
"Memper-kosanya." Mereka menjawab dengan sangat sulit. Tubuh sudah babak belur, bahkan tak mampu berbicara. ketakutan akan kemarahan Jose-lah yang membuat mereka berusaha berbicara.
Tapi jawaban mereka membawa malapetaka bagi keduanya. Dengan kemarahan yang begitu besar, Jose menghajar dua orang bejat suruhan Lista. Jose ingin memastikan mereka mati di tangannya.
"Hentikan!" suara seorang polisi yang melihat kejadian mengenaskan di depannya. Mendengar perintah itu, membuat Jose menghentikan pukulannya.
"Apa-apan ini, kalau ada masalah jangan main hakim sendiri-lah!"
Jose tidak berbicara sama sekali. Hatinya masih dipenuhi rasa dendam. Menyesal dan merasa bersalah terhadap Inda membuatnya semakin pada pelaku pemer-kosa Inda.
Polisi yang tidak menemukan jawaban dari pelaku maupun korban, memutuskan memanggil rekan kerjanya dan membawa Jose beserta dua korban yang sebenarnya adalah pelaku ke kantor polisi.
"Istriku masih di kantung mayat," akhirnya Jose berbicara tapi kata-kata lelaki itu tidak dapat dimengerti Polisi hingga pria berseragam itu menganggap Jose sudah gila.
"Jangan mengada-ada!"
__ADS_1
Akhirnya mau tidak mau Jose menghubungi Ben untuk mengurus Inda dan mobilnya.
Di kantor polisi, Jose menerangkan semua hal yang menjadi pemicu utama dia main hakim sendiri. Meski lelaki itu adalah orang dalam jajaran terkaya, tapi dia tetap harus tunduk kepada aturan.
Polisi mulai paham setelah Jose menerangkan. Tetapi di mata hukum, tetap saja orang yang pertama menyerang mendapat lebih banyak hukuman.
Mau tidak mau Jose meminta maaf dan menghubungi Mamanya untuk membebaskannya.
***
"Jose sedih sekali, Ma. Tapi tetap saja Jose yang salah di sini. Jose ingin minta minta maaf pada Arinda."
"Setelah sadar, baru kamu bisa minta maaf padanya. Tapi mama tidak habis pikir, kenapa ya, perempuan yang Mama kira sangat baik, ternyata mampu melakukan hal seburuk itu pada perempuan secantik dan sebaik Arinda," ucap Mama sambil menyentuh kepala Arinda.
"Entahlah ma, itu Jose juga tidak tahu. Di kepala Jose semua hal masih membingungkan. Lisa yang selama ini Jose kira baik ternyata menghancurkan kehidupan seorang gadis yang tidak tahu apa-apa. padahal jika dia ingin bersama Jose kenapa harus menyerahkan perempuan lain untuk menghadiri acara pernikahan, apa dia sudah gila?"
__ADS_1
Jose sangat tahu awal hubungan ini karena balas dendam atas perilaku Lista di masa lalu terhadap sahabat baiknya.
Tapi balas dendam itu seolah tidak mempan karena kebaikan Inda selama pernikahan. Jose kira Lista sudah berubah, ternyata perempuan lain yang beretika baik menggantikan pernikahan ini.
Jadi Jose merasa begitu bersalah, "Seharusnya mereka sudah kubunuh dan giliran Lista menanti." lelaki itu merasa kesal, hingga menggenggam tangannya sangat erat.
"Dua orang yang aku cintai menjadi targetmu, Lista Dehandra. Kali ini, kau tidak akan kulepaskan!"
Jose bertekad dalam dirinya. Begitu membayangkan betapa mengerikannya hidup dua perempuan yang sebelumnya begitu dekat dengannya. Wilea dan Aninda.
"Jose, Inda sudah sadar." Lamunan Jose berhenti ketika Maria memukul bahu Jose dan menyampaikan berita baik.
Seketika Jose langsung menyentuh tangan Inda dan mengatakan banyak ras bersalah sambil berderai air mata.
"Aku tidak tahu semuanya akan berakhir seperti ini, aku minta maaf Inda. aku janji tidak akan membiarkanmu sendirian lagi."
__ADS_1