Sebatas Pacar Sewaan

Sebatas Pacar Sewaan
Tunangan


__ADS_3

Terjadi banyak hal yang mengejutkan hari ini, rahasia ku dan Keenan, mungkinkan ini saatnya semua terbongkar.


-Shanum-


🍁🍁🍁


Radit memasuki mobilnya saat itu. Ia mengendarainya kemudian, menuju lokasi Shanum dan Gerry berada.


"Ini lokasi mereka, cepatlah ke sana." pinta Keenan dalam pesan yang dikirimkannya ke Radit.


Dengan segera Radit pergi menuju lokasi itu. Untungnya jarak mereka tak terlalu jauh. Shanum dan Gerry telah melakukan setengah perjalanan.


Terlihat Shanum yang masih berada di dalam mobil dengan Gerry yang berjalan bolak balik di luarnya. Gerry tengah sibuk menghubungi seseorang di sana. Menghubungi montir untuk mengurus mobilnya. Wajahnya tampak begitu kesal.


Sampai akhirnya Gerry menyadari kehadiran Radit dan merubah ekspresinya dengan cepat.


"Ah.. syukurlah, kau sudah datang." bisik Gerry senang.


Ia mengetuk kaca mobil mencoba memberitahukan pada Shanum, bahwa Radit telah datang menjemput mereka.


"Bagaimana bisa ban mobilmu bocor." ucap Radit saat mereka telah bertemu berhadapan.


"Sebenarnya bukan seperti itu." jawab Gerry ragu.


"Bukan seperti itu, maksudmu?"


"Seseorang hendak menabrak mobil Gerry tadi." ucap Sha menjelaskan.


"Kau tidak apa-apa Sha?" tanya Radit yang kini menjadi cemas dengan kondisi Sha.


"Aku tak apa-apa."


"Ya sudah, kita harus ke tempat Oma sekarang. Ceritakan detailnya kepadaku di jalan." ucap Radit kemudian dan kembali masuk ke dalam mobilnya bersama Shanum dan Gerry.


.


.


.

__ADS_1


.


"Kau sudah datang, dimana Shanum?" tanya Keenan tergesa dengan menatap wajah Radit yang masih terlihat mencoba mengatur napasnya.


"Dia sedang.." jawab Radit sambil menunjuk ke arah belakang dirinya saat ini.


Tampak Shanum tengah melangkah bersama Gerry di sampingnya. Keenan terdiam kemudian, lalu menatap kehadiran Shanum yang sudah sangat dinanti-nanti.


Berjalan perlahan menghampiri Keenan dengan wajah yang tersenyum.


"Aku merindukanmu.." ucap Keenan saat mereka sudah saling berhadapan. Membuat Shanum menunduk malu mendengarnya.


Gerry tersenyum saat itu begitu pun dengan Radit yang mau tak mau mendengar ucapan Keenan pada Sha.


Keheningan terjadi sesaat, Keenan langsung meraih pergelangan tangan Sha dan mengajaknya untuk lebih masuk ke dalam.


Ia membawa Shanum menuju keramaian, menuju Oma yang kini tengah tersenyum menatap kehadirannya.


Shanum pun tersenyum, namun ia tampak bingung. Banyak sekali yang hadir saat ini, banyak orang yang dikenalnya. Mamahnya bahkan Rena dan Andre pun hadir dan tengah tersenyum menatapnya.


"Kenapa mamahku di sini.., bukannya tadi dia bilang.." bisik Sha dan berpikir kemudian.


"Ayo Sha, mendekat ke arah Oma.." ucap Oma kemudian.


"Kenapa ramai sekali Keen?" bisik Sha kemudian.


"Ya.." jawab Keenan namun bukan jawaban itu yang diharapkan Shanum saat ini.


Beberapa menit kemudian, apa yang menjadi pertanyaan Shanum sejak tadi akhirnya terjawab. Saat Oma meminta semua tamu undangan untuk mendengarkannya memberitahukan kabar gembira baginya.


"Sebenarnya, hari ini bukan hanya pesta ulang tamu Oma saja yang ingin Oma rayakan. Oma juga ingin menyampaikan kabar gembira." ucap Oma terhenti sesaat dengan Shanum yang ikut memandangnya mendengar ucapannya.


"Hari ini, Keenan cucu Oma akan bertunangan dengan seorang wanita yang cantik dan baik hati." ucap Oma kemudian dan kemudian meraih pergelangan tangan Sha membuat Sha begitu terkejut mendengarnya.


"Shanum.. wanita yang dicintai Keenan." ucap Oma lagi memperjelas semuanya dengan menatap wajah Sha begitu dalam.


"Tunangan, aku dan Keen.. hari ini.." bisik Sha menatap Oma dan kemudian Keenan secara bergantian.


"Tunggu dulu.." ucap seseorang tiba-tiba, yang membuat semua orang yang hadir saat itu mengalihkan pandangannya tak lagi menatap Oma.

__ADS_1


Seorang wanita yang begitu cantik dengan gaun merah menyelimuti tubuhnya. Ia melangkah mendekati keramaian dan tepatnya di hadapan Oma, Shanum dan Keenan.


Semua mata menatap dirinya sekarang, Shanum dan Keenan pun melakukan hal yang sama. Mereka begitu terkejut sekali.


"Hallo Oma, perkenalkan namaku Yuna.." ucap Yuna tersenyum berjalan mendekat ke arah Oma.


"Untuk apa kau ke sini?" tanya Keenan dan berdiri diantara mereka saat ini. Namun Yuna hanya tersenyum saja. Gerry dan Radit yang melihatnya pun hendak mendekat.


"Oma berulang tahun, masa aku tak datang Keen." ucapnya dan masih saja tersenyum.


"Kau tidak diundang, cepat pergi.." ucap Keenan kesal dan membuat semua orang menjadi sangat terkejut.


Semua pasang mata terlihat saling bertanya. Entah siapa wanita yang berada di hadapan Oma saat ini, hingga membuat seorang Keenan marah.


"Untuk para tamu, silakan menikmati hidangan yang sudah tersedia." ucap Radit mencoba menenangkan suasana.


"Kenapa dibubarkan." protes Yuna. "Kalian yang hadir di sini juga perlu tahu fakta yang sebenarnya." ucapnya lagi melangkah berkeliling. " Tunangan Keenan yang sesungguhnya adalah aku, bukan wanita ini." ucap Yuna dengan jari menunjuk wajah Shanum.


"Cukup Yuna, kau cepat pergi dari sini sekarang." pinta Keenan lagi dan kali ini menarik tangan Yuna mengajaknya ke luar ruangan.


"Lepaskan Keen.." keluh Yuna dan tengah memberontak. "Aku hanya mau mengatakan yang sejujurnya pada Oma mu. Kalau wanita itu hanya sebatas pacar sewaan mu saja. Aku yang sesungguhnya pacarmu bukan dia." ucap Yuna dan membuat semua mata kembali terkejut mendengarnya.


"Cukup Yuna.." protes Keenan dan terus menarik Yuna ke luar.


Namun tiba-tiba, Oma melangkah mendekat. Oma yang sejak tadi hanya mencoba mendengar dan memahami keadaan. Akhirnya ikut berbicara.


"Tolong buktikan perkataan mu." ucap Oma kemudian.


"Lihat ini oma, lihat.." pinta Yuna tergesa dengan merogoh tasnya dan mengeluarkan berkas yang berada di dalam tasnya itu.


Deg..


Shanum terdiam, Keenan terdiam.. berkas yang ada digenggaman tangan Yuna saat ini sangat dikenalnya. Bagaimana bisa berkas tersebut ada di tangan Yuna.


.


.


.

__ADS_1


.


Oma ambil napas yang panjang, buang perlahan ya🏃🏻‍♀️🏃🏻‍♀️🏃🏻‍♀️


__ADS_2