
24: Semua Sudah Berakhir
"Kau yang gila, Jose!" Serang Lista balik, membuat Jose terperangah. 'Apa yang dia maksud?' Jose tidak mengerti.
"Apa kau tahu, Aku terperangkap di dalam gudang sehari sebelum pernikahan. Aku sedih karena tidak bisa menghadiri acara pernikahan itu. Bahkan, Aku sempat mengira kamu membatalkannya. Ternyata keluargaku sudah menyiapkan orang lain untuk menggantikanku. Sekarang aku di sini, hanya untukmu sayang! Tapi kamu malah mencari yang lain"
Jose menatap wanita di depannya yang mengeluarkan air mata sebagai pertunjukan kesedihannya.
Jose terperangah. Dia tidak percaya terdapat dua cerita berbeda dengan versi yang berbeda pula. Dan Jose tidak tahu mau percaya pada yang mana karena
"Aku tidak peduli pada apapun selain, di mana Inda, aku mau tau di mana dia kau buat," balas jose acuh.
Lista melihat Jose dengan ekspresi tidak percaya, "Kau masih peduli padanya setelah aku-istrimu ada di sini?"
"Ya, karena aku belum puas melakukan sesuatu padanya," jawab Jose asal. DIa tidak mau Lista tahu tentang perasaannya pada Inda, karena pasti wanita licik ini akan berbuat sesuatu padanya.
Tiba-tiba Lista mencengkram belahan kemeja Jose, dengan suara serius ia berkata, "Sekarang hanya ada aku, dan kau harus terbiasa dengan itu!" ancamnya.
Jose mendengus pelan, ternyata wanita ini sudah pandai mengancam, ya. Batin Jose kesal. 'Apa dia sedang berpikir kalau aku akan memperlakukannya sebaik sat bersama Aniinda? Baiklah, mungkin itu yang dia inginkan.' pikir Jose menentukan keputusannya.
"Kalau itu maumu, maka aku akan menurutinya," ucap Jose pda Inda.
Tampak segurat kebahagiaan tercetak di wajah Lista. Dia merasa Jose sudah melupakan semua yang ia lakukan saat masih kecil pada Wilea, sahabatnya sendiri.
Padahal bagi Jose, sampai matipun ia tidak akan membiarkan ingatan buruk tentang keburukan Lista yang menghancurkan masa kecilnya, persahabatan mereka hilang tanpa jejak. Roh Inda pasti beteriak menyatakan perang, dia pasti ingin sebuah keadilan meski tubuhnya sudah meninggal.
***
Beberapa jam yang lalu.
Saat itu Inda sedang kesal-kesalnya karena Jose yang tanpa berpikir panjang langsung meninggalkannya sesuka hatinya.
__ADS_1
"Apa dia pikir aku tidak punya perasaan sampai dia buat begini sama aku," ucap Inda berbisik pada udara.
Tak lama berselang, Inda melihat sebuah mobil merah memasuki pekarangan Villa Jose. Dia mengerutkan kening serta bertanya pada dirinya sendiri. 'Itu kak ... Lista, bukan?' Inda ragu lantaran lupa-lupa ingat jenis mobil yang dimiliki keluarga dehendra sankin banyak dan gilanya mereka dalam pengoleksian mobil.
Inda mengintip dari jendela. Tidak lama kemudian tampak tubuh seorang wanita langsing berbaju merah, dan sepatu hak tingginya.
Setelah menutup pintu, wanita berambut panjang yang digerai itu membuka kacamata hitam yang menutupi area matanya. Dia tampak menoleh ke sana kemari.
Inda yang mengetahui itu adalah kak Listanya, langsung keluar. Ia menghampiri Lista dan berkata, "Ternyata kakak udah ditemukan. Inda senang deh, akhirnya kakak bisa ke sini. Kakak mau menggantikanku di rumah ini 'kan?" tanya Inda mencoba memeluk Lista sankin bahagianya.
Namun Inda tampaknya lupa; Lista tetap Lista yang dulu. Tidak ada balasan dari pelukan itu selain perasaan sinis; dan Lista mendorong Inda hingga terjatuh ke tanah.
"Enak aja ya, main peluk-peluk! Apa pembantuku ini lupa, kalau aku adalah majikannya setelah dengan mudahnya dia memasuki dunia suamiku Jose sebagai pengantin pengganti."
Inda tertunduk sedih atas hinaan itu. Dia tidak bermaksud menganggap diri sudah hebat setelah berhasil menjadi pengantin pengganti. Ia hanya senang, kalau penderitaannya berakhir setelah Lista datang.
"Di mana suamiku?" tanya Lista dengan berjalan memasuki Villa.
Inda hanya melihat kesombongan Lista yang sudah mendarah daging itu. Inda masih tidak percaya dia masih dianggap pembantu oleh Lista meski Inda sudah bukan pembantu lagi.
"Di-dia …" Inda ketakutan.
"Dia di mana?! Jawab aku!"
"Pergi ke pantai untuk liburan," jawab Inda secepat mungkin karena ingin mendapatkan jeweran telinga dari wanita sekejam Lista.
"Bersama siapa?!" tanya Lista lagi.
"Sendiri."
Lista mengerutkan kening. Tapi dia langsung memasuki Villa; meninggalkan Inda yang menangis karena lagi-lagi ia tidak dianggap meski sudah membantu Lista untuk tetap menjadi istri Jose.
__ADS_1
Inda menghapus air matanya. Kemudian dia teringat tentang satu hal. "Bukankah nyonya Marien pernah bilang; kalau aku jadi pengantin pengganti dalam pernikahan putrinya. Maka balas budiku pada keluarga mereka akan lunas. Itu berarti aku sudah seharusnya pergi dari sini."
Inda pergi ke luar dengan melewati pohon yang tertanam di samping jalan beraspal. Berusaha tidak kelihatan jika ada mobil yang lewat karena hidupnya sebagai pengantin pengganti yang mendampingi Jose sudah berakhir.
Inda senang karena beban sudah pergi dari kehidupannya. Kini dia harus mulai menjalani hidup dengan caranya sendiri. Bukan diarahkan orang lain.
Tapi, "Kenapa aku sedih ya?" Inda bermonolog. "Kenapa aku sedih karena pergi dari Jose." Jujur, bayangan akan Jose tetap terbayang dalam pikirannya. Ada rasa berat untuk meninggalkan pria itu.
"Tapi untuk apa aku sedih. Bukannya ada Lista yang sekarang ada di dekat Jose? Jadi tidak akan menjadi masalah kalau aku pergi." Inda berusaha menenangkan hatinya yang berat meninggalkan Jose.
***
Beberapa jam setelahnya.
"Bersihkan pakaianku, masak dan bersihkan rumah ini sebersih yang Inda lakukan pada rumah ini!"
Mata Lista membulat lebar mendengarkan suruhan itu. "Apa kau mau menyiksaku?!" tanyanya tidak terima.
Jose lagi-lagi menarik sudut bibirnya. "Tidak. Aku tidak menyiksamu. Aku hanya memintamu menjadi istri yang tepat untukku."
"Mana ada tugas istri udah kayak jadi pembantu!" ucap Lista kesal.
Jose tidak percaya jawaban Lista yang meledek pekerjaan seorang Istri di rumah Suaminya.
"Apa kau tidak ingin menjadi istriku?"
Lista terdiam. Tapi raut wajahnya menunjukkan ketidaksukaan.
"Aku ingin seorang istri yang mau membersihkan rumah dan merawat anak-anak kelak. Sejak zaman dulu memang perempuan sudah ada di rumah menjaga rumah dan mengurus anak! Kalau kau tetap mau menjadi istriku, kerjakan semua ini sebelum aku kembali lagi kemari."
Tanpa perasaan, Jose meninggalkan Lista untuk mencari Inda yang tak tahu entah pergi kemana. Ia sangat khawatir pada Inda.
__ADS_1
Jose rasa ia sudah memberikan jabatan penting untuk Inda yaitu menguasai rumah. Bahkan Jose sudah menyatakan perasaannya yang berarti Jose sudah tertarik pada Inda.
Tapi kenapa Inda pergi? Apa Inda sudah dimonopoli wanita jahat itu? Apa mungkin sebelum pernikahan, mereka sudah punya perjanjian? Perjanjian yang kira-kira mengatakan kalau Inda akan pergi setelah Lista kembali? Dan, apa ini alasannya maka Inda selalu menolak cintanya dan terus berkata 'Kak Lista akan memarahiku'.