Sejarah Kelam

Sejarah Kelam
7. Tiara jatuh cinta??


__ADS_3

" Udah Sania. Jangan nangis lagi. Ayo sekarang aku antarkan kau ke sekolah. Untuk masalah ayahmu, kamu jangan khawatir ya??Nanti asisten ayahku yang akan mengurus semuanya," Risma kemudian mengantarkan Sania ke rumahnya untuk berganti pakaian seragam sekolah dulu. Setelah itu mereka berangkat ke sekolah bersama-sama.


Dengan sangat sabar Risma menunggu Sania yang tadi mampir ke rumah sakit dulu untuk menengok ayahnya yang sedang dirawat di rumah sakit.


" Sabar ya Sania? Yakinlah kalau Allah pasti akan menolong ayahmu sehingga sehat lagi seperti dulu." Risma berusaha untuk menghibur sahabatnya agar tidak sedih lagi.


" Terima kasih banyak ya, Risma. Karena kamu dan keluargamu selalu menolong kami dalam keadaan sulit seperti ini." Sania bahkan memeluk Risma dengan begitu erat.


Setelah memastikan bahwa ayahnya dalam keadaan baik Risma dan Sania pun kemudian pergi ke sekolah bersama.


***


Siang itu Risma dan Tiara bersama di perpustakaan. Tanpa sengaja mereka melihat seorang siswa yang lama menjadi kembang tidur Tiara. Siapakah dia??? Ada yang penasaran???


Laki-laki itu bernama Asad Mahardika, dia adalah siswa pindahan dari Bandung, sekitar tiga bulan yang lalu. Sejak pertama kali bertemu dengan Asad, Tiara sudah merasakan gejolak di hatinya.


Ada rasa tak biasa yang dirasakannya. Tapi Tiara tidak berani untuk terlalu frontal menunjukan rasa cintanya di hadapan Asad. Tiara pintar menyimpan perasaan dia, tanpa ada yang menyadari bahwa dia mencintai Asad.


' Kenapa jantungku berdebar gini yah?? Setiap melihat Asad??' tanya Tiara dalam hati sambil terus memperhatikan laki-laki yang membuat jantungnya tidak karuan rasanya.


" Asad, apa kabar???" sapa Sania di kejauhan.


" Heiii kok kamu sendiri?? Mana sahabat kamu? Biasanya gak pernah berpisah. Kalian udah kaya permen karet, yang hoby nempel kemana-mana! Hahaha!" canda Asad sambil mengacak rambut Sania yang panjang itu.


" Apa sih? Hobby banget ngacak-ngacak rambut aku! Lihat nih! Kan jadi berantakan deh!" Sania cemberut dengan aksi Asad tadi.


" Habisnya rambut kamu cantik, persis seperti yang punya rambut!" jawab Asad sambil tersenyum.


" Hahaha romantis banget ya? Apa jadinya kalau kak Dika lihat adegan ini yah??" seru Risma tanpa sadar.

__ADS_1


" Memang kenapa sama kak Dika?" tanya Tiara bingung.


" Kan Kak Dika naksir sama Sania!" cemberut bibir Risma saat mengatakan itu. Hatinya seakan di remas rasanya.


" Dan kamu cinta sama kak Dika juga kan? Aduh rumit amat sih kisah cinta kita ber enam?? Bikin pusing deh!" ujar Tiara galau.


" Ssssshhh berisik! Ini bukan pasar!!! Kalau mau berisik kalian lebih baik di luar aja jangan di perpustakaan!" ucap Adrian yang lagi khusuk baca buku, namun sekilas matanya melihat ke arah Sania yang tampak akrab sekali dengan Asad, sepupunya.


" Risma! Asad itu saudara sepupu kamu kan?? Kenalin gue dong!" pinta Tiara memelas


" Idih.. Adrian nangis darah nanti, kalau gue kenalin loe sama Asad!" canda Risma yang ketawa waktu lihat Adrian melotot ke arahnya.


" Maaf bro! Gak sengaja! Tapi boong! Hahaha!" ujarnya lalu sembunyi di belakang punggung Tiara.


Demi mendengar yang dikatakan Risma, Adrian keluar ruangan perpustakaan dan menuju ke kelas mereka. Kebetulan suara bel tanda kelas akan dimulai setelah jam istirahat selesai sudah berbunyi, tanda mereka harus mulai belajar kembali.


" Ayo kita ke kelas!" ajak Risma yang masih saja godain Tiara yang masih cemberut gara gara melihat Sania sama Asad.


" Ohhhh Astagfirullah, hampir saja!" ucap Tiara tanpa sadar. Tiara menghampiri Sania dan memeluknya dengan manja.


" Sania.. maafin gue.. tadi gue sebel banget deh! Liihat kamu akrab banget sama Asad." Ucap Tiara sambil memeluk Sania dengan erat. Sania hanya bingung dengan apa yang dilakukan oleh Tiara kepadanya.


" Sampai kapanpun kita adalah Sahabat. Gak boleh pisah untuk alasan apapun," kata mereka bersama sama dengan tawa bahagia.


" Cie.. gue kagak di ajak!" tiba-tiba Adrian sudah hadir di antara mereka bersama Asad.


" Gue boleh ikut gabung sama janji persahabatan kalian???" tanya Asad dengan senyum cerah ceria.


" Boleh, tentu boleh!" spontan Tiara langsung menjawab.

__ADS_1


" Ssssshhhh kagak bisa! Itukan sumpah kita bersama! Sumpah darah untuk selalu bersama walau apapun yang terjadi, gak bisa sembarang orang gabung!" protes Risma, menolak Asad untuk gabung dalam persahabatan bersama mereka.


" Oiiiii gue bukan orang sembarang ok? Gue sepupu lue!! " protes Asad kesal mendengar Risma mengatakan kalau dia orang sembarangan. Bagaimana dia menjadi orang sembarangan?? Dia adalah seorang tuan muda, putra tunggal keluarga Mahardika. pewaris dari Mahardika Group yang memiliki banyak rumah sakit dan juga mall yang terkenal di seluruh Indonesia.


" Tapi tetap saja, kagak bisa!!!!" tolak Risma tetap menolak sepupunya untuk bergabung bersama mereka.


" Ya udah kagak apa apa. Bagiku, yang penting boleh gabung ya, di grup belajar bersama kalian!" bujuk Asad pantang menyerah.


" Ok kagak masalah, kamu boleh gabung sama kita." jawab mereka serentak, kompak.


Mulailah mereka semangat belajar karena mengingat waktu ujian kelulusan hanya tinggal sebentar lagi, kurang dari dua bulan lagi.


Asad tampak begitu bahagia karena akhirnya bisa bergabung dengan mereka. Mereka adalah genk sekolah yang paling terkenal di suatu sekolahan karena otak mereka yang cerdas dan juga rata-rata menjadi juara kelas.


Asad Mahardika yang merupakan siswa pindahan sangat butuh support dari mereka agar membantunya dalam belajar.


Ujian sebentar lagi dan mereka harus ekstra belajar agar bisa lulus sesuai dengan ekspektasi keluarga mereka.


Mereka adalah anak-anak konglomerat yang dituntut untuk sempurna dan memberikan nilai lebih atas status dan juga kekayaan mereka di masyarakat.


" Ih, lelah sekali setelah belajar seharian! Sania, terjadi kan kita menengok Ayahmu di rumah sakit?" tanya Risma kepada Sania yang saat ini masih terlihat murung karena mengingat tentang ayahnya yang saat ini masih di rumah sakit.


Sania terlihat terkejut mendengar ucapan Risma. Karena sejak tadi dia hanya melamun saja." Ya, gak apa-apa. Kita bisa melakukan sesuai rencana." setelah pulang sekolah mereka pun kemudian bersama-sama menjenguk ayahnya Sania di rumah sakit.


Tiara tampak begitu cemburu melihat kebersamaan Sania dan Asad yang terlihat begitu rakry dan dekat.


Risma bisa merasakan penderitaan sahabatnya yang saat ini pasti sedang sedih karena melihat laki-laki yang dia sukai sedang bersama wanita lain.


" Kalau kau mencintai Asad. Katakanlah saja! Jangan dipendam begitu nanti kalau mereka jadian baru kau menangis!" Risma mencoba untuk menasehati sahabatnya.

__ADS_1


Tiara menarik nafasnya dalam-dalam kemudian melirik ke arah Risma yang tadi menghiburnya serta membujuknya untuk mengungkapkan perasaan kepada Asad.


" Emang kamu berani untuk mengungkapkan Cintamu kepada kakakku?" tanya Tiara yang malah membalikkan ucapan Risma kepada dirinya. Risma hanya meringis mendengar ucapan Tiara.


__ADS_2