Sebatas Pengantin Pengganti

Sebatas Pengantin Pengganti
28. Kondisi yang Membaik


__ADS_3

Jose tersenyum kecil kala mendengar dukungan Mamanya itu.


"Tapi bolehkan Jose mengotak-atik kehidupan keluarga Dehandra, mereka sudah melanggar kesalahan dengan memproduksi perempuan jahat seperti Lista."


"Silahkan lakukan sesukamu, tapi jangan bermain tampak. Kamu paham kan bermain tampak itu seperti apa?"


Jose mengangguk. Permainan tampak adalah permainan yang mudah ditebak bahkan diketahui semua orang seperti kejadian pemukulan tadi di tepi jalan jembatan.


"Mama juga tidak mengizinkanmu melakukan hal bodoh dengan mengadakan pernikahan dengan Lista lagi. Sudah cukup ada perempuan yang tersiksa karena keputusanmu itu."


Dan Jose pun sepakat.


Selama tiga bulan penyembuhan Aninda, Jose sudah melakukan banyak pembalasan atas kemalangan Aninda dan kematian Wilea perempuan di masa kecilnya.


Perusahaan Dehandra benar-benar goyah. Dan berpuncak pada kebangkrutan di bulan ketiga. Keluarga itu menjadi begitu miskin


bahkan Lista yang merupakan seorang model, dipermalukan dengan berbagai skandal–bahwa ternyata


selama ini Lista mencintai pria tua beristri 4 yang membuatnya melarikan diri dari pernikahannya dengan Jose.


Namun kala Lista melihat kalau Aninda dapat mengubah Jose dengan sepiring masakan tiap harinya.


Di saat itulah Lista ingin merebut kembali apa yang seharusnya 'menjadi miliknya'.

__ADS_1


Keadaan Lista saat ini pun sedang hamil. Tapi bukan dengan pria tua yang merupakan kekasihnya itu. Namun dengan berbagai pria karena Lista adalah seorang ja-lang di kelas VVIP.


Sekarang, Lista yang merupakan model terkenal ketahuan kedoknya. Semua hancur akibat skandal bahkan kini, menjadi aib.


Di setiap malam, setelah Jose menyelesaikan satu persatu rencananya, dia pasti melihat keadaan Aninda yang penyembuhannya dibantu psikiater terbaik. Dia menyaksikan perubahan Aninda yang semakin menuju hal baik.


Bahkan tak jarang, psikiater mempertemukan Jose dengan Aninda kemudian menyuruh Jose menyentuh tangan Aninda.


Di minggu pertama penyembuhan, tentu saja Aninda berteriak ketakutan. Tapi setelah tiga bulan, Aninda tidak lagi takut dengan seorang lelaki seperti sebelumnya.


"Coba berbicara pada pasien. Tapi jangan berbicara banyak, apalagi menyangkut masalalu. Buatlah dia berbahagia dengan berbagai candaan," kata psikiater pada Jose.


Jose mengangguk. Kemudian dia mencoba duduk di samping Aninda dan terlebih dahulu menyentuh tangan perempuan itu.


"Hai," jawab Aninda.


Ada rasa lega muncul dalam diri Jose ketika mendengar jawaban langsung dari mulut Aninda karena sebelumnya tidak begini.


Sankin senangnya, Jose memeluk Inda tanpa menunggu persetujuan perempuan itu. "Aku seneng mendengar suaramu," kata Jose terharu.


Sudah lama ia hanya mendengar kebisuan Aninda, dan satu kata yang keluar dari mulut Aninda tampak sangat melegakan untuknya.


"Terus berbicara ya. Aku janji akan mendengarkan meski hanya kata tidak masuk akal, aku akan tetap mendengarkan mu," kata Jose senang.

__ADS_1


"Hiks."


Jose terhenyak sebentar. Dia merasa aneh mendengar terdapat suara tangisan yang kemungkinan besarnya dibunyikan Inda.


"Kenapa menangis Hem?" Jose menyeka air mata Inda setelah melepas pelukan.


Aninda menggeleng, dia tetap bungkam.


***


Setelah bertemu Inda, Jose ingin berbicara dengan Susan, psikiater yang menangani Inda.


"Dokter, saya ingin tahu kenapa Inda menangis padahal saya tidak berbuat buruk padanya seperti permintaan Dokter?"


Mendapati pertanyaan seperti itu, Susan sang psikiater tampak tertekan. "Sebenarnya begini. Selama tiga bulan pasien Inda sudah bisa berbicara."


Awal kalimat sudah membuat Jose terkejut. "Kenapa bisa? Bukankah dia membatasi diri?"


"Hanya pada perempuan saja."


Jose menaruh rasa kesal segelah mendengar penjelasan Susan. Karena tiga orang jahat yang menghancurkan kehidupan Inda, dia yang bukan penjahat pun kena imbasnya.


Beruntung tiga penjahat itu sudah mendekam dipenjara beberapa bulan sebelumnya, jika tidak, Jose sudah membunuh mereka dengan tangannya karena membuat hidup perempuan yang dicintainya susah.

__ADS_1


"Aninda sering bercerita pada saya mengenai bebannya. Dia takut menghadapi kehidupan. Karena pastinya, dunia tidak akan menginginkannya dengan kondisinya yang bukan perempuan seutuhnya lagi. Apalagi dia tidak pernah menikah, dia takut bukan hanya wanita, tapi pria menganggapnya rendahan."


__ADS_2