
Hatiku begitu perih ketika aku harus memutuskan untuk merelakan mu kembali kepadanya
-Shanum-
🍁🍁🍁
"Shanum.." panggil Keenan dan melangkah mendekat menghampiri Shanum dengan cepat.
Shanum bangkit dari duduknya, dan menatap diam kedatangan Keenan. Ia menatap tak percaya bahwa Keenan dapat menemukannya. Banyak sekali kegundahan yang dirasakan Sha dan ingin ditanyakan pada Keenan. Namun entah kenapa Shanum merasa belum siap jika harus mendengar kenyataan buruk yang akan datang menghampirinya.
"Maafkan aku." ucap Keenan dan langsung memeluk tubuh Sha dengan erat setelah dirinya tiba tepat dihadapan Shanum.
Shanum meneteskan air matanya kembali, ia tak berani menyambut pelukan Keenan untuknya. Tangannya begitu takut untuk membalas pelukan itu. Ia takut tak rela untuk melepaskannya.
"Kenapa kau disini?" tanya Sha kemudian dan menghapus cepat air matanya.
"Aku mengkhawatirkan mu Sha." ucap Keenan dan keduanya saling memandang. Keenan pun menggenggam kedua jemari Sha mencoba meyakinkannya.
"Ahemm..." Oma bersuara. Menciptakan kecanggungan yang dirasakan Keenan dan Sha.
"Maaf Oma." ucap Keren akhirnya.
"Kalian sudah dewasa, selesaikanlah dengan baik." pinta Oma dan kemudian pamit dan meninggalkan Sha dan Keenan berdua.
Oma berjalan menjauh meninggalkan Keenan dan Shanum. Oma berpikir, keduanya perlu waktu untuk bersama.
Entah apa yang mereka alami, semoga keputusan yang bijak yang mereka hasilkan nantinya.
"Apakah ini ada hubungannya dengan Yuna." tanya Oma sendiri sambil berjalan perlahan menuju kamarnya.
.
.
.
.
"Kau mau ku antar?" tanya Aulia pada Yuna.
"Tidak, aku bisa sendiri." jawab Yuna cepat dan masih tampak kesal.
Ya.. Yuna begitu kesal, ternyata sahabatnya sendiri ikut membohonginya.
"Apa yang akan kau lakukan setelah ini?"
"Aku akan merebut Keenan kembali." ucap Yuna dan dirinya kini telah siap meninggalkan ruang kerja Aulia.
Yuna melangkah dengan sangat angkuh, dirinya masih tak percaya dengan apa yang menimpanya saat ini.
Tiba-tiba, terbesit ide gila yang tercipta di pikirannya. Ia ingin kembali ke ruang kerja Keenan. Ia ingin mencari tahu tentang wanita itu. Aulia sangat menutup rapat sosoknya. Yuna tak dapat mengetahui apapun dari Aulia.
Karena rasa penasaran yang begitu tinggi, rasa tak rela Keenan berpaling darinya, membuat dirinya kini merealisasikan ide gilanya itu. Yuna melangkah kembali ke ruang kerja Keenan.
Menatap sekitar penuh dengan hati-hati, dan masuk perlahan menuju meja kerja Keenan. Mencari apapun yang dapat ditemukannya.
Sampai akhirnya, Yuna terdiam ketika dirinya berhasil mendapatkan sebuah berkas yang ternyata isinya adalah sebuah perjanjian. Ia tersenyum saat itu.
__ADS_1
"Aku menemukannya." ucap Yuna senang.
Setelah berhasil mendapatkan sesuatu yang berharga, Yuna pun segera pergi. Tak lupa ia membawa berkas itu dan menggenggamnya dengan sangat hati-hati.
Kembali melangkah, seolah tak terjadi apapun pada dirinya. Sedikit paham mengenai situasi saat ini. Walau sebenernya masih banyak kejanggalan yang belum ditemukan titik terangnya.
Setelah berhasil keluar dari gedung tempat dimana Keenan bekerja, dengan cepat Yuna mencari taksi untuk kembali ke hotel.
Yuna kembali membuka berkas yang dibawanya sejak tadi. Ia baca kembali dan penuh hati-hati di dalam taksi.
"Ternyata wanita itu hanya sebatas pacar sewaannya, tapi kenapa Keenan masih begitu dingin padaku. Padahal aku sudah kembali." ucap Yuna sendiri dan masih tak mengerti.
Yuna masih terus berpikir, sepanjang perjalanan pulangnya.
"Pasti wanita itu telah berhasil merasuki pikiran Keenan, Keenan tak mungkin mengkhianati ku." ucapnya lagi.
Tiba-tiba handphonenya bergetar, menghentikan aksi melamunnya seketika. Endru yang tengah menghubunginya.
"Bagaimana dengan hari ini honey, kau berhasil menemuinya?" tanya Endru dan membuat Yuna berpikir.
Rasanya ia tak mau mengakui, bahwa saat ini dirinya tengah dicampakkan oleh Keenan. Endru pasti akan tertawa bahagia mendengar penderitaannya saat ini.
"Ya, baru saja ku bertemu dengannya."
"Lalu."
"Lalu apa maksudmu?"
"Kekhawatiran mu sudah terjawab."
"Ya.. dan Keenan masih sangat mencintaiku." jawab Yuna berbohong.
"Tapi kau tak lupa untuk kembali kan?" tanya Endru memastikan.
"Oh.. tentu, aku tak lupa soal itu." ucap Yuna cepat.
"Kau sedang bersama Keenan sekarang?"
"Tidak, Keenan sedang bekerja tak mungkin aku menggangunya."
"Sungguh seperti itu."
"Ya..memangnya aku sedang berbohong." ucap Yuna kesal.
"Pantas saja kau berpaling darinya."
"Maksudmu?" tanya Yuna dengan kening berkerut.
"Keenan sungguh gila kerja, kekasihnya yang baru kembali saja ia nomor duakan."
"Kenapa kau selalu membuatku marah."
"Tapi itu kenyataannya." ucap Endru tak mau kalah.
Yuna langsung menghentikan pembicaraan itu. Kepalanya begitu sakit memikirkan semuanya. Memikirkan sikap Keenan yang berbeda kepadanya. Memikirkan Endru yang selalu membuatnya kesal.
"Kenapa pria itu menyebalkan." teriak Yuna kesal.
__ADS_1
Sedangkan Endru bergumam setelah Yuna mengakhiri pembicaraannya tiba-tiba.
"Kau itu wanitaku, dan harus menjadi milikiku seutuhnya.
.
.
.
.
"Keen.." panggil Sha setelah sosok Oma benar-benar pergi meninggalkan mereka.
"Kenapa kau ada di sini, bukankah seharusnya kau bersama..." ucap Sha lagi namun terpotong oleh Keenan.
"Kenapa aku harus bersamanya?"
"Dia Yuna kan, benar dia Yuna, Yuna kekasihmu." ucap Sha dan tampak berhati-hati. Sha pun tak menatap Keenan, rasanya ia tak berani.
"Ya.." jawab Keenan dan membuat hati Sha terasa pilu. Sha pun menghela napasnya, menata hatinya.
"Yuna sudah kembali, mungkinkah sebaiknya kita berpisah Keen." ucap Sha dan membuat Keenan terkejut sekali.
"Kau bilang apa?" tanya Keenan dan menatap begitu dekat wajah Sha.
"Kita.. ber.. pisah..." ucap Sha lagi dan air mata kembali turun di pipinya.
Sha hapus cepat air matanya, rasanya begitu sakit saat mengatakan kata berpisah. Ia ingin terlihat tegar, ia ingin terlihat kuat saat mengatakannya. Tapi ternyata ia tak bisa. Ia tak mampu. Air matanya terus turun kembali. Ia hapus lagi dan lagi dan akhirnya ia tak mampu menatap Keenan.
"Sha.." panggil Keen dan meraih jemari Sha.
"Kita tidak harus berpisah, kau itu wanitaku."
"Lalu bagaimana dengan Yuna? Dia sudah kembali Keen, dia yang berhak atas dirimu, bukan aku."
"Tidak, aku memilihmu bukan memilihnya."
"Tapi Keen.. ini tidak adil buatnya."
"Sha.. dengarkan aku, ini adil buatnya."
"Maksudmu.."
"Dia telah mengkhianati ku."
"Maksudmu.." tanya Sha kembali.
Apa yang sebenarnya terjadi, Sha tampak tak mengerti menatap Keen yang masih diam tak menjelaskan.
.
.
.
.
__ADS_1
kasih tau ga ya🙈🙈🙈