
HAPPY READING.....
ternyata diabaikan sama teman pas temen dapat temen baru itu beneran nyata dan nyakitin
Semua siswa UFOST sedang disibukkan dengan kehadiran sesosok cewe dari kalangan high level salah satu anak dari donatur terbesar sekolah ini, ada yang bilang bahwa cewe itu adalah mantan model cilik juga ada yang mengatakan bahwa cewe ini keturunan darah biru.
“Eh, lo tau nggak ada anak pindahan cantik?!” Tanya Rosan ke Bintang. Dia memang tergolong siswa popular di UFOST karena, wajahnya yang seperti orang India mebuat dia beda dari yang lain bukan seperti sih lebih tepatnya Rosan memang keturunan India tapi, nggak bisa bahasa India.
“Yang mana?” jujur. Bintang sedikit rishi jika membahas yang bersangkutan dengan kaum hawa. Kecuali Bulan, ini perlu digaris bawahi.
“Itu lo yang kelas XI IPA-5“ beo Tiyo yang entah datang dari mana.
“Yahh..dibawahh dong kelasnya!” ucap Rosan karena gebetan yang ia incar ini kelasnya berada dibawah dan ini akan mempersulit PDKT-nya.
Sedari tadi Bulan merasa menjadi obat nyamuk disini tidak diajak bicara, di diemin sama Bintang membuat ia jenuh dan ingin pergi dari sini.
Merasa selalu diabaikan Bulan pun memutuskan untuk pergi ke kantin. Tanpa bulan sadari sedari dulu bukan orang-orang yang selalu menjauhinya namun, sikapnya yang terlalu dingin membuat semua orang enggan untuk mengajaknya bicara.
“Mau kemana lan?” Tanya Dodo yang selalu berusaha care dengan Bulan.
“Kantin” jawab Bulan singkat. Dodo memang selalu seperti ini jika berinteraksi dengan Bulan selalu kalimat dingin dan pedas yang dia lontarkan. SAKIT HATI ABANG DEKK:'l
Sejak Bintang akrab dengan Tiyo DKK Bulan lebih sering kemana-mana sendiri ia sadar bahwa Bintang berhak berteman dengan siapapun dan dia juga tidak mau mengekang Bintang serta membebaninya. Daripada seperti ini terus lebih baik ia mencari udara segar.
Bulan berjalan menunduk melewati koridor sekolah. Sayangnya jika harus kekantin Bulan harus rela berjalan melewati koridor kelas duabelas dan pastinya you know lah Dia sedikit rishi jika harus bertatapan muka dengan para fans Bintang yang pastinya akan memberikan tatapan membunuh kepada Bulan.
BRUKKK!!!
Bulan tak sengaja menabrak seorang cewe cantik dan Bulan tidak mengenalnya jangankan mengenal seluruh sekolah nama satu kelasnya saja Bulan tidak ingat.
“Maaf gue tadi buru-buru” ucap Bulan cepat lalu berjalan ketujuan utamanya, kantin.
“Tunggu!!” Bulan menghentikan langkahnya. ”Lo nggak papa kan?” tanya cewe yang ditabrak Bulan tadi karena, merasa aneh dengan tingkah Bulan.Bulan mengacuhkan pertanyaan itu dan berjalan sedikit tergesa-gesa.
Sesampainya di kantin matanya menyeluruh, semua meja kantin hampir penuh mau berbalik tapi sudah terlanjur disini, akhirnya ia bediri untuk mengantre mendapatkan tempat duduk.
__ADS_1
Seandainya ada Bintang mungkin Bulan tidak akan menghabiskan makan siangnya sendirian. Hari ini ia juga lupa tidak membawa kotak bekal yang sudah disiapkan oma. kesialan yang sangat tepat bukan.
Namun, setelah cukup lama matanya menerawang satu pesatu meja akhirnya ia mendapatkan satu meja yang masing kosong. Saat sedang asyik-asyiknya menikmati makan siang tiba-tiba segerombol kakak kelas datang dengan tatapan yang tidak bersahabat sama sekali.
“Hehh!!! Lo tau kan kalau ini singasana gue” hardik Aya--pemimpin segorombolan kakak kelas itu, yang tidak direspon oleh Bulan.
“Lo budek?lo tuli? Lo bisu? Atau lo tunanetra?” Tanya Avel yang sudah naik pitam.
Bulan masih terdiam, menurutnya dia tidak punya masalah jadi mengapa ia harus meladeni kakak kelas yang kurang belaian ini. Apa katanya singasana? Emang dia ratu? Sekarang Bulan baru tau kalau dikantin ada singgasana seorang ratu.
Merasa terus diabikan Aya menjambak rambut Bulan yang selalu dikuncir kuda itu ”Ohh..jadi lo cewe yang kemana-mana selalu sama Bintang itu kan?”
Bulan masih diam dan enggan menjawab dengan muka datarya. Ia malas meladeni kakak kelas didepannya ini.
“Lo ngelunjak ya!!!” Aya sudah hampir melayangkan tangannya ke pipi Bulan, beruntung ada seseorang yang menghentikanya.
“Lo itu udah kelas duabelas jangan kebanyakan tingkah, mending lo fokus aja sama UNBK lo!” ucap cewe yang Bulan tabrak tadi tanpa ragu sedikitpun. Nyalinya benar-benar patut diacungi jempol.
“Lo anak baru nggak usah belagu, mentang-mentang sekarang lo jadi perhatian UFOST!” Avel berteriak, membuat semua penghuni kantin mau tidak mau menoleh kearah meja mereka. Lumayanlah tontonan gratis.
“Kita semua punya hak yang sama disekolahan ini. Jangan mentang-mentang lo yang udah lama sekolah disini lo tau segalanya tentang sekolah ini!” ucap anak baru itu lalu pergi sambil mengendeng tangan Bulan.
Anak baru itu menggandeng Bulan sampai ke koridor depan perpustakaan koridor ini memang sedikit sepi dibandingkan koridor yang lain.
“Lo gapapa?”
“Makasih” ucap Bulan dingin. Lalu pergi meningalkan anak baru itu.
Sekarang mood Bulan benar-benar sudah hancur seharusnya ia tidak pergi sendirian kekantin dan mungkin kakak kelas tadi dendam dengan Bulan. Sekarang posisi Bulan sedang terancam, mungkin jika dia tetap bersama Bintang semua ini tidak akan terjadi.
“Dari mana lan?” Tanya Bintang yang masih ngobrol bersama Tiyo DKK yang udah ngalahin ibu-ibu arisan.
“Kantin” jawab Bulan dengan muka ditekuk.
Merasa ada yang aneh Bintang menghampiri Bulan ke mejanya. “Lo gapapa?” Tanya Bintang mulai hawatir.
__ADS_1
Bulan segera mengalihkan fokusnya, membaca buku pelajaran selanjutnya, namun sepertinya gagal. “gue tadi dikeroyok sama kakak kelas dan kayaknya sekarang dia dendam sama gue” keluh Bulan pada akhirnya.
Bintang kaget dia memutar tubuh Bulan memastikan bahwa sahabatnya ini tidak apa-apa “Seharusnya lo nungguin gue dulu kalau mau ngantin. Lo itu Cuma aman kalau sama gue!” ingat Bintang yang diberi tatapan aneh dari Bulan.
“SIANG ANAK-ANAK!” sapa bu Anis yang membuat seisi kelas bingung kembali kebangkunya masing-masing.
“Buka halam 29 pahami cetritanya lalu ceritakan menggunakan bahasamu didepan!” perintah bu Anis yang hanya diangguki oleh semua siswa.
Karena ini pelajaran bahasa Indonesia banyak siswa yang tertidur didalam kelas bahkan bu Anis tampak bodo amat dengan mereka yang tertidur dikelas.
Sepulang sekolah seperti biasa Bulan dan Bintang menunggu jemputan mobil mereka, lebih tepatnya mobil Bulan jangan heran karena ini sudah terjadi sejak mereka SMP. Sepertinya pak Amir sedang ada masalah karena tidak seperti biasnya dia terlambat menjemput Bulan dan Bintang karena jika pak Amir terlambat lima menit saja Bintang akan mencak-mencak tidak jelas dan merajuk kepada pak Amir.
“Pak Amir itu bawa mobil apa naik kura-kura sih lama banget!” keluh Bintang seperti biasa jika pak Amir terlambat menjemputnya.
“Sabar. Mungkin lagi ada kendala” Bulan tersenyum, berusaha menenagkan Bintang yang sudah ngedumel dari tadi. Sifatnya memang seperti itu, cerewet.
“Bisa-bisa gue ganti kulit ditempat ini!” racau Bintang.
Bulan menghiraukan racauan Bintang yang selalu menghawatirkan penampilannya itu, ia kembali duduk di tempat yang sudah di sediakan khusus untuk murid-murid yang sedang menunggu jemputan.
Bulan menengok kesampin tanpa sengaja tatapan matanya bertemu dengan anak baru yang menyelamatkannya tadi dan sepertinya ia tengah berjalan kesini.
“Hai!!!” sapa anak baru itu ke Bulan yang hanya ditatap sekilas oleh Bulan.
Anak baru itu mengulurkan tangannya ”Gue Vani kelas XI IPA-5”
bukanya Bulan yang merespon tapi justu Bintang yang meresponya. ”Vani..” Bintang menimang-nimang ucapanya.
“Lo Vani Mirachel bukan? Anaknya om Dani?!” girangnya karena bertemu teman lamanya.
“Bintang!!! Ya ampun gue nggak nyangka ternyata lo sekolah disini juga!” ucap Vani tak kalah girangnya.
Bulan menatap mereka berdua bergantian, Sekarang dia dibuat bingung tentang hubungan Bintang dan Vani.
Jadi sebenarnya siapa Vani ini? katanya sih kaya. Apakah perlu Bulan bertanya kepada papanya tentang kaluaga Vani? ataukan Bulan harus menyuruh orang suruhannya untuk mencari informasi tentang Vani?!
__ADS_1
apapun itu Bulan ingin menendang Vani dari hadapannya sekarang juga. kalau perlu ia ingin menggunakan kekuasaan papanya untuk mengeluarkan Vani dari sekolah ini sekarang juga.