Sejarah Kelam

Sejarah Kelam
31. Kedatangan Adrian


__ADS_3

Setelah Dika dan Sekretaris Burhan pergi meninggalkan Asad dan Tiara, selang satu jam kemudian Adrian sampai ke villa milik Asad. Adrian mendapatkan laporan dari para pengawal ayahnya tentang penyelidikan mereka. Setelah mengetahui lokasi pastinya, Adrian segera menemui Asad dan Tiara.


Namun apa yang disaksikan oleh Adrian adalah sesuatu yang amat menyakitkan hatinya. Disana, di taman villa itu. Adrian melihat dengan mata kepala sendiri. Mereka bermesraan sangat bahagia.


" Apa artinya kebersamaan kita selama tiga tahun ini? Apa hanya seperti butiran debu bagimu? Hanya dalam sekejap kau berubah. Sekarang berbahagia di pelukan laki-laki lain."


Adrian mendehem, mendekati mereka berdua yang sedang menikmati matahari senja di taman dengan Tiara duduk di pangkuan Asad, dan Asad memeluk Tiara dengan penuh kemesraan dan cinta kasih.


Demi melihat siapa yang ada di hadapannya mereka terkejut. Tiara akan berlari menuju Adrian, namun Asad sudah menarik tangan Tiara. Sehingga tubuh Tiara tertahan di pelukan Asad. " Tetap di sampingku, kamu sekarang adalah istriku." Suara Asad menggelegar sehingga Tiara tidak berani mendekati Adrian yang menahan amarah di hatinya yang sudah hampir meledak.


Kalau tidak mengingat Asad adalah sepupu dia, sudah pasti dari tadi dia meminta pengawalnya untuk menghabisi laki-laki yang sudah lancang menculik wanitanya. Calon istrinya yang sudah lama dia cintai dengan sepenuh hati dan jiwanya.

__ADS_1


" Kenapa kamu tega melakukan ini? Kamu tahu bahwa saya mencintai Tiara. Kamu yang paling tahun perasaan saya." Adrian terduduk lesu di kursi taman.


" Maaf, saya baru menyadari bahwa ternyata saya mencintai Tiara, saat terjadinya diskusi masalah pernikahan kalian. Malam itu aku serasa mau mati, mengetahui Tiara akan menjadi istrimu. Sehingga aku memutuskan untuk membawa pergi Tiara dan menikahinya dalam pelarian." Asad menunjukan rasa penyesalan yang mendalam lalu melanjutkan ucapannya.


" Adrian, bukankah kau ada menyebutkan kalau Tiara menolak menikahi dalam waktu dekat, keluarga kamu sudah menyiapkan calon istri untuk kamu? Menikah dan hidup bahagia bersama wanita pilihan orang tua kamu. Tiara sudah menjadi istriku yang sah." Ucap Asad enteng tanpa merasa bersalah.


Ya, dalam cinta memang tidak ada yang salah. Hanya dari sudut mana kita mau menilainya. Dari sudut Asad, dia tidak merasa salah. Dia hanya berusaha memperjuangkan cintanya. Kalau dilihat dari sudut Adrian yang dilakukan oleh Asad adalah kejahatan besar yang layak untuk di hajar sampai babak belur, karena berani membawa kabur calon istri sepupunya sendiri.


Dari sudut pandang Tiara, apa yang dilakukan Asad its so sweet. Untuk membuktikan rasa cintanya yang kalau dilakukan secara normal memang susah untuk terwujud. Tiara memang ada rasa cinta terhadap Asad sejak lama lama, hanya tidak memiliki keberanian untuk mengatakannya.


Tanpa terasa malah mencetak rasa cinta yang mendalam tanpa Tiara sadari. Kebiasaan tiga tahun yang selalu melakukan segala aktifitas bersama Asad, membentuk kesadaran alam bawah sadar Tiara. Bahwa dia bergantung dengan Asad. Otaknya menolak untuk menerima Asad menculik dan memaksa dia menikah, tapi badan Tiara menginginkannya karena terbiasa bersama Asad dalam setiap aktifitas hariannya.

__ADS_1


Mereka masih terdiam agak lama, tidak paham apa yang harus mereka katakan. Situasi canggung itu membuat mereka hilang kata-kata. Tiara akhirnya membuka suara, memecah keheningan itu.


" Mari masuk ke rumah kami, menginaplah di sini, sudah malam. Berbahaya untuk melakukan perjalanan di malam hari," Asad mengangguk demi mendengar usul Tiara.


" Adrian walau apapun yang terjadi, kita ini masih saudara. Jangan terlalu di ambil hati apa yang sudah aku lakukan ini," pinta Asad.


" Cih.. tak tahu malu.. sudah mencuri calon istriku, masih mengaku saudara pula.. dasar sialan!" gerutu Adrian sambil berdiri dan berniat meninju perut Asad. Asad yang tahu Adrian hanya bercanda membiarkan Adrian meninju perutnya. Asad hanya pura-pura meringis menahan sakit.


" Itu untuk membayar kekurangajaran kamu, telah berani mencuri calon istriku. Sekarang aku pamit, lebih baik aku tidur di hotel, dari pada harus melihat dan mengganggu kemesraan pengantin baru," Adrian lalu pamit dan menyalami mereka berdua.


Adrian memeluk Tiara dan mencium kening Tiara dengan hangat, sebagai salam perpisahan. " Hiduplah bahagia bersama bajingan ini," pesan Adrian serak suaranya menahan tangis yang dari tadi sudah ditahan dengan sangat keras oleh Adrian.

__ADS_1


" Ingat, kalau kau menyakiti Tiara, maka aku akan mencuri dia dari kamu. Karena kamu sudah berani mencuri dia dariku, maka bertanggung jawablah. Bahagiakan dia demi mengingat persaudaraan dan persahabatan kita yang lalu," Setelah mengatakan salam dan ancamannya Adrian memasuki mobil dan meninggalkan mereka berdua.


" Semoga kamu bahagia Tiara," Doa kecil terucap di hati Adrian dan setetes air mata meluncur di kelopak mata Adrian.


__ADS_2