Sejarah Kelam

Sejarah Kelam
11. Kelulusan


__ADS_3

" Bagi saya yang terpenting, apakah Risma cinta sama kak Dika? " demi mendengar pertanyaan itu, Risma tersipu malu.


" Sudah lama saya cinta sama kak Dika!" tapi pastinya itu hanya dalam hati, Risma sangat malu untuk mengatakan hal itu kepada Dika.


" Jawablah, apa Risma cinta sama Kak Dika?"


ulang Dika dengan masih fokus dalam menyetir dan matanya lurus ke depan. Padahal hatinya sangat tidak karuan rasanya.


" Ya kak! Risma cinta sama Kak Dika!" jawab Risma pelan, sehingga Dika mengulang lagi pertanyaan tadi.


" Cinta tidak? Kalau tidak, kak Dika batalin rencana pernikahan kita." ancam Dika menggoda Risma yang langsung kaget mendengar ancaman Dika.


" Yess berhasil" bathin Dika senang.


" Jangan Kak, iya Risma cinta sama Kak Dika! " jawab Risma mantap dan jelas dengan wajah merona karena malu.


Dika merasa senang mendengarnya. Mereka akhirnya banyak membicarakan tentang rencana masa depan mereka apabila kelak sudah menikah.


****


Setelah menghadapi ujian akhir sekolah dengan penuh dramatis dan menguras otak dan tenaga, akhirnya sampailah pada waktu yang telah mereka nantikan yaitu kelulusan sekolah SMA untuk Tiara dan semua teman-temannya.


Mereka akhirnya di sini, di aula gedung sekolah, merayakan kelulusan mereka. Bahagia dan haru karena akhirnya bisa melepaskan dan meninggalkan masa SMA.


Kini adalah saat mereka meraih impian dan cita-cita sewaktu di bangku SMA. Mereka malam itu bersenang- senang tanpa merasakan kesedihan.

__ADS_1


" Tiara, bisa kita bicara sebentar?" Tampak Adrian mendekati Tiara yang masih asyik mengobrol sama sahabatnya, Risma.


"Ada apa? Bicara saja disini!" jawab Tiara yang sudah merasa ada hal aneh pada Adrian, menilik dari cara dia menatap Tiara.


" Please sebentar saja, penting banget!" ujar Adrian dan meraih tangan Tiara dan membawanya jauh dari tempat acara perpisahan sekolah mereka sedang di gelar.


Akhirnya, disinilah mereka berdua sekarang. Di dekat pohon besar, di samping aula. Adrian tampak serius menatap Tiara.


Tiara merasa diperhatikan ala tak biasa sama Adrian, Tiara jadi salah tingkah " Ada apa? Cepat katakan! Sebentar lagi kita harus naik ke panggung, untuk penobatan siswa berprestasi!" mendengar itu Adrian merasa biasa saja.


" Ada yang lebih penting dari itu, yaitu kamu!" Tiara tidak paham apa yang dimaksudkan Adrian.


" Apa Adrian mau nembak gue ya?" bathin Tiara, mulai deg degan, enteh kenapa tiba-tiba saja jantung Tiara merasa seakan mau melompat, namun Tiara berusaha untuk tetap bersikap tenang.


" Tiara, aku mencintaimu. Maukah kamu menjadi kekasihku?" saat Adrian menatap mata Tiara dengan sungguh-sungguh Tiara sangat gugup.


" Tiara juga cinta sama Adrian!" demi mendengar jawaban Tiara, Adrian sangat bahagia. Tanpa terasa Adrian memeluk tubuh Tiara, namun saat hendak mencium bibirnya, Tiara dia menolak mentah-mentah," Maaf Adrian, kita belum muhrim, halalkan aku! Kalau engkau ingin menciumku!" Adrian merasa bahagia saat mendengar Tiara mengatakan itu.


" Kapan kamu mau aku menghalalkan kamu?" goda Adrian. Tiara hanya menunduk malu dengan pertanyaan Adrian, " Kapanpun Adrian siap menjadi imam. Tiara juga siap jadi maklum bagi Adrian!" senang sekali hati Adrian mendengar jawaban kekasih hatinya itu.


" Ayo masuk! Sebentar lagi kita harus naik ke panggung sebagai murid berprestasi mewakili teman-teman seangkatan kita yang lulus tahun ini!" Tiara mengangguk dan merekapun kembali ke aula dengan bergandengan tangan. Risma merasa bahagia, itu artinya mereka sudah resmi jadi sepasang kekasih.


Risma masih ingat, tadi malam Adrian ke rumahnya, dengan gelisah. Menanyakan pendapatnya. Bagaimana kalau mengutarakan perasaan dia kepada Tiara? Risma tentu saja merasa bahagia. Apalagi Tiara sebentar lagi akan jadi adik ipar dia. Karena menurut kesepakatan, Dika dan dia akan menikah setelah kelulusannya.


" Cih.. ada pasangan baru nih!" goda Risma

__ADS_1


yang melihat kebahagian sahabatnya itu.


Sania dan Asad malam itu hanya bisa melihat mereka berdua dengan senyum simpul. Melihat mereka berdua selalu berdekatan hati Tiara merasa sakit, namun Tiara sadar, cinta tak harus memiliki.


Tapi jujur! Cinta tak sampai itu menyakitkan sekali. Tiara akhirnya bisa move on dan mencoba melupakan perasaan cintanya kepada Asad dan menerima pernyataan cinta Adrian. Perasaan di cintai ternyata jauh lebih indah. Bathin Tiara malam itu.


Asad merasa bahagia juga. Melihat Tiara tersenyum dengan bahagia saat menaiki panggung utama bersama Adrian sebagai siswa berprestasi mewakili teman-temannya.


Mereka berdua bergandengan tangan dengan bahagia, saat menaiki panggung. " Terima kasih kepada semua guru yang sudah berusaha payah mendidik kami semua. Kawan- kawan kelulusan ini bukanlah akhir, tapi awal bagi kita untuk meraih mimpi dan cita-cita kita. Semoga masa kita di bangku SMA akan memberikan kita kenangan yang indah, dan jangan pernah melupakan masa itu. Tetap semangat, Selamat malam!" ucap Adrian memberikan sambutannya yang disertai senyum Tiara. Setelah itu mereka berdua turun dari panggung.


Tiara menolak saat dirinya di minta untuk memberikan sambutan juga oleh pihak sekolah, "Apa yang mau aku katakan sama dengan Adrian!" merekapun akhirnya turun dari panggung dan mendapat tepuk tangan dari teman-teman mereka. Ada pula yang bersuit karena melihat tangan mereka berdua tidak mau lepas juga.


Bukan rahasia lagi, kalau mereka tahu tentang dua sejoli itu, makanya mereka semua merasa bahagia, melihat dua sejoli itu bergandeng tangan, artinya mereka sudah resmi menjadi pasangan.


" Wah keren ya, apa mereka sudah resmi pacaran? Lihatlah tangan mereka tidak juga mau dilepaskan satu sama lain!" ujar teman mereka.


" Mereka berdua adalah pasangan yang sangat serasi dan sangat keren sekali. Pria yang satu tampan dan wanitanya sangat cantik dan juga pintar. Sejak dulu mereka digadang-gadang akan menjadi pasangan the Most Wanted di sekolah ini. Kalau sekarang mereka bersama itu adalah berita yang sangat baik," ujar yang lainnya.


Tiara dan Adrian hanya bisa saling menatap satu sama lain dan merasakan kebahagiaan yang luar biasa.


Adrian merasa senang sekali karena akhirnya Setelah perjuangan yang panjang Kini dia resmi menjadikan Tiara sebagai kekasihnya.


" Pakailah cincin ini, Tiara. Mulai saat ini kau adalah tunanganku. Nanti aku akan datang bersama dengan orang tuaku secara resmi untuk melamarmu, kau tunggu aku ya?" tanya Adrian yang hanya ditanggapi dengan anggukan kepala oleh Tiara yang saat ini hatinya sedang merasakan kebahagiaan yang luar biasa karena dia bukan jomblo lagi.


Apalagi Adrian adalah cowok yang luar biasa yang memiliki banyak penggemar di sekolah mereka.

__ADS_1


Acara kelulusan akhirnya berakhir dengan rasa haru dan penuh bahagia.


__ADS_2