
HAPPY READING....
Bertemu kamu aku sadar, bahwa dunia kita nggak akan pernah bisa perpusat hanya pada satu poros, terlebih poros itu semakin mengikismu dan mebuatmu semakin mengecil--Bulan
Dia, cowok yang sedang bermain basket itu adalah Bintang satu-satunya sahabat yang gue punya sekaligus sahabat cowok pertama gue. Dia cukup aktif disekolahan, populer, dan digemari para cewek-cewek disekolah maupun luar sekolah, seperti saat ini banyak cewek-cewek yang terpesona saat Bintang sedang bermain basket.
“BINTANG SEMANGAT!!!!”
“Ya amsyong gantengnya Bintangku”
“Mulus banget sumpah”
“Calon suami gue anjirr”
“Eh lihat otot bisep Bintang, gue harus foto ini”
“Ya ampun Bintang lagi keringetan”
“Cepat fotooo!!!”
__ADS_1
Ucapan seperti itu sudah hal biasa gue dengar bahkan sering, ketika mereka heboh gue hanya tersenyum memandangi Bintang bermain Basket yang dibalas senyuman juga oleh Bintang.
“Astaga naga!! Bintang senyum sama gue ya Allah”
“Menang banyak dong lo”
Dan hal seperti ini juga sudah sangat biasa gue dengar. Mungkin jika bukan karena Bintang populer gue juga nggak akan pernah terlihat oleh orang-orang disekolah ini. Bahkan oma gue sendiri lebih sayang sama Bintang daripada cucunya sendiri. Kedua orang tua Bintang juga sangat sayang sama gue layaknya anak perempuan sendiri.
Bintang adalah orang pertama yang membuat gue tersenyum setelah kejadian itu. Dia teman yang akan selalu menghibur gue dan bikin gue semangat melakukan apapun. Sejak itu juga gue sadar mungkin jika nggak ada Bintang nggak akan pernah ada cahaya dihidup gue.
Intinya Bintang adalah orang yang sanggat berharga buat gue. Sifatnya yang humoris kesemua orang membuat Bintang di cap “PLAY BOY” disekolah padahal kenyataanya Bintang belum pernah berpacaran sekalipun.
“Nih minum!”
“Makasih Bulan” Bintang menerima minuman itu dengan senang hati.
“Selamat ya, sekali lagi lo menang!”
“Ini juga berkat semangat dari lo” padahal pada kenyataanya gue cuma senyumin dia doang_-
“Bin, lo bisa nggak usah sok ganteng kalau didelan gue”
__ADS_1
“Dasar gembul ini mah udah dari sononya!”
Tak jarang juga banyak gosip yang beredar bahwa gue dan Bintang pacaran dan gue dengan tegas membantah bahwa gue dan Bintang hanya sebatas teman dan nggak lebih dan mungkin nggak akan pernah lebih karena daripada cinta rasa sayang gue ke Bintang jauh lebih besar.
Tak jarang juga kita sering berlibur bersama bahakan kita pernah ke Autralia liburan semester kemarin. Kita juga menanam pohon pinus bersama dibelakang rumah gue pohon pinus itu kita tanam setelah seminggu persahabatan kita yang akan menjadi saksi bisu persahabatan antara gue dan Bintang.
Dan gue akan selalu merasa beruntung mempunyai sahabat seperti Arjuna Bintang Yudhistira. Entah kenapa gue salalu merasa kalau Bintang itu titisan salah satu anggota pandawa karena sifatnya yang sanggat baik hati dan penyabar.
Mungkin di antara Bintang yang bersinar diseluruh galaxy ini hanya Bintang sahabat gue yang selalu bersinar terang diantra jutaan Bintang. Tatapannya yang selalu menenagkan dan menyejukkan selalau membuat gue nyaman disampingnya tak jarang jika banyak orang yang iri akan hal itu.
“Makan yuk, gue traktir” seperti biasa ketika setelah selesai pertandingan basket maka gue akan mentraktir Bintang.
“Beneran, kemana? Tau aja gue lagi laper” Bintang meraih tas ranselnya dan berjalan beriringan bersama bulan meninggalkan lapangan basket.
Seperti biasa dia selalu lupa pakai jaket nya yang membuat semua kaum hawa tergila-gila akan bentuk tubuhnya. ”Pakek jaket lo, cewe disini pada mata keranjang semua”
Bintang hanya menuruti Bulan saja sebenarnya dia memang risih ditatap seperti itu sedari tadi. “Lo emang yang palaing peka lan, diantara semua spesies cewe yang gue kenal”
“Gombal mulu lo” ucapku sambil bergelayut manja di lengan Bintang gue suka, gue nyaman entah kenapa gue suka aromanya Bintang yang khas ini gue juga suka begelayut manja dilenganya neh mungkin tapi namanya juga habit susah ngilanginnya toh, Bintang juga nggak pernah keberatan seperti sekarang dia tetap berjalan santai sambil sesekali menatap gue.
Dia Bintang terlihat kecil tapi besar , tak bermakna tetapi mengindahkan.
__ADS_1