


Sha tatap sebuah bangunan yang sudah berada di hadapannya saat ini. Ini adalah kedua kalinya ia ke sini ke tempat Gerry.


"Ayok, kita turun." ucap Keenan dan Sha mengangguk dan melepaskan sabuk pengaman perlahan.


Kembali melangkah masuk ke dalam. Masih tampak sama seperti terkahir kalinya Sha ke tempat ini.


Sha tatap seseorang dari kejauhan yang tengah tersenyum menatap kehadiran dirinya dengan Keenan.


"Kalian sudah datang."


"Ya.. Oma." jawab Keenan dan kemudian memeluk Oma dengan hangat.


"Hai.. Sha.." sapa Gerry dan Sha tersenyum.


"Kalian sudah saling mengenal?"


"Tentu Oma, mana mungkin saya tak mengenal wanita cantik seperti Sha."


"Bagaimana kabarmu Sha?"


"Kabarku baik, bagaimana kabarmu Gerry?"


"Cukup.. cukup.. dimana pakaian untuk ku dan Sha."


"Wah cepat sekali kau cemburu." ucap Gerry dan kemudian tertawa dan lalu melangkah meninggalkan mereka. Oma pun tersenyum saat itu.


Tak berapa lama kemudian, Gerry kembali dengan membawa pakaian yang telah dipesan oleh Oma untuk Keenan dan Sha.


"Ini untukmu dan ini untuk mu Sha." ucap Gerry dengan menyerahkan dua pakaian berwarna senada.


"Thank you Gerry." jawab Sha dan langsung saja Keenan menarik jemari Sha saat itu. Membawanya pergi meninggalkan Oma dan Gerry.


"Keen.." panggil Sha perlahan saat jemarinya tertarik dan mau tak mau ikut melangkah mengikuti langkah besar Keenan yang terbilang terburu.


"Kita coba pakaiannya sekarang."


Sedangkan Gerry kembali tertawa menyaksikan sifat Keenan yang begitu cemburu padanya.


"Kenapa Keenan begitu pencemburu sekali Oma?" tanya Gerry setelah mengakhiri tawanya.


"Kau akan tahu, setelah kau jatuh cinta."


"Sungguh seperti itu Oma."

__ADS_1


"Ya.. maka cepatlah kau cari pendamping." ucap Oma dan kemudian melangkah menjauhi Gerry menuju sofa dan menunggu disana.


Tak menghabiskan waktu lama, Keenan dan Sha sudah sampai di ruang ganti.


"Masuklah.." pinta Keenan pada Sha untuk masuk ke dalam ruang ganti yang sudah berada di hadapan mereka.


Sha pun melangkah masuk, namun ia terkejut saat Keenan ikut masuk ke dalam juga. Ia menutup rapat pintunya.


"Aku melarang mu bersikap ramah pada pria lain, selain diriku." ucap Keenan tiba-tiba dan membuat Sha membulat ke dua matanya.


"Dia itu Gerry, temanmu." jawab Sha dan Keenan mendekat menatap wajah Sha.


"Ya.."


"Kau cemburu dengan Gerry?" ucap Sha tersenyum menatap wajah Keenan.


"Ya.. tentu aku cemburu."


"Tenanglah, cuma ada kamu di hatiku Keen." jawab Sha dan membuat Keenan tersenyum akhirnya.


Tak berapa lama kemudian terdengar suara seorang perempuan memanggil nama Keenan. Keenan maupun Sha sama-sama terkejut mendengarnya.


"Cepat kau keluar dari sini." bisik Sha cepat dan langsung membuka pintu lalu mendorong Keenan segera ke luar.


Ini ke dua kalinya Sha mendorong Keenan ke luar. Ya.. pertama saat mereka berdua dalam satu kamar, dan hampir saja diketahui oleh Oma.


"Hampir saja." ucap Sha dari balik pintu dan bernapas lega. Namun dirinya masih begitu penasaran dengan sosok perempuan yang memanggil nama Keenan begitu akrab.


Sedangkan Keenan tersenyum menyaksikan kepanikan yang baru saja tercipta. Sampai akhirnya ia menghapus senyumnya saat seseorang yang memanggilnya telah berhasil melihat keberadaannya.


"Dimana dia?"


"Siapa maksudmu?"


"Pacarmu Keen, Oma bilang kalian sudah datang."


"Ya.. dia sedang mencoba pakaian. Tunggulah.. aku juga akan mencoba pakaianku juga."


"Oh baiklah.."


Naya yang tengah hadir diantara mereka. Ia begitu penasaran dengan sosok pacar Keenan. Oma mengatakan pacar Keenan bernama Shanum. Rasanya nama itu tak asing, tapi Naya masih tak dapat mengingatnya.


.


.


.


.

__ADS_1


Tunggu bentar ya Nay🀭


__ADS_2