
Sungguh ku terkejut mengetahui kenyataan yang sebenarnya. Kenyataan bahwa hubungan Shanum dan Andre hanya sebatas pacar pura-pura saja.
Tapi aku bahagia..
-Naya-
πππ
Naya tengah melangkah menuju Oma yang sedang duduk di sofa. Oma tersenyum menatap kehadirannya.
"Kau sudah bertemu dengan Shanum?" tanya Oma saat Naya sudah duduk mendampingi.
"Belum Oma, Shanum masih berganti pakaian."
"Ah.. iya, mereka baru saja hadir dan langsung mengganti pakaiannya tadi."
"Tak apa, Naya bisa bertemu setelah mereka selesai mencoba pakaian mereka."
"Ya.. Kamu akan datang bersama Elvan ke pesta Oma kan?"
"Naya belum tau Oma, Naya belum tanya ke Elvan bisa atau tidak ia datang."
"Kenapa?"
"Oma tau sendiri, Naya tak menyukainya.β
"Tapi itu pilihan orang tuamu, mereka yakin dia terbaik untukmu atau kau sudah menyukai pria lain?" selidik Oma dan membuat Naya terdiam menatap wajah Oma.
"Kau diam, berarti sudah ada seseorang di hatimu." tebak Oma.
"Tapi dia sudah memiliki wanita lain saat ini." ucap Naya lalu ia terdiam untuk waktu yang lama.
"Wanita lain." bisik Naya.
Naya menjadi mengingatnya. Naya mengingat wanita yang dibawa Andre, wanita yang Andre akui sebagai pacarnya.
"Shanum.." gumamnya kemudian.
"Tunggu..! Kenapa nama itu sama dengan nama pacar Keenan saat ini? Mungkin ini hanya kebetulan, ya kebetulan nama mereka sama. Pasti mereka orang yang berbeda." sanggah Naya cepat.
Namun Naya harus menatap terkejut. Seseorang yang namanya saat ini sedang berputar dalam pikirannya tengah hadir bersama Keenan. Ia bahkan tersenyum dan melangkah mendekati dirinya dan Oma.
"Shanum.." panggil Naya berulang dan ia langsung berdiri menatap kedatangannya itu.
"Itu Shanum pacarnya Keenan." ucap Oma memperjelas semuanya.
"Dia pacarnya Keenan?" tanya Naya kembali memastikan.
"Ya.., ayo Oma kenalkan kamu dengan Shanum." ajak Oma kemudian dan Naya mengikuti langkah Oma kemudian.
"Naya, kau sudah datang." ucap Keenan saat mereka sudah saling bertemu.
__ADS_1
"Ya.." jawab Naya singkat dan masih berpikir keras, bagaimana bisa Shanum sekarang menjadi pacarnya Keenan. Lalu bagaimana dengan Andre..?
"Naya ini Shanum. Sha ini Naya sepupunya Keenan." Oma mulai memperkenalkan.
"Sha sudah kenal Naya, Oma."
"Oh ya.." jawab Oma dan menjadi ikut terkejut.
"Keen, Sha sungguh pacarmu?" tanya Naya memastikan tapi malah dicubit perlahan oleh Oma.
"Kamu tanya apa sih Nay, dari tidak bicaranya ngawur saja. Sha memang pacarnya Keenan." ucap Oma dan Naya mengeluarkan teriakan kecil karena ada rasa sakit menghampiri pergelangan tangannya.
Sha dan Keenan akhirnya saling menatap, mereka hampir melupakan sesuatu. Ya.. yang Naya tahu Sha adalah pacarnya Andre. Dan Yuna adalah pacarnya Keenan.
"Maafkan Naya ya Sha.." pinta Oma dan Sha membalas dengan senyum.
"Enggak apa-apa Oma." jawab Sha.
Sebenarnya banyak sekali hal yang ingin Naya tanyakan pada Keenan dan Shanum saat itu. Ia masih belum mengerti dengan apa yang sesungguhnya terjadi.
Sampai akhirnya ia mempunyai kesempatan untuk bicara dengan Sha dan Keenan tanpa Oma menemani.
Setelah mencoba pakaian yang akan dikenakan nanti saat pesta ulang tahun Oma. Oma pun berpamitan terlebih dahulu meninggalkan Keenan, Sha dan Naya.
"Kalian sungguh pacaran?" tanya Naya lagi setelah memastikan Oma sudah pergi meninggalkan mereka.
"Ya.." jawab Keenan namun masih sulit diterima oleh Naya.
Sha dan Keenan saling memandang, mencoba menentukan siapa yang akan menjelaskan.
"Bagaimana kalau kita cari Cafe dulu, aku lapar." pinta Keen dan kemudian menarik tangan Sha.
"Mereka sungguh berpacaran." gumam Naya saat memandang Keenan dan Sha dengan jari yang saling bertautan.
.
.
.
.
Naya meminum segelas lemon tea dingin dengan beberapa teguk lalu meletakkannya kembali di meja yang sudah berada di hadapannya.
"Aku tak mengerti, bukannya kau berpacaran dengan Andre, dan kau berpacaran dengan Yuna."
"Aku sudah tidak ada hubungan apapun dengan Yuna, dia berselingkuh di belakangku."
"Sungguh!" Naya tertawa mendengarnya. "Ternyata orang seperti mu bisa diselingkuhi juga. Padahal kau pria yang nyaris sempurna." ucap Naya kembali dengan menatap keseluruhan wajah Keenan. "Lalu bagaimana dengan mu Sha, bukannya kau pacarnya Andre?" Naya kembali bertanya, pandangan beralih ke Shanum dengan cepat.
"Maafkan aku Nay, aku sebenarnya tidak sungguh-sungguh berpacaran dengan Andre."
__ADS_1
"Maksudmu?" tanya Naya cepat karena dirinya begitu penasaran sekali.
"Andre saat itu memintaku untuk menjadi pacar pura-puranya saja di depanmu."
"Untuk apa?" tanya Naya yang makin begitu penasaran.
"Aku tak tahu, tapi yang ku tahu kalian saling menyukai bukan!" Naya terdiam, ia bingung harus menjawab apa saat ini.
"Ceritakan hal lain saja, aku ingin tahu bagaimana kalian bisa berpacaran?"
Lagi dan lagi Sha dan Keenan saling memandang.
"Tak perlu membahas kami juga, ceritakan saja bagaimana hubunganmu dengan Elvan sekarang?"
"Tak ada yang menarik, bahkan aku melupakan Elvan. Kami hanya bertemu sekali dan tiba-tiba kami dijodohkan. Aku menolak dan Elvan pun menolak. Itulah ceritaku dengannya." jawab Naya terlihat santai, namun sebenarnya ia merasa kecewa yang begitu mendalam.
"Elvan.." ulang Sha dan mulai mengingat nama itu, rasanya tak asing. Tapi ia tak mengingatnya.
"Kau pernah bertemu dengannya Sha."
"Dimana?"
"Saat kita mencari gaun untukmu."
"Oh.. pria itu.. aku ingat sekarang. Kenapa kau tak mau dijodohkan dengannya? Dia memiliki wajah yang tampan, terlihat baik dan berpendidikan." tanya Sha dan kembali menatap Naya.
Namun bukan jawaban yang didapat Sha, melainkan tatapan tajam dari Keenan yang ia terima.
"Kau bilang apa barusan?"
"Dijodohkan." jawab Sha cepat setelah menyadari bahwa ia melakukan kesalahan.
"Bukan yang itu."
"Oh.. terlihat baik.." jawab Sha ragu.
"Bukan, sebelum terlihat baik, kau bilang dia apa?
"Tam pan..." Naya yang menjawab dan ia tertawa kemudian. "Tapi kalau ku pikir-pikir, Elvan juga tak kalah tampan dengan mu."
"Kenapa kau ikut memujinya sekarang, aku akan adukan Tante untuk segera menikahi kalian." ancam Keenan dan membuat Naya menekuk wajahnya.
.
.
.
.
Sabar ya Nayπ€
__ADS_1