Sebatas Pacar Sewaan

Sebatas Pacar Sewaan
Aku Cemburu


__ADS_3

Apa ini artinya Keenan sudah jatuh cinta padaku.


-Shanum-


🍁🍁🍁


Shanum masih tak berani menatap sekelilingnya. Ia yakin saat ini dirinya menjadi pusat perhatian banyak orang. Namun ia mencoba mengangkat wajahnya dan melihat wajah Keenan yang berada tepat di atasnya.


"Keen.. turunkan aku." Pinta Sha memohon akhirnya. Namun Keenan tetap pada pendiriannya, terus melangkah menuju parkiran mobil.


"Aku janji akan pergi denganmu." Ucap Sha lagi dan berhasil membuat Keenan menatapnya namun masih tak mengeluarkan suara.


Entah kenapa Keenan merasa marah saat ini. Jelas ini bukan kesalahan Shanum. Namun ia tak tahu harus bersikap seperti apa.


Sampai akhirnya mereka sampai di parkiran. Membuka pintu mobil dan hendak membawa Shanum untuk masuk ke dalam.


"Aku masuk sendiri..aku bisa sendiri.." Ucap Sha cepat saat pintu mobil sudah terbuka untuknya.


Shanum duduk dengan tenang. Tak mau lagi ia menolak Keenan seperti tadi. Rasanya cukup sekali ini terjadi padanya. Shanum berharap tak ada yang mengenalinya.


Tak berapa lama kemudian Keenan sudah ikut masuk ke dalam mobil, sudah duduk tepat di samping Shanum. Namun Keenan masih terdiam.


"Mau sampai kapan dia seperti ini?" Bisik Sha di tengah kesunyian yang melanda.


"Kamu kenapa sih?" Tanya Sha akhirnya.


"Kamu masih tak paham aku kenapa?"


Shanum berpikir kemudian, memangnya apa yang terjadi padanya.


"Sejak kapan kamu mengenal Elvan?" Tanya Keenan kemudian.


"Aku baru mengenalnya tadi. Elvan juga bilang seperti itukan."


"Kamu baru bertemunya sekali, kenapa mau saja berkenalan dengannya tadi? Belum tentu dia pria baik."


"Aku juga enggak bermaksud berkenalan dengannya. Kamu sendirikan yang memanggil namaku tadi, membuat akhirnya dia tau namaku."


"Jadi ini semua salahku."

__ADS_1


"Kalau bukan salahku ya salahmu." Ucap Sha tak mau kalah.


Sha kesal, baru kali ini Keenan begitu marah padanya. Dosa apa yang telah ia buat pada Keenan, sehingga membuat Keenan seperti itu.


"Aku tak suka melihat kalian berbicara. Aku tak suka melihat ia tersenyum menatapmu."


"Hah.. memangnya kenapa? lagi pula aku hanya meminta maaf. Kenapa kamu jadi marah-marah." Ucap Sha kesal.


"Aku tak mau hal seperti ini terjadi lagi. Aku tak mau melihat kau dekat dengannya." Pinta Keen dan makin membuat Sha tak mengerti.


"Jangan bilang kamu cemburu Keen?" Tanya Sha dan berhasil membuat Keenan menatap Sha begitu lama.


Keenan tersadar setelah mendengar ucapan Shanum itu. Kenapa ia merasa begitu kesal melihat Shanum dekat dengan pria lain. Kenapa ada perasaan ingin memiliki Sha seutuhnya. Ya.. karena dirinya tengah cemburu.


Keenan kemudian menggeser duduknya, mendekatkan tubuhnya ke arah Shanum, mendekatkan wajahnya ke wajah Shanum.


"Ya.. aku cemburu Sha." Ucap Keen dengan menatap wajah Shanum begitu dekat, hampir tak ada jarak di antara mereka.


Shanum yang mendengar pengakuan Keenan, terkejut tak percaya. Keenan cemburu padanya. Pengakuannya itu berhasil membuat jantung Sha berdetak tak menentu. Apalagi saat ini Keenan tengah menatap dirinya begitu dekat.


Shanum menelan Salivanya sendiri, dengan tatapan tak lepas dari wajah Keenan yang begitu sempurna di hadapannya. Aroma mint jelas tercium saat itu.


Ke dua mata Shanum membulat, jantungnya makin berdetak kencang. Namun akhirnya terpejam seiring ciuman Keenan yang begitu lembut terasa.


"Drtttt...."


Getaran handphone mengagetkan keduanya. Menghentikan ciuman itu tiba-tiba. Masih dengan wajah yang begitu dekat satu sama lain, tak berani menatap keduanya. Mencoba mengatur napas kembali, meredam emosi yang terjadi. Menahan hasrat yang hadir memburu.


"Drtttt.."


Bergetar kembali, dan berhasil membuat Sha maupun Keenan tersadar akhirnya. Meninggalkan kecanggungan diantara mereka.


Handphone Keenan yang tengah berdering. Keenan pun segera meraih dan mengangkatnya. Nama Radit yang tertulis di layar handphonenya itu.


'Ya.. Dit.." Ucap Keen.


"Kalian sedang apa?" Tanyanya dan membuat Keenan terdiam dan menatap sekitarnya.


.

__ADS_1


.


.


.


Shanum turun dari mobil disusul Keenan kemudian. Rasanya masih begitu gugup dan terasa begitu canggung saat berada dekat dengan Keenan.


Bagaimana tidak Sha merasa seperti itu. Itu adalah ciuman pertamanya. Tiba-tiba saja Keenan menciumnya. Apa arti dari semua ini? Apa Keenan telah jatuh cinta padanya?.


Mungkin saja, Keenan terang-terangan berkata dia cemburu dengan Elvan yang tiba-tiba mendekati Sha.


Lalu bagaimana dengan Yuna?. Keenan tak menjelaskan apapun setelah itu.


Sha terus berfikir disepanjang perjalanannya menemui Radit.


"Yuk.." Ajak Keen dan seperti biasa ia meraih tangan Sha dan menggenggamnya.


Sha dan Keen pun melangkah bersama memasuki sebuah kafe yang disebut Radit tadi di telephone.


"Maksudmu" Ucap Keen ketika Radit menghubunginya tadi.


Keenan terlihat terkejut saat itu. Entah apa yang dikatakan Radit padanya dan akhirnya mereka sampai di sebuah kafe.


Berjalan mengikuti langkah kaki Keen, memasuki perlahan hingga ke dalam kafe. Terlihat sosok Radit yang tengah melambaikan tangannya.


"Ayo duduk." Pinta Radit setelah Keen dan Sha sudah berdiri di hadapannya. Keenan dan Sha pun duduk kemudian.


"Jadi kalian pacaran sekarang?" Ucap Radit tiba-tiba dan membuat Shanum kembali menatap Keen.


.


.


.


.


Author ga liat ya Sha🙈

__ADS_1


__ADS_2