
Setelah merasa kesal kepada Adrian Tiara pun kemudian memilih untuk tidur.
" Awas saja!! Besok aku pasti akan protes kepadanya. Karena sudah membuat kegaduhan di dalam grup dan membuat aku jadi malu kepada teman-temanku!" Tiara kesal bulan kepalang kepada Adrian.
Sementara itu Adrian di dalam kamarnya tampak sedang menimbang ponselnya.
" Tiara Besok pasti mengamuk padaku! Ah dasar kau Adrian memang benar-benar cemen!" Adrian menutupi dirinya sendiri yang terlalu penakut dan tidak berani mengakui perasaannya terhadap Tiara secara benderang di hadapan gadis itu.
***
Malam itu Risma sangat bahagia setelah membaca chat dari Tiara di group mereka. Itu artinya Dika sudah bercerita kepada Tiara tentang sang papah yang ada niat untuk menjodohkan dia dengan sang pujaan hatinya. Andika Pratama.
Flash back on
Waktu itu empat sekawan itu menginap di rumah Tiara. Seperti biasa, Adrian dan Dika pasti tidur sekamar, sementara Risma dan Sania tidur di kamar Tiara.
Malam itu mereka berlima duduk bersama dibalkon depan rumah keluarga Andika.
Mereka tampak bahagia bernyanyi dan membakar BBQ bersama.
Semua orang terlihat bahagia, kecuali Sania. Sania tampak murung dan penuh pikiran, itu membuat Dika berpikir, "Ada apa gerangan kenapa Sania? Dia sejak tadi hanya termenung dengan kesedihan di mata indahnya." bathin Dika dan Dika pun akhirnya memutuskan mendekati Sania yang gugup seketika saat melihat Andika di dekatnya.
" Kamu kenapa Sania? Saat ini semua orang bahagia. Kenapa kamu hanya duduk melamun seorang diri di sini?" tanya Dika penasaran. Sambil menelisik raut muka Sania yang sendu penuh kesedihan.
" Tidak apa-apa kak Dika. Aku hanya sedang memikirkan setelah lulus SMA mau melanjutkan kuliah ke mana!" jawab Sania datar, Dika hanya tersenyum lega. Setelah mengetahui masalah Sania yang sesungguhnya.
" Saya kira kenapa. Kamu bisa mendaftar ke universitas mana saja. Nanti saya bisa bantu agar kamu mendapat beasiswa dari perusahaan saya. Kebetulan setiap tahun di perusahaan saya selalu ada kegiatan sosial, yang membantu para siswa berprestasi tapi kekurangan dalam ekonomi. Nanti saya akan memasukan nama kamu, jangan khawatir, belajar saja dengan rajin!" jawab Dika santai.
__ADS_1
Sania menggelengkan kepala, menolak penawaran dan niat Dika," Tidak usah kak Dika! Kebetulan keluarga Risma sudah memberikan jaminan akan memberikan beasiswa sampai saya lulus kuliah!" jawab Sania senang.
" Benarkah?? Baguslah kalau begitu aku merasa senang. Risma memang gadis yang baik. Perduli dengan keadaan sahabatnya!" puji Dika sambil melihat ke arah Risma yang juga kini melihat ke arahnya dengan tatapan sendu dan merasa cemburu.
Dika memang seorang yang sangat bersahaja dan baik hati. Walaupun dia seorang Direktur eksekutif sebuah perusahaan, namun dia tidak punya sifat sombong ataupun arrogant.
Dika bisa berbaur dan bergaul dengan siapa saja. Tak pernah pandang bulu, suku ataupun kaya dan miskin.
" Kak Dika, Sania! Ayo kemari! Kenapa kalian cuma duduk saja? Cepatlah kemari! Kita senang-senang sama-sama!" teriak Tiara sambil membakar BBQ bersama Risma.
' Kenapa perasaan jadi gak enak gini ya? Saat lihat Mas Dika sama Sania, dekat kaya gitu ya?' bathin Risma merasa cemburu sekali dengan kedekatan Dika dan Risma.
" Tiara, panggil Mas Dika gih, ngapain sih, berdua aja disana? Risih tahu liatnya!" rengek Risma membisikan kata-katanya di kuping Tiara. Malu juga kalau sampai ada yang dengar apa yang dia katakan pada Tiara.
" Cie, cie! Ada yang cemburu nih!" Tiara bahagia sekali lihat wajah Risma yang merah merona kaya kepiting rebus.
Sudah lama Risma memendam rasa cinta untuk Andika. Namun dia tidak berani untuk mengakui. Entah mengapa Risma merasakan bahwa Dika mencintai sania gadis polos dan sederhana itu.
Risma merasa cemburu karena ternyata Andika hanya tertarik kepada Sania yang selama ini telah mendapatkan begitu banyak pertolongan dan juga fasilitas dari keluarga nya saat ayahnya menjadi majikan dari ayahnya Sania yang pernah menjadi sopir sang ayah di masa sehatnya.
Sekarang ayahnya Sania sudah pensiun dan tinggal di rumah karena penyakit jantung yang dia Derita.
Akan tetapi Pak Suryo yang memiliki hati yang sangat baik. Dia tetap memberikan tunjangan setiap bulan kepada keluarga Sania. Bahkan Pak Suryo juga menyekolahkan Sania dan juga adik-adiknya dengan beasiswa yang diberikan oleh perusahaannya.
Flash back off
Risma menatap langit langit kamarnya lalu menarik napas dalam-dalam. Hatinya saat ini sedang gundah gulana karena memikirkan tentang nasib asmaranya bersama Dika.
__ADS_1
" Apa yang harus aku lakukan? Kayaknya Kak Dika mencintai Sania deh! Tapi setau gue Sania mencintai Adrian, dan setau gue Adrian mencintai Tiara. Aduh pusing! Kok ribet amat sih kisah cinta kami berlima? Rasanya udah kayak korea drama aja. Nyebelin banget!!" monolog Risma sambil guling-guling sendiri karena kebingungan diatas ranjangnya yang super indah dan mewah.
Sania adalah satu-satunya putri dari pak Suryo yang merupakan pewaris dari PT. Metro Sentosa Abadi. Sangat wajar kalau saya memiliki semua kemewahan itu mengingat ayahnya yang begitu mencintai dan juga memanjakannya.
Sementara Tiara, siapa yang di cintai oleh Tiara? Ada yang tahu gak??
***
Keesokan paginya ketika terbangun terlihat Sania yang mendatangi Keluarga pak Suryo karena ingin meminta bantuan.
Tadi pagi ayahnya tiba-tiba saja unfall sehingga saat ini harus dimasukkan ke rumah sakit dan harus menjalani operasi jantung.
Hanya Keluarga pak Suryo yang bisa membantu semua itu.
Risma yang saat ini sedang bersiap-siap untuk berangkat ke sekolah terlihat mengerutkan keningnya karena melihat sahabatnya yang datang dalam keadaan raut wajah yang kusut dan bingung.
" Ada apa Sania?? Pagi-pagi kamu sudah datang kemari dengan wajah kusut seperti itu. Ada apa?" tanya Risma khawatir.
Sania langsung memeluk Risma dengan menangis tersedu-sedu.
Risma yang memiliki hati yang baik dan juga merasa ibah dengan sahabatnya dia pun kemudian mengajak Risma untuk masuk ke dalam rumahnya dan bertemu dengan ayahnya.
Pak Suryo yang saat ini sedang sarapan di meja makan akhirnya mengundang Sania untuk ikut bergabung bersama mereka.
" Maafkan saya pak pagi-pagi sudah mengganggu keluarga Bapak. Saya datang kemari karena ingin meminta bantuan. Tadi malam Bapak saya tiba-tiba unfal lagi dan sudah dimasukkan ke rumah sakit. Akan tetapi Dokter bilang, kalau kami harus mengoperasinya. Apakah saya boleh meminta pertolongan kepada bapak untuk biaya operasi tersebut?" Sania tampak menundukkan kepala karena benar-benar merasa malu kepada keluarga Risma yang selalu saja direpotkan ketika keluarganya dalam masalah keuangan.
" Iya jangan khawatir Saya pasti akan membantu pengobatan ayahmu. Sekarang kamu pulanglah. Nanti saya akan mengirim asistenku untuk ke rumah sakit dan mengurus semua pembiayaannya!" ucap Pak Suryo sambil tersenyum kepada Risma.
__ADS_1
" Terima kasih banyak Pak atas pertolongan bapak, Saya tidak akan melupakan ini semua!" Sania bahkan sampai menangis di dalam pelukan Risma.