Sejarah Kelam

Sejarah Kelam
29. Merengkuh Tiara


__ADS_3

Setelah sampai di villa, Asad menyiapkan acara kecil-kecilan untuk merayakan pernikahan mereka. Hanya tetangga sekitar villa yang di undang. Tidak banyak. Hanya sekitar 20 orang. Tapi Asad merasa sangat bahagia. Pernikahan yang serba mendadak dan tanpa rencana matang. Tapi Dika bersyukur, Alhamdulillah semua berjalan dengan lancar dan tanpa hambatan.


" Kamu cantik sekali!" puji Asad saat melihat Tiara keluar dengan kebaya yang dia beli dalam perjalanan. Walau hanya dandanan tipis dan sederhana, namun di mata Asad, Tiara sangatlah cantik, bak bidadari.


Tiara tidak mengerti apa yang sedang menimpa dirinya saat ini, tapi yang jelas, dia merasa bahagia. Telah menjadi seorang istri. Walau dengan paksaan, dan sedikit tidak wajar Tapi Tiara merasa bahagia.


Asad menggandeng tangan Tiara dan mereka berdua berbaur dengan para tetangga villa. Malam itu mereka berpesta sangat bahagia.


Sampai akhirnya semua pulang dan mengucapkan selamat dan banyak doa agar pernikahan mereka bahagia dan langgeng.


Mereka sekarang hanya berdua di kamar itu. Asad mendekati Tiara, yang tengah berusaha melepaskan kancing kebayanya. Asad menolong Tiara melepaskan satu persatu kancing belakang Kebaya Tiara.


Tanpa banyak kata, Asad melempar baju Tiara ke sudut. Tiara tampak tersipu malu. Melihat Asad yang memperhatikan dia tanpa berkedip Tiara tersipu malu " Pergilah mandi, bau tahu. Sehari penuh di mobil dan pesta semalaman." pinta Tiara pada Asad yang masih asyik menanti dirinya di sudut kamar.


" Bagaimana kalau kita mandi bersama?" Tiara menggeleng, " Tidak mau, Malu!" tanpa banyak kata, Tiara masuk ke kamar mandi dan mengunci kamar mandi, khawatir Asad menerobos masuk, ketika dia mandi.


" Suamiku sungguh tampan dan sempurna!" ucap Tiara tanpa sadar saat dia melihat Asad duduk di tepi ranjang.


Asad yang secara samar mendengar ucapan Tiara merasa bahagia. Pujian pertama yang dia dengar dari Tiara, dan dia mengakuinya sebagai suami.


Asad mencium tengkuk Tiara dan berusaha untuk merengkuh Tiara, tapi Tiara menolak. Malah berlari ke luar kamar dengan tergesa menghindari Asad yang berusaha merengkuh dia untuk malam pertama mereka.


Akhirnya Asad menyerah dan pergi ke kamar mandi. Tiara menutup matanya, merasa malu melihat Asad keluar dari kamar mandi hanya mengenakan handuk sepinggang.

__ADS_1


Asad tertawa melihat Tiara yang tersipu dan masih menutup matanya." Pakailah pakaian kamu!" Asad mendekat dan menarik Tiara dalam pelukan dia. Berusaha membuat nyaman wanita yang sudah menjadi istrinya itu. Tiara terdiam saat Asad memeluknya dengan erat, dan perlahan mencium bibirnya.


Perasaan itu kembali menyeruak di sisi relung hati Tiara, perasaan bahagia. Seakan tersihir oleh pagutan lembut bibir Asad, tangan Asad sudah tidak bisa dikondisikan lagi. Menjajah setiap lekuk tubuh Tiara.


Tiara yang kehabisan napas hanya ditertawakan Asad. Tiara kesal karena merasa di ejek dan melepaskan pelukan Asad. Tiara memilih untuk segera tidur, karena merasa lelah setelah seharian banyak aktifitas.


Asad menarik selimut dan melempar ke sudut, bersatu dengan kebaya dan handuknya yang tadi dia kenakan. Tiara yang merasa Asad sudah tidak bisa di kontrol lagi, akhirnya menyerah kalah. Saat Asad merengkuh dirinya. Menikmati malam pertama mereka. Asad sungguh bahagia sekali. Dia adalah orang pertama yang bersama Tiara.


Perasaan itu sangat indah, setelah prosesi malam pertama yang sakral dan mendebarkan bagi Tiara dan Asad, mereka tertidur kelelahan. Asad memeluk tubuh Tiara dengan erat dan mencium keningnya.


" Terima kasih sudah menjadi istriku, dan menjadikan aku sebagai laki-laki pertama yang merengkuh dirimu," ucap Asad dengan memeluk dan kembali mencium bibir Tiara dengan lembut.


Tiara merasa bahagia, walaupun dalam hatinya ada sedikit penyesalan masalah Adrian, tapi Tiara sendiri tidak mampu untuk menolak cinta Asad yang begitu besar untuk dirinya. Adrian, tolong maafkan aku, aku berharap dan berdoa semoga kamu menemukan istri yang lebih baik dariku.


Asad adalah laki-laki yang baik dan juga sopan, Tiara hanya sedikit menyesalkan aksi Asad yang berani menculik dia hanya untuk bisa menikahinya. Tapi itu sangat manis terasa di hati Tiara. Membuktikan betapa Asad sangat mencintai dia.


Tiara tidak tahu apa yang akan terjadi esok hari, tapi yang jelas saat ini dia merasa bahagia bersama Asad.


Kadang kalau sedang sendiri, Tiara merasa kasihan dengan Adrian, dia pasti tengah kebingungan sekarang. Mencari keberadaannya. Tiara menarik napas dalam.


" Kenapa sayang?" tanya Asad sambil duduk di sebelah Tiara. Tiara hanya menggeleng.


" Tidak apa-apa, hanya merasa sedikit sesak disini," ujar Tiara sambil menunjuk dadanya.

__ADS_1


" Kamu masih mikirin Adrian?" tanya Asad tidak senang. Tangannya yang tadi membelai rambut Tiara berhenti dan Asad mulai menunjukkan rasa ketidak sukaannya saat Tiara mengangguk.


" Lupakan Adrian, kita sekarang punya hidup yang baru. Paham? Saya tidak suka, istri saya memikirkan laki- laki lain," terdengar suara Asad melakukan penegasan dalam kata-kata TIDAK SUKA MEMIKIRKAN LAKI-LAKI LAIN.


Tiara menatap Asad dengan lekat. Mencoba mencari tahu apa yang tengah dipikirkan oleh laki laki yang baru beberapa hari menjadi suami dia itu.


" Aku hanya merasa kasihan sama Adrian, jauh- jauh dari London, datang ke Indonesia malah untuk mendapatkan kenyataan pahit ini, calon istri dia dibawa lari sepupu dia sendiri dan kini sudah menjadi istri laki-laki lain," demi mendengar apa yang dikatakan Tiara, Asad hanya tersenyum simpul.


" Aku hanya berusaha, memperjuangkan cintaku padamu. Aku tidak mau menyerah dengan kamu. Dengan hal lain, aku tidak perduli, dengan kamu. Aku akan perjuangkan sampai akhir." sekali lagi, Asad menekankan kata yang dia ucapkan.


Tiara habis kata-kata, percuma bicara sama Asad sekarang. Matanya tengah di butakan cinta. Bicara apa saja, sia- sia saja.


Tiara membenamkan mukanya dalam pelukan Asad dan mencecapi aroma tubuh suaminya yang berbau maskulin .


Tiara suka dengan aroma tubuh Asad. Menggetarkan hatinya kembali. Mengingat masa SMA, waktu dia menggilai laki-laki itu.


Dulu Tiara tidak mempunyai cukup keberadaan untuk mengungkapkan persaan cinta dia. Karena melihat keakraban Asad dan Sania di depan umum, yang membuat dia salah paham dan gagal fokus dengan perasaan cinta dia sama Asad.


Walaupun Tiara tahu bahwa Sania mencintai Kakaknya, Andika tapi tetap saja. Melihat mereka yang selalu kemana-mana bersama. Melihat kemesraan yang selalu coba Asad tunjukkan di depan umum, membuat Tiara selalu sukses nangis bombai seusai pulang sekolah.


Mengenang kembali masa itu mmbuat Tiara merasa berbangga hati dengan dirinya sendiri. Wanita yang ada dalam pelukan Asad sekarang adalah dirinya, bukan Sania ataupun wanita lainnya.


Tiara memeluk Asad dengan erat, seakan tidak mau melepaskan Asad dalam hidup dia sekarang." Aku cinta sama kamu!" ucap Tiara tanpa sadar. Asad yang mendengar itu sangat bahagia dan mencium puncak kepala Tiara dengan penuh cinta.

__ADS_1


__ADS_2