
Aku tak paham dengan sikapnya yang berubah tiba-tiba. Tiba-tiba dia begitu perhatian dan sekarang ia mendiamiku
-Shanum-
🍁🍁🍁
"Kau.." Ucap Sha terhenti, rasanya ia belum bisa menyimpulkan siapa pria yang ada di hadapannya sekarang.
"Kau melupakanku?"
"Entahlah.." Jawab Sha ragu dan membuat pria itu tersenyum.
"Perkenalkan, namaku Elvan Dudan." Ucapnya sambil menjulurkan tangannya ke arah Shanum.
"Hmm Aku tak ingat." Ucap Sha akhirnya tanpa membalas sambutan tangannya itu.
"Kita pernah bertemu, tapi memang kita belum berkenalan saat itu."
"Sungguhkah, di mana?" Tanya Sha yang begitu penasaran dengan sosok pria ini.
Shanum memang merasa pernah bertemu dengan pria ini, namun ia masih tak dapat mengingatnya.
"Di pesta, malam itu kamu sedang melamun menatap langit."
Shanum terdiam, mencoba mengingatnya. Hanya satu pesta yang ia kunjungi. Pesta yang ia hadiri bersama Keenan atas undangan rekan bisnisnya.
Jadi pria ini adalah pria yang menghampirinya saat Sha sedang berdiri di balkon saat itu.
"Ah.. aku ingat sekarang." Teriak Sha akhirnya dan suaranya itu berhasil menyadari Keenan yang tengah sibuk di tempat lain.
Keenan melihat Shanum saat itu, dan ia tampak tak suka dengan pria yang berdiri di samping Shanum. Kenapa mereka bisa bersama bahkan terlihat akrab. Keenan pun melangkah menuju Shanum dengan cepat, dengan hati yang begitu gelisah.
"Aku belum tau namamu?" Tanya Elvan.
Belum sampai Shanum menjawab pertanyaan Elvan, Keenan telah melangkah menuju Sha dan memanggil nama Shanum.
"Shanum.." Panggil Keenan dan membuat Sha maupun Elvan menatap kedatangan Keenan.
"Owh.. namamu Shanum." Ucap Elvan akhirnya.
"Ya.."
Tak berapa lama kemudian Keenan telah sampai di hadapan Elvan dan Sha. Dengan cepat Keenan raih pinggang Sha dan memeluknya. Membuat Sha menatap bingung dengan tindakan Keenan yang begitu tiba-tiba.
"Hallo Keen." Sapa Elvan dan menatap tak suka dengan tindakan Keenan terhadap Shanum namun ia tetap tersenyum.
"Kalian sedang apa?" Tanya Keen dan mengabaikan sapaan Elvan.
"Oh.. tadi aku mencarimu Keen, tapi malah menabraknya." Ucap Sha menjelaskan.
__ADS_1
"Kenapa tidak hati-hati?"
"Shanum tidak sengaja." Jawab Elvan dan membuat Keenan makin tak suka mendengarnya.
"Oh.. jadi kalian sudah saling mengenal sekarang." Ucap Keenan lagi dan wajahnya makin terlihat begitu tak menyenangkan. Tatapannya tak lepas dari sosok Elvan yang berdiri di hadapannya.
Shanum merasa sesuatu yang salah tengah terjadi saat ini. Tiba-tiba saja Keenan memeluknya, bahkan pelukannya malah makin terasa kencang.
"Baru saja." Ucap Elvan begitu mudah dan ikut menatap Keenan yang terus menatap dirinya.
Hening beberapa saat, dan membuat Shanum memutuskan untuk ikut bersuara.
"Ehemm.. Keen, aku sudah mencoba gaunnya." Ucap Sha mengalihkan pembicaraan dan berharap Keenan menatap dirinya sekarang.
Dan ucapan Sha berhasil mengalihkan pandangan Keenan, hanya tertuju padanya. Keenan akhirnya menatap Sha yang masih setiap berdiri di sampingnya.
"Ya.. kau cantik dengan gaun itu." Ucap Keen dan berhasil membuat Sha tersipu mendengarnya.
"Duh.. Keen, kenapa mujinya mesti di depan orang lain." Gerutu Sha sendiri, entah kenapa ia merasa malu dengan perkataan Keenan barusan.
"Gantilah pakaianmu Sha, rapikan semuanya dan kita pergi ke tempat yang lain."
"Tapi aku belum mencoba yang lain "
"Tak perlu, aku yakin itu semua cocok buat kamu." Ucap Keenan dan berhasil membuat Shanum menatap tak percaya.
"Semua.." Ulang Sha.
Deg.. jantung Sha mendadak berdetak kencang. Tubuh Sha pun mendadak tak bergerak saat itu.
"Oh my God.. Keenan barusan ngapain?" Tanya Sha sendiri padahal iya tahu apa yang tengah terjadi padanya.
"A.. ku.. pergi." Jawab Shanum begitu gugup dan pergi melangkah dengan cepat meninggalkan Keenan, bahkan ia lupa bawa ada orang lain diantara mereka.
Berjalan begitu cepat akhirnya, menundukkan wajah sepanjang langkah. Salah satu tangannya tak henti mengusap lembut keningnya sendiri. Tangan lainnya sibuk mengusap lembut dadanya.. mencoba menenangkan hatinya yang berdebar.
Setelah menatap kepergian Shanum, Keenan kembali menatap pria yang berada di hadapannya.
"Jangan dekati Shanum." Ucap Keenan dan membuat Elvan tersenyum.
"Kau takut dia akan meninggalkanmu."
"Itu tak akan pernah terjadi."
Elvan tertawa kemudian. Ia rasanya begitu senang melihat Keenan saat ini.
"Kita lihat saja nanti." Ucap Elvan kemudian dan berlalu pergi setelahnya.
Di tempat lain, Shanum tengah sibuk merapikan gaun-gaun yang diberikan Keenan padanya. Membawa semuanya ke luar dari ruang ganti. Ia berhenti melangkah kemudian sambil mencari sosok Keenan berada. Lalu melanjutkan langkahnya menuju keberadaan Keenan.
__ADS_1
Keenan tengah menunggunya. Duduk dengan tatapan menuju layar handphonenya. Begitu serius bahkan panggilan Shanum tak membuat Keenan menatapnya.
"Keen, aku sudah selesai." Ucap Sha.
Tak ada satupun kata keluar dari mulut Keenan untuk Sha. Keenan sekarang menjadi sibuk dengan gaun-gaun itu tanpa mengucapkan satu katapun pada Sha. Memanggil salah satu pelayan toko dan memintanya membungkus semua pakaian yang ada di tangan Sha. Setelah itu Keenan langsung membayar semuanya.
"Kita pergi sekarang." Ucap Keenan.
"Apa..apaan ini. Kenapa hanya kalimat itu saja yang ia ucapkan sejak tadi." Gerutu Sha sendiri.
Shanum tak habis pikir, tiba-tiba saja ia begitu perhatian tadi. Bahkan Keenan memeluknya dan kemudian ia mencium keningnya.
Begitu tiba-tiba ia membuat hati Shanum berdebar. Membuat jantung Sha berdetak begitu cepat. Menciptakan kegugupan yang begitu mendalam bagi Sha.
Tapi. sekarang.. Keenan menjadi begitu cuek padanya. Bahkan ia tak menggenggam jemari Sha seperti yang selalu ia lakukan selama ini.
"Keen.. aku tak mau pergi, kamu saja yang pergi." Ucap Sha kesal.
Rasanya sudah cukup Keenan bersikap cuek padanya. Shanum merasa tak berbuat salah apapun.
Mendengar ucapan Shanum itu, membuat langkah Keenan terhenti. Ia menghela napasnya dan membalikan tubuhnya. Dan akhirnya ia kembali menatap Shanum.
Keenan menghampiri Shanum kemudian meraih jemari Shanum dan mengajaknya untuk meninggalkan tempat itu. Namun Shanum merasa tak paham dengan apa yang terjadi, merasa Keenan perlu memberikan penjelasan padanya terlebih dahulu. Shanum lepaskan genggaman tangan Keenan kemudian.
"Aku tak mau pergi." Pinta Sha lagi.
"Cukup Sha, kita pergi sekarang."
"Aku tak mau pergi.." Pinta Sha lagi dan lagi. Bahkan sekarang Shanum tak mau melihat wajah Keenan.
Namun sesuatu hal terjadi diluar dugaannya. Keenan tiba-tiba mengangkat tubuhnya. Ia menggendong Shanum. Membuat Shanum menatap tak percaya dengan apa yang tengah dialaminya saat ini.
"Keen, apa yang kau lakukan, turunkan aku."
"Tidak." Jawab Keen cepat.
"Keen turunkan, ini membuat semua orang menatap kita." Pinta Shanum lagi.
"Biarkan saja, aku tak peduli dengan mereka." Ucap Keenan lagi dan kembali melanjutkan langkahnya.
Sekuat apapun Shanum meminta dan meronta tak membuat Keenan menurunkannya. Dan akhirnya Shanum menurut, membiarkan Keenan tetap menggendongnya dan Sha menutup wajahnya begitu sempurna di tubuh Keenan.
"Duh.. Keen.." Bisiknya.
.
.
.
__ADS_1
.
Lanjutkan Keen..🏃🏻♀️🏃🏻♀️🏃🏻♀️