Sebatas Pengantin Pengganti

Sebatas Pengantin Pengganti
25. Tindakan Buruk


__ADS_3

Inda berhasil keluar dari lingkungan Villa Jose dengan bersikap selayaknya orang biasa. Tiada satupun yang mencurigainya. Meski ada beberapa orang yang sering melewati area Villa yaitu orang-orang suruhan Jose untuk menjaga Villa Jose, Tapi sepertinya semua jalan begitu dimudahkan untuknya.


Inda menyewa taksi yang lewat, dan membayarnya untuk pergi ke sudut kota. Tapi Inda justru diculik.


"Hehehe, tampaknya sangat menyenangkan bermain-main denganmu. Bos tidak salah kata. Target kali ini benar-benar cantik!" ucap seseorang pria di antara ketiga pria lain yang sebelumnya ada di dalam taksi itu. Inda tidak tahu, kalau mereka adalah suruhan Lista kakaknya.


"H-hey! Siapa kalian! Jangan melakukannya atau aku akan melapor pada polisi!" Inda berteriak sekuat tenaga, dan berusaha membuka pintu taksi. Hanya saja, tidak berhasil. Dia mulai didekati, tangan dan kakinya diikat supaya perempuan itu tidak dapat bergerak.


Inda menangis sekuat tenaga. orang-orang itu mulai melucuti pakaiannya, dan menyentuh bagian sensitif perempuan itu. Inda tidak tahu mau melakukan apa. Hidupnya benar-benar hancur, bahkan penyesalan mulai ada di dalam dirinya.


Kenapa aku pergi dari rumah Jose … atau mungkin Jose sakit hati karena ku tolak kemudian dia memanggil orang-orangnya untuk mencelakaiku.


Berbagai pemikiran liar mulai mengganggu jiwanya sampai setiap orang itu mencapai keinginan beratnya masing-masing.


"Dia benaran masih perawan!"


Arinda sudah pingsan saat salah satu dari mereka berhasil menghancurkan harga dirinya. Bergantian tiga orang yang sudah dikuasai iblis itu mencicipi madu manis dari perempuan muda di depannya.


Kemudian mereka menghubungi Lista dan mengatakan kenyataannya.


"Dia masih perawan, bos!"

__ADS_1


"Baguslah kalau gitu. Campakkan dia ke jembatan, pastikan dia mati setelahnya," perintah Lista.


Tentu saja dengan kesenangan hati, mereka menyetujui. "Oke, bos."


Sedangkan di sisi lain.


Perasaan Jose benar-benar tidak menentu, dia sangat cemas. Entah mengapa sekejap bayangan mulai terlintas di kepalanya. Arinda-nya dalam keadaan tidak baik-baik saja saat ini.


"Mungkin ada orang yang menjahatinya?"


Sambil membawa mobil, Jose melihat ke segala arah dan mencari keberadaan Arindanya.


Namun Jose yang memiliki feeling kalau Arinda ada di antara orang-orang yang memarkirkan mobil di tepi jembatan dan mengeluarkan plastik mayat, segera memarkirkan mobilnya dan mulai bertanya dengan garang.


"Coba perlihatkan apa isi mobil kalian!"


Tentu saja melihat kedatangan Jose, membuat mereka marah. "Apa hakmu sampai harus tau segala urusan kami!"


Ketakutan yang dirasakan satu orang diantara pria suruhan Lista, membuatnya membuka sedikit plastik mayat dan kabur dari sana.


Dengan begitu, Jose dengan mudahnya melihat isi plastik mayat. Dan alangkah terkejutnya lah dia setelah menemukan Arindanya di dalam plastik mayat itu.

__ADS_1


Dia segera menghajar mereka hingga babak belur kemudian menghakimi mereka.


"Siapa yang menyuruh kalian melakukannya!"


Mereka bungkam.


Jose yang sudah marah menginjak dua buah telur dan sosis dua orang yang berhasil dihajarnya.


"Beritahu!"


"Akh!" keduanya menjerit.


"Beritahu!" Jose mengulang kalimatnya lagi.


"Lis-ta."


Amarah Jose benar-benar tidak terkendali. Dia menggenggam tangannya kemudian menonjok pipi kedua.orang yang sudah dibuatnya jatuh lemas itu. Dia melirik Arinda yang belum sadar juga dari pingsannya.


"Apa yang akan kalian sudah lakukan untuknya?!" tanya Jose lagi.


Tapi jawaban mereka, seketika membuat darah Jose seakan mendidih.

__ADS_1


__ADS_2