Sebatas Pacar Sewaan

Sebatas Pacar Sewaan
Siapa Wanita Itu


__ADS_3

Entahlah..


Kenapa aku jadi berpikir yang tidak-tidak.


Mungkin karena sikap wanita itu pada Keenan yang membuatku gelisah.


-Shanum-


🍁🍁🍁


Aulia menatap layar laptopnya saat ini. Namun ingatannya berputar kembali saat dirinya bertemu dengan Yuna siang tadi.


"Ini apel mu." ucap Yuna sambil menyerahkan sekantung apel di hadapan Aulia siang tadi.


"Kapan kau kembali?" tanya Aulia lalu memindahkan sekantung apel itu dan meletakkannya tepat di sampingnya.


"Kemarin sore." jawab Yuna lalu duduk di hadapan Aulia.


"Kau belum bertemu dengan Keenan?"


"Belum, aku menghubunginya tapi nomornya selalu tak bisa dihubungi."


"Dia mungkin sibuk."


"Ya.. ku harap, tapi belakangan ini aku sulit sekali menghubunginya. Kau yakin, dia sungguh sibuk dengan pekerjaannya?"


Aulia terdiam, Ia tak bisa menjawab cepat apa yang ditanyakan Yuna padanya. Mungkinkan Keenan menghindar, itulah yang tersimpul dari benak Aulia.


"Kau kan tahu sendiri, siapa Keenan. Dia pemimpin di perusahaan, suka sekali bekerja. Wajar jika dia sibuk." ucap Aulia saat itu.


"Ya.. kau benar. Tapi..." ucap Yuna tak melanjutkan pembicaraannya.


Aulia sadar betul, pasti Yuna saat ini tengah merasa ragu.


"Kau berencana sampai kapan di sini?"


"Mungkin seminggu, mungkin juga lebih."


"Jadi apa rencanamu sekarang?"


"Aku ingin buat kejutan pada Keenan perihal kedatanganku. Bisakah kau bantu aku lihat jadwal Keenan besok. Dimana aku bisa menemuinya."


"Aku tak janji."


"Ayolah, kau bisa bertanya pada Radit. Dia orang paling tahu keberadaan Keenan. Ku mohon." pinta Yuna.


"Jika kau berhasil bertemu. Apa kau akan menetap."


"Hemm.. entahlah, tapi aku tetap harus kembali."


"Sampai kapan, sampai Keenan direbut wanita lain." ucap Aulia kesal.


"Tidak.., Keenan tidak seperti itu. Keenan mencintaiku, Keenan tidak mungkin melakukan itu." Yuna menggeleng, menolak ucapan Aulia.


Aulia terdiam, mendengar ucapan Yuna. Rasanya ia begitu tak tega pada Yuna. Yuna sangat mempercayai Keenan. Tapi dia telah dikhianati.


Aulia menarik napas panjang setelah mengingat pertemuan dirinya dengan Yuna tadi, dan menghembuskannya dengan cepat malam itu. Rasanya begitu berat baginya untuk tidak membantu Yuna. Diraih handphone miliknya, ia mencari nama Yuna dan menghubunginya.


"Halo.." Sapa Yuna.


"Aulia, ada apa?" tanya Yuna.


"Datanglah besok ke kantor, Keenan ada meeting di pagi dan sore hari, siang hari harusnya dia stay di kantor." ucap Aulia setelah mengingat-ingat apa yang diucapkan Radit padanya siang tadi.


Aulia sengaja bertanya pada Radit mengenai jadwal Keenan besok. Radit pun menjawabnya begitu mudah, tak ada rasa curiga padanya.


"Maafkan aku Dit.." bisik Yuna kemudian, setelah pembicaraan dirinya dengan Yuna berakhir.

__ADS_1


Meletakkan handphonenya kembali di atas meja, menatap layar laptop miliknya lagi.


.


.


.


.


Keenan melangkah cepat pagi itu, disusul Shanum mengikuti langkahnya.


"Kau sudah membawa semua dokumennya?"


"Sudah.." ucap Shanum cepat.


"Oke..."


Setelah memastikan semua, Keenan kembali melanjutkan langkahnya. Menuju ruang meeting, menyambut kedatangan kliennya.


"Kau gugup." tabak Sha saat mereka sudah berada di dalam lift.


"Ya.."


"Tenanglah." ucap Sha menatap Keenan dan tersenyum. Keenan pun membalas senyum Sha saat itu.


Setelah sampai, Keenan kembali melangkah. Mencari sosok pria yang akan ditemuinya pagi itu. Matanya mulai mencari, menatap sekeliling.


Sampai akhirnya terdengar seseorang memanggil nama Keenan. Suara itu makin terdengar jelas dan berulang.


Keenan maupun Shanum mencari sumber suara itu. Suara seorang wanita yang saat ini sedang berlari begitu cepat menghampiri Keenan.


"Keenan.."


Sha terdiam, berpikir untuk waktu yang lama. Mencoba mengenali wanita yang saat ini makin mendekati dirinya dan Keenan. Wajah yang begitu cantik dan terlihat tak asing baginya.


Keenan diam, tak membalas panggilan wanita itu. Sampai akhirnya wanita itu meraih lengan Keenan dan kemudian jemari Keenan dan menggenggamnya.


"Aku datang Keen."


"Kenapa kamu di sini?"


"Aku ingin menemui mu Keen, makannya aku di sini. Kau tidak merindukan ku?"


Deg.. Sha terkejut mendengar apa ya diucapkan wanita itu pada Keenan. Siapa dia.. kenapa Keenan harus merindukannya?


"Kita bicara nanti, aku harus menemui seseorang sekarang." ucap Keenan, saat dirinya berhasil menemukan sosok pria yang dicarinya dan Shanum.


Melepaskan genggaman tangan wanita itu dengan cepat, melangkah menjauhinya.


Sha yang tadinya masih terus berpikir akan sosok wanita yang saat ini tiba-tiba hadir diantara mereka, akhirnya ikut meninggalkannya, mengikuti langkah Keenan kembali.


"Permisi." ucap Sha, namun wanita itu diam, tatapannya hanya menuju Keenan.


Yuna terdiam, tak percaya akan sikap Keenan padanya. Keenan terlihat begitu asing baginya. Apakah mungkin karena sudah lama tak bertemu, membuat dirinya bersikap dingin padanya.


Tampak seseorang berlari memanggil Yuna, wajahnya begitu panik dan begitu kesal.


Aulia yang tengah berlari menghampiri Yuna. Setelah mendapat telephone dari Yuna, Aulia langsung berlari menemuinya.


"Kenapa kau di sini?"


"Akukan sudah bilang, mau bertemu dengan Keenan."


"Tapikan aku memintamu untuk datang siang hari, bukan sekarang." protes Aulia.


"Aku enggak mau, aku takut malah enggak bisa ketemu Keenan."

__ADS_1


"Memangnya kamu datang sekarang, Kamu bisa berbicara dengannya?"


"Tapi setidaknya Keenan tahu, kalau aku sudah kembali saat ini."


"Yasudah.. sekarang kamu ikut aku, mereka sedang meeting penting. Kau tak bisa mengganggunya saat ini." pinta Aulia dan Yuna mengangguk akhirnya.


Sepanjang jalan Yuna berpikir, berpikir akan perubahan sikap Keenan padanya.


Pagi - pagi sekali Yuna sudah bersiap, mencoba berbagai pakaian, dan berhias secantik mungkin. Berharap Keenan menatapnya dengan kagum. Tapi, ekspresi macam apa yang tadi ditunjukkan Keenan padanya. Tak ada tatapan kagum maupun hangat dari matanya.


"Kenapa Keenan tak terkejut." ucap Yuna tiba-tiba.


"Maksudmu?"


"Keenan berbeda, tak seperti yang ku kenal."


"Mungkin karena kamu sudah lama tak bertemu dengannya."


"Ya.., kenapa aku tak melihat Radit tadi."


"Entahlah.."


"Lalu, siapa wanita yang bersama Keenan?" tanya Yuna, saat ingatan akan sosok wanita yang bersama Keenan muncul dari pikirannya.


"Siapa?"


"Entahlah.. tapi wanita itu ikut masuk bersama Keenan."


Aulia ikut berpikir, lalu ia meyakini satu hal bahwa wanita yang dimaksud Yuna pasti adalah Shanum. Shanum selalu ada dimana Keenan berada.


"Mungkin staf lain yang ikut meeting."


"Ya.. sepertinya." jawab Yuna dan kembali melanjutkan langkahnya.


.


.


.


.


Shanum menjadi tampak diam pagi itu. Pikirannya kembali mengingat sosok wanita yang tadi ditemuinya.


Wanita yang begitu cantik, dan sikapnya pada Keenan yang membuat Shanum merasa gelisah.


Bagi Shanum, hubungan mereka terlihat sangat dekat. Wanita itu jelas berani meraih lengan Keenan dan menggenggamnya.


"Aku pernah bertemu dengannya dimana? Siapa wanita itu?" tanya Shanum dalam hati.


"Sha.." panggil Keenan namun Sha masih saja diam.


"Sha.." panggil Keenan kembali dan akhirnya Shanum tersadar.


"Ya.." ucap Sha akhirnya dan Keenan tersenyum menatap keterkejutannya.


"Kenapa aku harus melamun pagi-pagi." keluh Sha akhirnya dan tampak malu saat itu.


.


.


.


.


Lagi pada sibuk bertanya sendiriπŸ˜„

__ADS_1


__ADS_2