Sejarah Kelam

Sejarah Kelam
33. Kembali ke London


__ADS_3

Adrian segera berangkat menuju bandara. Siang itu Adrian memutuskan untuk kembali ke London. Orang tuanya sudah menunggu dia kembali. Adrian masih sedih, tapi dia berusaha untuk tetap tersenyum di hadapan orang tuanya. Adrian tidak mau melihat papah yang sedang sakit menjadi terbebani dengan masalah dirinya.


" Adrian akan menerima wanita yang di jodohkan papah," Adrian menyampaikan pada papahnya tadi malam,saat dia menelpon mereka.


" Iya pah, jangan khawatir. Adrian tahu kalian pasti tidak akan sembarang memilih wanita untuk menjadi istriku," Adrian menutup telpon dan kemudian tidur.


Setelah 16 jam di pesawat akhirnya Adrian sampai di London, sekretaris papahnya menjemput Adrian. Papah masih di rumah sakit, jadi mamahnya harus menjaga beliau.


" Bagaimana kabar Tuan muda?" Adrian menyalami sekretaris papahnya itu dan tersenyum kepada beliau..


" Saya baik paman, jangan kwatir. Paman, apa paman tahu tentang wanita yang akan di jodohku dengan saya?" tanya Adrian saat mereka sudah dalam mobil.


" Ya Tuan muda, kenapa?" tanyanya datar.


semoga tuan muda tidak menolak perjodohan ini, kasihan Tuan besar . beliau sangat menginginkan wanita itu sebagai menantu dia, bathin sekretaris Budiman


" Siapa wanita itu paman?" tanya Adrian penasaran namun Sekretaris Budiman masih diam dan tidak mau menjawab.


" Ya sudah, aku akan menolak wanita itu sebagai calon istriku!" ancam Adrian.


" Namanya shella. Dia anak dari kawan papah tuan muda, maaf, hanya itu yang bisa saya sampaikan, sisanya bisa ditanyakan kepada orang tua tuan muda nanti," masih datar.


Adrian tahu, percuma saja mengorek info dari sekretaris papahnya itu. Selain kaku dan juga dingin, Pak Budiman juga sangat tegas terhadap karyawan yang berani melanggar aturan perusahaan.


Adrian memutuskan untuk tidur sejenak, perjalanan Jakarta London sangat melelahkan. Adrian bermimpi.. dia melihat kembali kejadian di pesawat tadi siang.


Adrian mendadak tersentak dan terbangun dalam tidurnya. " Kenapa saya bermimpi wanita itu? kejadian di pesawat tadi siang, kenapa masuk dalam mimpiku?" Adrian mengingat kembali kejadian tadi siang, di pesawat.


Saat akan duduk di kursi yang tertera di tiket, Adrian bertabrakan dengan seseorang wanita muda, dia merebut tempat duduk Adrian dan meminta Adrian untuk duduk di kursi milik dia. 'Konyol sekali wanita ini!' bathin Adrian.


" Terima kasih!" wanita itu tersenyum bahagia saat melihat Adrian duduk di kursi dia tanpa banyak protes. Adrian menatap gadis itu sejenak. Cantik dan lumayan. Adrian menepuk jidat dan ketawa sendiri.

__ADS_1


" Ada apa dengan diriku?" bathin Adrian. Wanita di sebelah Adrian memilih tidur dengan menutup wajahnya dengan sapu tangan. Adrian juga memilih untuk tidur.


" Mimpi indah!" ucap Adrian pada wanita itu.


Siapa yang menyangka, wanita itu bangun dan mengajak bicara Adrian. " Kamu ke London mau ketemu siapa?" tanya wanita itu


" Kenapa kamu ingin tahu?" tanya Adrian.


" Jawab saja, apa itu kebiasaan buruk kamu? Menjawab pertanyaan dengan pertanyaan lagi?" wanita itu tampak kesal.


" Menemui keluarga dan saya juga kuliah di sana. Kalau kamu bagaimana?" tanya Adrian.


" Saya diminta menemui calon suamiku." Ada perasan tidak senang di nada bicara wanita itu yang di tangkap Adrian.


" Kamu kok kaya tidak bahagia, menemui calon suami kamu?" tanya Adrian bingung.


" Siapa bahagia, menikah dengan orang yang tidak pernah kita ketahui siapa dia?" wanita itu akhirnya memutuskan tidur lagi.


Bukankah seharusnya laki-laki yang datang menemui dia?


" Ah.. bodo amat urusan orang!" akhirnya Adrian memilih tidur di mobil sampai Sekretaris Budiman membangunkan dirinya karena sudah sampai di rumah orang tua dia.


Adrian mandi lalu tidur kembali, biar besok saja, menemui papahnya. Perjalanan Jakarta London sungguh melelahkan.


Keesokan harinya, Adrian sudah tampak segar kembali. Saat menerima telpon dari mamahnya, yang menyuruh dia untuk datang menemui ayahnya di rumah sakit .


" Iya mah, setelah sarapan Adrian kesana. Jangan kwatir," Adrian menutup telpon lalu makan dengan lahap.


Setelah itu dia meminta sopir keluarganya untuk mengantar dirinya ke rumah sakit. Adrian mengetuk pintu dan mendapati di sana, ada seorang wanita muda tengah menyuapi papahnya. Mamah sedang mengupas apel dan menyerahkan pula ke papahnya." Bahagia sekali hidup papah, sampai makan saja dilayani dua wanita cantik," goda Adrian sambil mencium tangan Papah mamahnya.


Saat Adrian mengangkat kepala, dia kaget. Karena wanita muda yang sedang asyik menyuapi papahnya adalah wanita yang berebut kursi dengan dirinya di pesawat.

__ADS_1


"Kamu? Kenapa bisa ada disini?" tanya Adrian


" Karena paman dan bibi yang undang saya," jawab dia sekenanya.


" Adrian, kenalkan ini Shella, calon istri kamu!" demi mendengar apa yang dikatakan mamah Adrian ampe terduduk lemas di kursi. Tidak tahu harus berkata apa.


" Jadi dia, calon istriku?" hanya itu yang keluar dari mulut Adrian.


" Kenapa? Kalian sudah saling kenal?" tanya mamah heran melihat mereka tampak aneh.


"TIDAK!! " Mereka menjawab serempak. Mamah Adrian hanya tersenyum melihat tingkah mereka berdua.


" Adrian cowo yang baik Shella, jangan kwatir!" ucap ibunya Adrian.


" Iya tante.. oh ya om.. mamah sama papah titip salam. Mereka sebenarnya ingin menjenguk juga, hanya saja... papah lagi banyak sekali pekerjaan. Jadi hanya meminta saya untuk menjenguk om, tolong maafkan papah saya om" suaranya sangat lembut dan santun di telinga Adrian.


" Waalaikumsalam, Terima kasih, sampaikan sampai papah kamu, om baik-baik saja. Hanya butuh istirahat. Maklum sudah tua." papah Adrian tersenyum lembut kepada shella membuat Adrian salah tingkah.


" Papah, Adrian pulang ya, mau cek, mungkin banyak tugas kampus yang Adrian lewatkan." Mamah menahan tangan Adrian lalu meminta Adrian duduk kembali.


" Duduk sebentar Adrian, ada yang mau papah sampaikan." ucap mamah Adrian lembut.


Adrian menurut,lalu duduk sebelah Shella. Papah Adrian Tampak menarik napas panjang sebelum memulai ucapannya.


" Adrian, papah mempunyai dua orang sahabat. Salah satunya adalah ayah Shella. Pak Baskoro. Dia adalah sahabat papah sejak masih SD. satu kampung dan satu nasib." papah terdiam, tampak mengingat masa lalu.


" Satu lagi, sahabat papah, namanya Bastian. Tapi papah mempunyai sebuah penyesalan dengan dia. Karena dulu papah yang telah membuat perusahaan dia bangkrut dan mengakibatkan dia meninggal karena syock." papah tampak menahan air matanya.


" Sabar pah, nanti kalau papah sudah sembuh kita kunjungi makam sahabat papah itu. Kita cari keluarga dia, dan minta maaf pada mereka," mamah tampak mengelus telapak tangan papah dengan penuh cinta.


Papah mengangguk dan tersenyum " Adrian kemarilah. Ini adalah foto keluarga Bastian, Foto lama,hanya itu yang ppah punya. Tolong bantu papah mencari keberadaan mereka." papah menyerah kan sebuah foto keluarga, foto itu tampak buram, karena sangat tua.

__ADS_1


__ADS_2