
Asad masih menatap Sania dan Dika," Pasti orang yang Sania maksud waktu itu adalah kak Dika!" geram hati Asad jadinya.
Kalau tidak dihalangi sama Adrian pasti Asad sudah menghajar kak Dika sampai babak belur karena sangking marahnya.
" Baiklah karena seminggu lagi kak Dika akan menikahi Risma sepupu kita. Aku maafkan dia sekarang. Awas saja, kalau sudah jadi suami Risma dan dia berani main api dibelakang Risma, dia akan berhadapan sama Saya!" ancam Asad sambil mendengus marah meninggalkan Adrian sendirian.
Sementara itu, Dika dan Sania berpisah dan berjanji akan melupakan perasaan cinta di hati mereka masing-masing dan akan memulai kehidupan mereka yang baru. Saling mendoakan untuk kebahagian satu sama lain.
" Kalau suatu saat kau butuh bantuan, jangan sungkan untuk datang padaku. Aku pasti akan berusaha menolong." ucap Dika sebelum mereka berpisah untuk kali terakhir.
Sania pergi dengan berderai air mata dan berpamit kepada Tiara, meminta maaf karena tidak bisa membantu lagi. Ada urusan mendesak, itu alasan yang disampaikan kepada mamah Susan.
" Kasihan gadis itu. Dia pasti merasa sangat sedih karena melihat Dika akan menikah sama sahabatnya sendiri" bathin mamah Susan prihatin dengan nasib Sania yang harus rela kehilangan cintanya untuk Dika karena pernikahan dadakan yang dilakukan oleh putranya bersama Risma.
" Apa mau di kata, jodoh ditangan Allah, kita manusia hanya bisa berusaha, Allah juga yang menentukan segalanya!" monolog Susan dengan perasaan sedih.
Asad menawarkan diri untuk mengantar pulang Sania, sepanjang perjalanan Sania hanya diam dan menangis dalam hati saja. Tidak enak rasanya menangis di depan Asad.
Asad membawa Sania ke sebuah tempat yang indah,dia memarkirkan mobilnya dan meminta Sania untuk keluar.
__ADS_1
Malam itu udara sangat dingin dan Sania hanya memakai pakaian tipis, Asad mengambil selimut yang selalu dia bawa di mobilnya dan memakaikan di tubuh Sania yang kedinginan. Sania tidak menolaknya.
" Jangan sedih. Aku tahu kalau kau mencintai Kak Dika. Tapi dia akan menikah dengan Risma kau tidak akan mempunyai kesempatan untuk bisa mendapatkan dia. Lupakan Kak Dika!! Karena perasaan itu hanya akan menyakiti hatimu," ucap Asad menasehati Sania yang sampai saat ini masih menangis sedih.
Asad menarik tubuh Sania ke dalam pelukan nya. Menenengkan gadis itu yang saat ini sedang gundah karena mengetahui laki-laki yang selalu mengatakan cinta kepadanya ternyata akan menikahi sahabatnya sendiri yang selama ini selalu membantu keluarganya dengan kebaikan yang berlimpah ruah yang seumur hidupnya pasti tidak akan bisa dirinya dan keluarganya untuk membayar semua kebaikan keluarga Risma padanya.
" Aku harus mengalah dan harus berusaha untuk melupakan Mas Dika. Aku tidak pernah mengira kalau Risma ternyata mencintaimu Mas Dika. Aku kira selama ini Dia tidak memiliki perasaan apapun terhadapnya. Aku kira selama ini, semua godaan dia terhadapku hanyalah candaan belaka. Risma pasti merasa sangat sedih ketika melihat aku bersama dengan Mas Dika yang begitu akrab," Sania menerawang jauh ke masa lalu di mana dirinya selalu saja bercerita banyak hal tentang Dika kepada Risma.
"Kalau boleh jujur, aku merasa bahwa diriku telah ditusuk dari belakang oleh Risma. Oleh sahabatku yang selama ini aku jadikan sebagai tempat bercerita tentang hubungannya bersama Mas Dika. Kenapa Risma tidak pernah mengakui perasaannya sendiri bahwa dia mencintai Mas Dika?" tanya Sania sedih sekali.
" Bukan seperti itu. Risma dan Kak Dika menikah karena permintaan dari pak Suryo. Sebelumnya Pamanku tidak tahu kalau Risma dan Kak Dika saling mengenal satu sama lain. Pamanku sudah memiliki ketertarikan dengan Kak Dika sejak lama dan merencanakan ingin menikahkan mereka berdua!" Asad kemudian menjelaskan semuanya kepada Sania.
" Apakah benar kalau ini ada pernikahan yang diinginkan oleh pak Suryo bukan karena Risma yang memintanya?" tanya Sania ingin mengkonfirmasi segala kebenarannya.
" Percayalah padaku Sania. Pernikahan ini bukanlah keinginan Risma ataupun Mas Dika. Risma hanya mengikuti keinginan ayahnya yang saat ini sedang sakit. Pahamilah!! Risma itu sahabatmu yang baik. Sejak dulu Risma memang menyukai Kak Dika. Tetapi dia tidak pernah mengungkapkan perasaannya itu kepada Kak Dika. Risma selama ini lebih memilih untuk memendamnya dalam hatinya. Karena dia tahu kalau kau mencintai Kak Dika. Risma sudah siap untuk mengalah kepadamu kalau memang kalian saling mencintai," Sania terisak haru.
Apa yang dikatakan oleh Asad cukup menghibur hatiny. Setidaknya sahabatnya tidak menghianatinya dengan merebut lelaki yang dia cintai. Kalau memang benar pernikahan itu adalah keinginan Pak Suryo maka dirinya harus benar-benar mundur dan mengucapkan selamat tinggal kepada Dika.
' Selama ini pak Suryo sudah benar-benar baik sekali kepada keluargaku. Tanpa bantuan Pak Suryo, mungkin sudah sejak dulu aku kehilangan ayahku yang terkena serangan jantung yang fatal. Dia yang selama ini selalu membiayai pengobatan ayahku!'bathin Sania dengan perasaan yang begitu terhiris sembilu yang amat menyakitkan baginya.
__ADS_1
Asad mengelus bahu Sania dan tanpa merasa lelah terus membujuk dan juga menghibur Gadis itu agar tidak terlalu bersedih dalam menanggapi pernikahan Dika dan Risma.
" Ada aku di sini, yang akan selalu menemani kamu. Kamu tahu bukan?? Sejak dulu aku selalu menyukaimu. Tapi kamu gak pernah menyadari perasaanku inin Apakah kau mau jadi kekasihku?" tanya Asad sambil menggenggam telapak tangan Sania yang terasa begitu dingin.
Sania yang saat ini perasaannya sedang kacau hanya bisa menatap Asad dengan sejuta pertanyaan yang berkecamuk di dalam hatinya sejak tadi.
" Apa benar kalau kau menyukaiku? Sekedar menyukai?? Bukan mencintai aku, ya kan?" tanya Sania dengan perasaan miris.
" Apakah beda?" tanya Asad sambil menggaruk tengkuknya yang tidak gatal.
" Tentu saja berbeda. Suka ya suka, cinta ya cinta. Dari kosa katanya saja sudah berbeda. Apalagi dengan artinya," Risma kemudian mengalihkan pandangannya menuju langit yang begitu kelam sekelam hatinya saat ini.
Tiba-tiba saja Asad meraih tengkuk Sania dan *****@* bibirnya dengan rakus. Asad ingin mengkonfirmasi perasaannya terhadap Sania. Apakah itu termasuk suka ataukah cinta
Sejujurnya sampai saat ini hasad pun masih belum terlalu memahami tentang dua kosakata itu.
" Jadilah kekasihku Sania. Aku janji, aku akan membahagiakan kamu dan membuatmu melupakan tentang Kak Dika!" Asad meraup wajah Sania yang saat ini sedang terisak dalam tangisnya. Sania hanya mengangguk pelan tanpa bersuara. Asad faham apa maksudnya.
Mereka terus diam. Menatap bintang dan hanya hati mereka yang kini berbicara. Bahwa mereka sepakat mulai saat ini akan menerima satu sama lain sebagai kekasih.
__ADS_1
Asad menggenggam tangan Sania dan mengantarkan gadis itu ke rumahnya. Asad berjanji akan membahagiakan Sania.