
Akhirnya hari yang ditunggupun tiba. Lamaran yang mendadak di persiapkan oleh keluarga Dika. Walau hanya punya waktu satu hari, namun kedua belah pihak menyiapkan semua dengan matang, mengerahkan segala sumber daya. Risma sudah berdandan rapih dan tampak begitu cantik dalam balutan kebaya modern yang amat cantik sekali.
Asad dan Adrina juga sudah siap dengan dandanan casual mereka. Dua remaja tampan ini terpesona saat melihat penampilan Risma yang sangat menawan hati.
Risma mengenakan kebaya modern yang berwarna navy yang sopan dan indah. Dika tidak senang kalau melihat wanita berpenampilan terbuka, Risma tahu itu, makanya dia berpesan sama papahnya untuk memesankan pakaian tertutup untuknya.
Keluarga Dika akhirnya sampai juga, hati Risma berdebar kencang. Akhirnya setelah penantian yang sangat panjang, Dika bisa juga menjadi calon suaminya. Risma naksir Dika sejak kelas satu SMA, sejak pertama kali melihat dia, waktu berkunjung ke rumah Tiara.
Tak terasa air mata menetes di mata Risma, Asad yang melihat ini agak heran, " Kenapa menangis? Ini hari bahagia yang sudah kamu tunggu bukan? Tersenyumlah!" Asad melihat kebahagian di mata Risma, makanya dia tidak menyampaikan kejadian tadi malam, dimana Dika mencium bibir Sania.
Asad tidak mau merusak hari bahagia itu. Toh itu juga hanya sebuah ciuman perpisahan. Yang terpenting, sekarang Sania sudah resmi menjadi kekasihnya.
" Ayo mereka sudah datang, hapuslah air matamu, jelek tahu!" goda Asad.
" Ini air mata kebahagiaan tahu, Aku bahagia! Karena Kak Dika sebentar lagi akan jadi suamiku." Risma langsung bangkit dan tersenyum bahagia. Asad yang bingung, tadi menangis, sekarang tersenyum.
" Cih! Wanita memang mahluk yang paling aneh dan susah di mengerti, tadi nangis, dalam hitungan detik sudah tersenyum bahagia," Asad keluar dari kamar Risma dan langsung ke ruang tamu, bergabung dengan yang lain.
Asad terpesona saat melihat Tiara, what?? Ya, Tiara. Asad heran, kenapa hatinya terpesona, Tiara sangat cantik hari ini, biasanya itu cewek tidak pernah dandan, cewe urakan dan tomboy. Adrian melihat itu juga, kecantikan Tiara yang luar biasa.
__ADS_1
" Kamu cantik sekali Tiara!" Puji Adrian ketika melihat Tiara hadir dalam rombongan lamaran Dika untuk Risma.
Tiara hanya tersenyum saat dia mendengar itu dari Adrian dan kemudian Tiara bergabung dengan keluarganya yang lain.
Disudut lain, Sania menatap Dika dengan tatapan kesedihan. Dika juga melakukan hal yang sama. Sedih dan pilu karena harus merelakan wanita yang dia cintai untuk tidak menikah dengannya demi sebuah janji pada seorang ayah yang mencintai anak gadisnya.
Asad tampak menggenggam tangan Sania, seakan menegaskan tanda kepemilikannya di hadapan Dika. 'Dia milikku sekarang!' Itu yang ingin di sampaikan Asad kepada Dika.
Acara lamaran berlangsung dengan khidmat. Kedua belah pihak merasa puas dengan acara dadakan itu. Mereka semua sepakat untuk mengadakan acara pernikahan seminggu lagi. Karena dari pihak perempuan sudah siap dengan semuanya.
Sementara itu, setelah prosesi lamaran selesai, saat keluarga Dika akan berpamitan, Mamah Dika mendekati Pak Suryo dengan wajah heran. "Jadi Risma itu anak kamu? Ya ampun! Gak nyangka kita bisa jadi besan begini!" ucap mamah Susan dengan bahagia.
" Kamu sekarang bahagia? Kita dulu tidak bisa menikah, tapi anak kita sebentar lagi akan mewujudkan impian kita dulu, yang tak sampai, karena kamu lebih memilih menikahi almarhum suami kamu," kenang Pak Suryo.
Yah, mamah Susan dan Pak Suryo adalah kawan lama, satu sekolah saat SMA, tapi mereka berpisah karena Pak Suryo harus kuliah ke Amerika, mengikuti permintaan orang tuanya, Management bisnis. Karena Pak Suryo harus melanjutkan kepemipinan perusahaan keluarga mereka. Pak Suryo anak tunggal, jadi mau tidak mau harus menerima tanggung jawab itu.
flass back on
Lama sekali mereka tidak berhubungan atau berkomunikasi. Setelah kembali ke Indonesia, Pak Suryo langsung pergi ke rumah Susan, niatnya mau melamar wanita itu, tapi yang ditemui adalah kenyataan bahwa Susan sudah menikah dengan Dandi, sahabatnya sendiri.
__ADS_1
" Mereka menikah dua tahun lalu dan sekarang tinggal di Semarang. Karena suami Susan harus melanjutkan usaha keluarga di sana," kata mamahnya Susan saat itu.
Suryo merasa kecewa dan sedih, karena merasa dikhiatin Dandi, sahabatnya. Padahal Dandi tahu, kalau dia mencintai Susan.
Dengan perasaan galau akhirnya Suryo menerima permintaan orang tuanya, untuk menikah dengan perempuan yang sudah disiapkan oleh mereka, Tasya, ibu dari Risma.
Awalnya Suryo tidak mencintai wanita itu.Tapi karena melihat kesabaran dan kegigihannya, akhirnya Suryo luluh juga. Mulai membuka hatinya dan mulai menerima kehadiran Tasya. Setelah penantian panjang dan kesabaran yang luar biasa. Akhirnya lahirlah Risma, buah cinta mereka berdua.
Kelahiran Risma membuat Suryo lebih mencintai Tasya lagi, karena Suryo melihat begitu besar pengorbanan istrinya itu, walaupun saat mengandung Risma harus banyak mengalami kesusahan dan banyak penderitaan, namun dia tegar dan bisa berhasil melewati masa kehamilan dan melahirkan dengan Selamat.
Risma lahir dengan penuh cinta dari kedua orangtuanya. Mamahnya Risma meninggal karena sakit yang lama dia derita. Pak Suryo tidak mau menikah lagi, karena tidak mau menyerahkan pengurusan Risma pada wanita yang salah. Suryo melihat perjuangan Tasya yang sangat berat saat mengandung Risma. Makanya dia berjanji hanya akan ada satu ibu yang menjadi ibu bagi Risma.
Pak Suryo selama ini hanya hidup berdua bersama Risma, dengan posisi dan status Pak Suryo yang konglomerat, bukan satu dua wanita yang mencoba mendekatinya. Tapi hati Pak Suryo memang keras, susah tergerak dengan wanita.
" Papah, Risma gak masalah kok, kalau papah mau menikah lagi, asal papah bahagia." ucap Risma di suatu kesempatan waktu itu.
Tetapi papahnya itu selalu menolak, bila orang tuanya berusaha menjodohkan dia. Pak Suryo adalah tipe laki-laki setia, dan dia susah untuk jatuh cinta.
" Papa tidak membutuhkan seorang istri bapak hanya menginginkan kamu tumbuh menjadi seorang putri yang baik dan juga pintar. Bagi Papah, semua itu sudah lebih dari cukup! Papa tidak akan pernah memberikan ibu tiri kepadamu!" janji Pak Suryo waktu itu kepada Risma yang sudah pasti merasa terharu dan juga bahagia dengan janji ayahnya yang luar biasa.
__ADS_1
Risma tahu bahwa ayahnya sangat mencintai ibunya akan tetapi Risma tidak tahu kalau di dalam hati saya ada satu nama ya selamanya akan terpadu di hatinya sebagai wanita pertama yang dia cintai selama ini.
flass back off