
“Tapi sebentar lagi aku akan menikahimu.”
Inda tidak tahu apakah kata-kata Jose merupakan candaan atau bukan. Tapi dia tidak menganggap hal itu sebagai hal serius yang perlu dipikirkan.
Sedangkan berbeda dengan Inda, Jose berkata dari dalam lubuk hati terdalam. Ternyata Jose penganggap kata-katanya sebagai suatu kebenaran, kalau dia mulai menyukai Inda dan akan menikahinya tak lama lagi. Karena dia ingin memiliki hubungan yang lebih spesial lagi dari ini.
Terutama saat Jose mulai tidak ingin berstatus sebagai suami seorang Lista yang jelas tidak bisa berbuat apapun. Bahkan di masa kecil, Lista adalah seorang anak perempuan yang menyebalkan, licik dan emosional.
Tidak lupa dendam di masa lalu yang cukup mendarah daging bagi Jose untuk keluarga Dehandra. Hingga kini Jose berencana untuk membalaskan dendamnya kepada keluarga itu dengan tetap menikahi Inda.
"Sini badanmu, eh bukan. Maksudnya buka mantel mandimu," pinta Inda dengan gugup. Jelas Inda merupakan wanita normal yang pasti akan meleleh mendengar ungkapan seperti itu dari seorang pria.
"Tapi kamu mau 'kan?" tanya Jose dengan senyum lebar yang semakin membuatnya bertambah tampan di hati terkecil Inda.
"Maksudnya?" Inda pura-pura tidak tahu.
"Lamaranku tadi," jawab Jose.
"Bukannya istrimu kakak Lista? Yang ada dia malah marah sama Aku, kalau tahu kamu melamarku," ucap Inda menolak secara halus.
"Dia bukan istriku. Selama ini hanya kamu yang menemaniku. Jadi sebenarnya, kamu istriku, bukan dia," jelas Jose seraya memegang tangan Inda.
Jelas-jelas sentuhan tangan itu membuat Inda bertambah gugup.
'Mungkin aku harus mengulangi semuanya dari awal,' pikir Jose sehingga ia mulai berlutut di depan Inda dan mulai menatap Inda dengan tatapan cinta.
__ADS_1
"Maukah kamu menikah denganku?" tanya Jose tanpa basa-basi.
Inda terdiam. Dalam hati terdalamnya, Inda sangat ingin mengatakan kalau ia menginginkannya. Dengan sifat baik selama beberapa hari tanpa adanya kekerasan seperti cerita keluarga Dehendra sebelum Inda dijemput Ben, jelas Inda sudah begitu jatuh cinta pada Jose.
Hanya saja, kembali pada topik awal. Jelas Jose adalah suami Lista yaitu kakak angkatnya. Inda bahkan masih ingat betapa memohonnya Marien di malam sebelum hari H. Kalau pernikahan ini hanya sementara dan tidak sepantasnya Inda mengambil posisi Lista sebagai Istri Jose.
Atau balas budinya pada keluarga itu akan tetap berkesinambungan sampai ia kapanpun. Inda cukup tahu diri sehingga memilih diam.
Jose menanti selama beberapa detik lamanya. Ia sangat tertarik dengan Inda dan ia mengerti perasaan ini terkesan terlalu cepat diucapkan.
Terlihat dari hubungan mereka yang hanya berlangsung selama beberapa hari sejak pernikahan. Sifat Inda yang jelas berbeda dengan Istri sahnya Lista, membuatnya ingin secepatnya lepas dari status mengerikan ini.
“Cepat katakan iya, Inda. Aku akan secepatnya membuat pernikahan lebih mewah dari pernikahanku dengan wanita menyebalkan itu. Aku menyukaimu. Perlu kamu tahu saja, Aku mau kita memiliki kebahagiaan bersama,” kata Jose dari dalam lubuk hatinya yang terdalam.
"Berdirilah. Kamu mau terus memakai mantel mandi itu? Kamu tidak kedinginan, hem?" ucap Inda tanpa menjawab pertanyaan Jose.
Meski tidak dipungkiri, kalau tatapan Inda untuk Jose adalah tatapan penuh cinta. Karena Inda yang pertama naksir melihat ketampanan Jose di altar pernikahan.
Jose berdiri seperti keinginan Inda. Namun dia pergi dari hadapan perempuan itu, dan masuk ke rumah. Dia mengambil kunci mobil kemudian memasuki mobil dan pergi dari sana.
Perlakuan Jose yang kembali diam dan dingin tidak seperti hari kemarin, membuat Inda terbengong panik, karena; dia jelas kembali lupa jika sebuah penolakan akan membuat mood Jose menjadi kacau.
''Padahal aku 'kan hanya mengatakan sebenarnya. Aku tidak ingin balas budiku pada keluarga Dehendra batal sehingga aku harus membalas segala yang telah mereka lakukan padaku selama 10 tahun ini. Aku mana punya uang sebanyak itu untuk melunasinya!'' monolog Inda panik.
"Lagi pula kapan kak Lista pulaaaaang, biarkan dia menghadapi pria aneh yang satu ini. Dia kan istrinya bukan Aku,'' rengek Inda pada dirinya sendiri.
__ADS_1
Mendadak, Inda teringat kejadian tadi. Dia dilamar! Kalau saja Jose adalah pria single yang mencintainya dia tidak akan keberatan untuk mengatakan iya.
Tapi, dia sudah beristri! "Meski untuk sementara ini aku sebagai penggantinya, tetap saja rasanya sulit sekali menentukan pilihan!" Rasanya Inda sangat pasrah.
"Tapi ah, kejadian tadi pasti aku salah dengar. Tidak mungkin Jose mau menikahiku. Itu pasti hanya candaannya. Apalagi akhir-akhir ini dia sering bersikap seperti anak-anak yang cukup menyebalkan, kalau saja dia anak-anak, masih wajar. Eh, tapi mana ada anak-anak yang saling mengungkapkan cinta. Em, maksudnya, sikap menyebalkan dan ingin menang sendiri loh, Aninda Antariiii!"
Beginilah sikap indah dan cara pembicaraannya Jika dia sedang kebingungan. Antara mau senang karena Jose sudah mau jujur atau malah sedih karena memang kata-kata itu hanya bercanda seperti dugaannya.
***
Jose memukul stir mobil untuk melampiaskan perasaannya yang sedang sangat kesal.
''Bagaimana mungkin dia menolak lamaranku?'' Jose bermonolog. Ia membayangkan betapa bersikap bodohnya lah dia tadi saat mengungkapkan perasaannya yang tulus pada perempuan yang dinilainya sangat baik untuk saat ini. Namun apa, dia ditolak! Jelas hal ini membuat Jose sangat kesal bukan main.
Jose sampai di Pantai setelah perjalanan hampir satu jam. Pria itu turun dari mobil, melihat suasana pantai yang riuh dari kejauhan. Ia mengunci pintu dan pergi dari parkiran.
Jose melihat mamanya duduk di pasir pantai beralaskan tikar dan sebuah payung besar menutup kepalanya dari terik matahari. Awalnya Jose berencana membawa Inda kemari untuk bertemu Maria yang ternyata adalah idola Inda. Namun perempuan itu sudah terlanjur menghancurkan hatinya sehingga memutuskan membawa diri sendiri saja.
"Kenapa hanya sendiri Jose, di mana Istrimu?" tanya Maria bingung setelah melihat tiada seorangpun wanita di samping Jose.
Entah mengapa Jose kesal mendengar pertanyaan itu. Dia duduk di samping mamanya dengan asal mengambil dan meminum air kelapa yang tergeletak di dekatnya itu.
"Eh, eh Jose. Itu punya mama, kenapa malah diambil? Kamu lagi ga punya uang ya?"
Jose meletakkan buah kelapa yang telah dihabiskannya hampir semua airnya itu. Dia menggeleng mendengar perkataan mamanya. "Mama ini, ada-ada aja! Udah tahu Jose lagi kesal malah diajak bercanda!"
__ADS_1
"Mama mana tahu kamu lagi kesel. Tiba-tiba datang langsung ngambil minuman mama. Mama tebak kamu nggak punya uang, malah dikata Mama lagi bercanda. Kenapa sih Jose, ada masalah ya di rumah sama istrimu," tanya Mama penasaran.